LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Asap tdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Makassar, Selasa (13/10/2026), membuat warga kembali berburu masker untuk melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah.
Kondisi udara yang tampak berkabut dengan jarak pandang terbatas membuat masyarakat mulai mengantisipasi paparan asap.
Pantauan di sejumlah pusat perbelanjaan menunjukkan masker menjadi salah satu barang yang dicari warga.
Di Grand Toserba, Jl Pengayoman, Makassar, pada pagi hari, warga tampak menyerbu bagian penjualan masker untuk mendapatkan pelindung pernapasan.
Situasi serupa juga terlihat di Tarrafares. Sejumlah warga mendatangi tempat penjualan untuk membeli masker di tengah kondisi asap yang menyelimuti kota.
Di pusat perbelanjaan dan mal, warga juga terlihat mencari masker. Kekhawatiran terhadap kondisi udara membuat sebagian masyarakat yang biasanya tidak menggunakan masker kini memilih mengenakannya saat beraktivitas.
Salah seorang warga, Tia, mengaku khawatir melihat kondisi udara Makassar yang dipenuhi asap tebal. Ia mengatakan, biasanya dirinya naik motor tidak pernah menggunakan masker dalam aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi kali ini membuatnya lebih waspada, terutama demi melindungi anak-anaknya.
“Saya biasanya tidak pernah pakai masker. Tapi, melihat kondisi sekarang, saya khawatir. Saya sudah membeli masker sejak dua hari lalu, dan langsung memilih KN95 yang tebal dan berlapis untuk saya dan anak-anak,” kata Tia.
Menurutnya, kondisi udara yang tidak seperti biasanya membuat perlindungan diri menjadi perhatian, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah bersama keluarga.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan salah seorang pegawai di Mal Panakkukang. Ia menilai kondisi asap yang menyelimuti Makassar membuat penggunaan masker kembali diperlukan saat beraktivitas.
“Sekarang asapnya tebal. Tadi pagi saya ke mall itu flay over tidak kelihatan. Jadi kita harus lebih waspada. Biasanya tidak terlalu memikirkan masker, tetapi dengan kondisi seperti ini, lebih baik menggunakannya saat berada di luar,” ujarnya.
Saat bertugas, ia juga terlihat menggunakan masker.
Masker yang sebelumnya tidak selalu digunakan dalam kegiatan sehari-hari kini kembali menjadi kebutuhan bagi warga yang khawatir terhadap dampak asap tebal.




