LUMINASIA.ID, BOLA - Laga playoff Piala Dunia 2026 antara Bosnia & Herzegovina melawan Italia bukan sekadar duel perebutan tiket ke turnamen terbesar sepak bola dunia, tetapi juga menjadi panggung ujian mental bagi Gli Azzurri yang masih dihantui kegagalan masa lalu. Bermain di Stadion Bilino Polje, Zenica, Italia datang dengan status unggulan, namun tekanan justru berada di pihak mereka.
Dilansir Sports Illustrated, Italia, juara dunia empat kali, berusaha mengakhiri penantian panjang sejak terakhir tampil di Piala Dunia 2014. Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal playoff sedikit meredakan kecemasan publik, terutama setelah dua kegagalan menyakitkan di edisi 2018 dan 2022. Gol Sandro Tonali dan Moise Kean menjadi simbol kebangkitan, tetapi belum cukup untuk menghapus trauma sepenuhnya.
Di sisi lain, Bosnia & Herzegovina justru datang tanpa beban. Tim peringkat 71 dunia ini berhasil melewati Wales melalui adu penalti, menunjukkan mentalitas bertanding yang kuat di tengah tekanan suporter lawan. Dengan pengalaman satu-satunya tampil di Piala Dunia pada 2014, Bosnia kini berambisi menciptakan kejutan besar.
Sorotan utama tuan rumah tertuju pada Edin Džeko, striker veteran berusia 40 tahun yang masih menjadi andalan. Kehadirannya memberi dimensi pengalaman sekaligus ancaman nyata bagi lini belakang Italia. Sementara itu, Italia mengandalkan performa impresif Moise Kean yang tengah dalam tren positif, termasuk mencetak gol dalam lima laga beruntun—rekor yang mengingatkan publik pada legenda Toto Schillaci.
Secara kualitas, Italia jelas unggul dengan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dan kedalaman skuad yang lebih merata. Namun, bermain di kandang Bosnia menghadirkan tantangan tersendiri. Atmosfer Zenica yang dikenal panas bisa menjadi faktor pembeda, terutama jika Italia gagal mengelola tekanan sejak awal pertandingan.
Pertemuan ini juga menyimpan dinamika emosional. Beberapa pemain Italia sempat terlihat merayakan kemenangan Bosnia atas Wales, seolah lebih memilih menghadapi mereka dibandingkan bermain di Cardiff. Sikap ini berpotensi menjadi bumerang jika Bosnia mampu memanfaatkan motivasi tambahan dari situasi tersebut.
Dengan segala faktor yang ada, pertandingan ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga tentang siapa yang mampu menjaga ketenangan di momen krusial. Italia memang difavoritkan, namun Bosnia memiliki semua elemen untuk menggagalkan skenario tersebut dan menulis sejarah baru.
Prediksi skor mengarah pada kemenangan tipis Italia 2-1, tetapi jika tekanan kembali menghantui, bukan tidak mungkin kejutan besar akan terjadi di Zenica.

