LUMINASIA.ID, JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mengangkat Thomas Hundt sebagai komisaris menggantikan Vivek Sood setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (12/10/2026).
Pengangkatan Thomas Hundt menjadi bagian dari perubahan susunan Dewan Komisaris XLSMART untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan efektivitas fungsi pengawasan, sekaligus mendukung pelaksanaan strategi bisnis perusahaan telekomunikasi tersebut.
Dalam keputusan RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Vivek Sood dari jabatan komisaris terhitung sejak penutupan rapat pada 12 Oktober 2026.
Rapat juga menyetujui pemberian pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Vivek Sood atas tindakan dalam kapasitasnya sebagai komisaris selama periode 1 Januari hingga 12 Oktober 2026, sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam buku-buku perseroan, termasuk laporan keuangan tahun buku 2026 yang akan memperoleh persetujuan dalam RUPS Tahunan, serta bukan merupakan tindakan kriminal.
Sementara itu, Thomas Hundt resmi menjabat sebagai komisaris XLSMART sejak penutupan RUPSLB pada 12 Oktober 2026 hingga berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris pada penutupan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2029.
Baca: XLSMART Catat Kinerja Solid Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 294 Persen
Thomas, 49 tahun, merupakan warga negara Jerman yang memiliki pengalaman di industri telekomunikasi dan teknologi, termasuk pengembangan bisnis, strategi perusahaan, transformasi jaringan berskala besar, serta pengelolaan operasional.
Sejak April 2025, Thomas menjabat sebagai Group Chief Business & Technology Officer Axiata Group. Sebelumnya, sejak Oktober 2021, ia menduduki posisi Group Chief Strategy & Technology Officer.
Dalam peran tersebut, Thomas memimpin penyelarasan aspek bisnis dan teknologi di seluruh Grup Axiata serta mendukung penguatan teknologi, kinerja operasional, dan kesiapan jangka panjang perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bawah grup tersebut.
Pengalamannya di industri telekomunikasi juga mencakup kepemimpinan selama sekitar 14 tahun sebagai CEO pendiri Smart Axiata di Kamboja, sejak pertengahan 2008.
Di bawah kepemimpinannya, Smart berkembang dari perusahaan rintisan (greenfield) menjadi pemimpin pasar melalui penguatan eksekusi bisnis dan konsolidasi industri, termasuk akuisisi Star-Cell pada 2011 serta merger dengan Hello Axiata pada 2013.
Thomas sebelumnya juga pernah menduduki sejumlah posisi kepemimpinan senior di Siemens AG dan Nokia Siemens Networks. Pengalamannya mencakup infrastruktur komunikasi, operasional jaringan, serta pelaksanaan program transformasi berskala besar.
Baca: Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Kini Tersisa 5 BTS Terdampak
Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Azerfon di Azerbaijan.
Dengan keputusan RUPSLB tersebut, susunan Dewan Komisaris XLSMART per 12 Oktober 2026 terdiri atas Arsjad Rasjid sebagai Presiden Komisaris, serta Nik Rizal Kamil, Lay Krisnan Cahya, Thomas Hundt, Sean Quek, dan David R. Dean sebagai komisaris.
Adapun komisaris independen terdiri atas Retno Marsudi, Robert Pakpahan, dan Willem Lucas Timmermans.
RUPSLB juga memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi, untuk melaksanakan keputusan rapat, termasuk mengurus dokumen dan akta yang diperlukan di hadapan notaris maupun otoritas pemerintah terkait.
Perubahan susunan Dewan Komisaris ini diharapkan mendukung kesinambungan pengelolaan perusahaan, efektivitas pengawasan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
XLSMART merupakan perusahaan telekomunikasi yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Perusahaan mengusung semangat innovation with heart dengan menyediakan layanan konektivitas digital bagi lebih dari 69,4 juta pelanggan di seluruh Indonesia.




