LUMINASIA.ID, 0 BANDAR SERI BEGAWAN – Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah resmi mencabut gelar kerajaan yang disandang menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan tersebut menjadi perhatian publik setelah pihak kerajaan menyebut pencabutan dilakukan atas titah Sultan, sementara sejumlah laporan media mengaitkannya dengan dugaan perilaku yang dinilai tidak pantas.
Pencabutan gelar diumumkan melalui pernyataan resmi Kantor Kepala Protokol Kerajaan (Grand Chamberlain) Brunei pada Sabtu (8/8/2026).
Gelar Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri yang sebelumnya disandang Pengiran Raabi'atul resmi dicabut dan berlaku efektif sejak diumumkan.
Penjabat Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menyampaikan keputusan tersebut merupakan titah langsung Sultan Hassanal Bolkiah.
Meski demikian, pihak Kerajaan Brunei tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik pencabutan gelar tersebut.
Sejumlah media melaporkan pencabutan gelar itu diduga berkaitan dengan perilaku yang dianggap tidak pantas, mencoreng nama baik kerajaan, serta menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Sultan Hassanal Bolkiah.
Baca: Dominasi Garuda Jadi Sinyal Kuat, Rotasi dan Cedera Warnai Laga Kontra Brunei
Namun hingga kini, pihak istana belum memberikan penjelasan mengenai bentuk maupun rincian perilaku yang dimaksud.
Pengiran Raabi'atul merupakan istri Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah.
Keduanya menikah pada April 2015 dalam sebuah prosesi pernikahan mewah di Istana Nurul Iman yang saat itu menarik perhatian dunia.
Busana pengantin Pengiran Raabi'atul dihiasi emas, berlian, dan zamrud, sementara buket bunga yang dibawanya dibuat dari rangkaian logam mulia dan batu permata.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini telah dikaruniai empat orang anak.
Baca: Unismuh Makassar Gandeng Pakar Brunei, Pacu Publikasi Internasional 100 Dosen Menuju Guru Besar
Lahir pada 1992, Pengiran Raabi'atul berasal dari keluarga bangsawan atau Pengiran dan merupakan anak kedua dari 10 bersaudara.
Sejak kecil, ia menempuh pendidikan di sejumlah sekolah bergengsi di Brunei, mulai dari Al-Falaah School, Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, hingga Rimba Secondary School.
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2012, ia sempat berkarier di bidang teknologi informasi sebagai System Data Analyst di sebuah perusahaan konsultan IT sebelum menjadi instruktur di HAD Technologies.
Selain memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi, Pengiran Raabi'atul juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan.
Sejak remaja, ia beberapa kali mengikuti kompetisi membaca Al Quran dan mewakili sekolahnya dalam berbagai ajang tilawah.
Setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, Pengiran Raabi'atul beberapa kali mendampingi suaminya dalam kegiatan resmi keluarga kerajaan, termasuk kunjungan kenegaraan ke Singapura pada 2016.
Di Brunei, ia juga kerap mendampingi Pangeran Abdul Malik saat menjalankan tugas sebagai wakil pribadi Sultan Hassanal Bolkiah.
Keputusan pencabutan gelar ini menjadi sorotan karena langkah tersebut tergolong jarang dilakukan di lingkungan Kesultanan Brunei.
Dalam sistem monarki Brunei, gelar kerajaan bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga mencerminkan kedudukan resmi seseorang di lingkungan keluarga kerajaan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari Pengiran Raabi'atul maupun Pangeran Abdul Malik terkait keputusan Sultan Hassanal Bolkiah tersebut.
Pihak Kerajaan Brunei juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status Pengiran Raabi'atul di lingkungan keluarga kerajaan setelah pencabutan gelarnya.



