LUMINASIA.ID, MAKASSAR - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengembangkan tujuh program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sejumlah wilayah Sulawesi, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga konservasi laut.
Berbagai program tersebut dipaparkan Tim CSR dan SMEPP PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yoga Pratama, dalam kegiatan media visit, Rabu (21/10/2026).
Dalam pemaparannya, Yoga menjelaskan program TJSL dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, penguatan ekonomi, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Program TJSL tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki agar mampu membangun kemandirian ekonomi dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Yoga.
Salah satu program yang dikembangkan berada di Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melalui Agrokompleks Hasanuddin di wilayah ring I Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.
Program ini mengintegrasikan budidaya bebek petelur dengan pemanfaatan limbah makanan sebagai pakan alternatif. Limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sumber lainnya dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi usaha peternakan sekaligus mengurangi limbah organik.
“Melalui Agrokompleks Hasanuddin, kami mengembangkan model peternakan terpadu yang menghubungkan pengelolaan limbah dengan kegiatan produktif masyarakat. Limbah yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif,” kata Yoga.
Selain budidaya, kelompok binaan Laleng Kassi'e mengembangkan hasil peternakan menjadi produk olahan berupa telur asin merek Laleng Kassi'e. Produk tersebut dikemas dalam kotak berisi 10 butir untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi.
Pengembangan produk olahan ini diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran sekaligus memperkuat pendapatan kelompok binaan.
“Pengolahan hasil peternakan menjadi produk bernilai tambah merupakan bagian dari upaya memperkuat usaha kelompok. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjual hasil budidaya, tetapi juga mengembangkan produk yang memiliki peluang pasar,” ujarnya.
Kendari Kembangkan Budidaya Ayam Petelur
Di Kendari, Sulawesi Tenggara, Pertamina mengembangkan program IT Kendari Mata Egg Farm yang menyasar masyarakat rentan, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi.
Program tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur. Pendampingan dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) budidaya, serta pelatihan manajemen usaha.
Yoga menjelaskan, penguatan kapasitas kelompok menjadi salah satu aspek penting agar usaha peternakan dapat berjalan secara lebih terarah.
“Pengembangan Mata Egg Farm tidak hanya menyangkut penyediaan sarana budidaya, tetapi juga peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha. Karena itu, pendampingan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam program ini,” tuturnya.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dan kemampuan pengelolaan usaha yang dapat mendukung kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.
PADU Bitung Buka Ruang bagi Penyandang Disabilitas
Di Bitung, Sulawesi Utara, Pertamina menghadirkan IT Bitung PADU atau Pusat Ajar Disabilitas Unggul. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi penyandang disabilitas, termasuk penyandang disabilitas tuli.
Kegiatan yang dikembangkan mencakup pelatihan membatik dan merangkai manik-manik. Peserta juga mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan serta memasarkan hasil karya agar memiliki nilai ekonomi.
“Program PADU menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bernilai jual,” kata Yoga.
Ia menjelaskan, pengembangan keterampilan dan pendampingan pemasaran diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri serta membuka peluang ekonomi bagi peserta.
Melalui program ini, pemberdayaan masyarakat tidak hanya diarahkan pada peningkatan pendapatan, tetapi juga perluasan kesempatan agar kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
Sehati Darling Perkuat Kesehatan Masyarakat Parepare
Di Parepare, Sulawesi Selatan, program FT Parepare Sehati Darling berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.
Kegiatannya meliputi pelatihan kader posyandu lintas tiga generasi, edukasi gizi keluarga, pemantauan kesehatan anak, remaja, dan lanjut usia, serta upaya pencegahan penyakit.
Program tersebut juga mencakup pengelolaan bank sampah serta penanganan ODGJ.
Yoga menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberlanjutan program kesehatan.
“Melalui Sehati Darling, penguatan kapasitas kader dan edukasi keluarga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Pendekatan berbasis komunitas diharapkan membantu menjaga keberlanjutan kegiatan,” ujarnya.
Selain mendukung peningkatan pengetahuan kesehatan, program ini menghubungkan kegiatan sosial dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah.
Integrated Jaya Farming Padukan Pertanian dan Peternakan
Di Poso, Sulawesi Tengah, Pertamina mengembangkan FT Poso Integrated Jaya Farming yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem.
Salah satu kegiatan utamanya adalah mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk mendukung kesuburan lahan pertanian sekaligus membantu menekan biaya operasional petani.
Program ini juga menerapkan teknik fermentasi rumput dan hijauan untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak, terutama ketika menghadapi musim kemarau.
“Integrasi pertanian dan peternakan memungkinkan sumber daya yang tersedia dimanfaatkan kembali. Kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik, sementara pengelolaan pakan membantu peternak mempersiapkan kebutuhan ternak,” kata Yoga.
Menurut dia, pemanfaatan sumber daya secara terpadu menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung efisiensi usaha dan mengurangi ketergantungan terhadap input produksi dari luar.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pertanian dan peternakan diharapkan dapat saling mendukung serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Mangkasara Ekokreasi Kelola Sampah Perkotaan
Di Makassar, Sulawesi Selatan, program IT Makassar Mangkasara Ekokreasi berfokus pada pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.
Program ini mencakup budidaya maggot, produksi pupuk organik, serta pengolahan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang dikembangkan antara lain paving block, kerajinan tangan, dan segel tangki.
Selain itu, program ini mengembangkan kawasan budidaya anggur ramah lingkungan yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan pariwisata lokal.
Yoga menjelaskan, pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat lebih luas ketika disertai upaya pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
“Pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang terbuang, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan material menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Melalui Mangkasara Ekokreasi, pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas produktif masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih baik.
Pausantara Dorong Konservasi Hiu Paus di Gorontalo
Di Gorontalo, Pertamina mengembangkan program IT Gorontalo Pausantara yang berfokus pada konservasi hiu paus (whale shark).
Kegiatan yang dipaparkan meliputi pembuatan dan pemasangan rumpon untuk mendukung ketersediaan sumber makanan alami, serta pengembangan galeri konservasi dan pusat edukasi publik.
Program edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga kelestarian hiu paus dan ekosistem laut.
“Melalui Pausantara, upaya konservasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di lapangan, tetapi juga dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut,” kata Yoga.
Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan pesisir.
Yoga menjelaskan, berbagai program TJSL tersebut dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Pendekatan ini mencakup pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga konservasi lingkungan.
“Setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, program pemberdayaan perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dan kegiatan yang dikembangkan bisa berkelanjutan,” tuturnya.




