LUMINASIA.ID, MANDALIKA - Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalapnya menjelang balapan Moto2 Grand Prix Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah gagal menembus Q2 dan harus memulai balapan dari posisi ke-23.
Pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut mengatakan evaluasi lebih difokuskan pada riding style karena perubahan setelan motor tidak terlalu besar sejak awal sesi latihan.
“Lebih ke riding style saja, karena set-up motor kami tidak berubah terlalu banyak dari yang pertama,” ujar Mario Suryo Aji, seperti dikutip ANTARA.
Mario mengakhiri sesi latihan bebas kedua (FP2) di posisi ke-19, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan di Tikungan 1 saat sesi practice yang membuatnya menutup latihan di posisi ke-23.
Baca: Asmo NTB Gelar Meet and Greet, Veda Ega dan Mario Aji Disambut Komunitas Honda di Mataram
Pada sesi FP1, pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu mencatat waktu 1 menit 33,194 detik.
Sementara itu, pembalap Kalex David Alonso menjadi yang tercepat pada FP2 Moto2 Mandalika dengan catatan waktu 1 menit 32,187 detik.
Izan Guevara tampil dominan dalam rangkaian sesi menuju kualifikasi dengan memimpin FP1 dan practice, sebelum memastikan pole position pada kualifikasi Sabtu.
Pembalap tersebut mencatat waktu 1 menit 31,963 detik, memecahkan rekor lap Moto2 di Mandalika dan meraih pole position keempatnya musim ini sekaligus yang kedua secara beruntun setelah Grand Prix Jepang.
Alex Escrig menempati posisi kedua kualifikasi dengan selisih 0,098 detik dari Guevara, sedangkan David Alonso, Daniel Holgado, dan Daniel Munoz melengkapi lima besar.
Adapun Manuel Gonzalez, pemimpin klasemen sementara Moto2, harus puas menempati posisi ke-10 pada kualifikasi.
Baca: Mario Suryo Aji Terjatuh di Practice Moto2 Mandalika 2026
Gonzalez mengoleksi 245,5 poin, unggul 10,5 poin dari Guevara yang berada di posisi kedua klasemen sementara.
Hasil kualifikasi tersebut membuat Mario menghadapi tantangan untuk memperbaiki posisi saat balapan di Mandalika, setelah rangkaian latihan dan kualifikasi belum berjalan sesuai harapan.




