# Veda Ega Petik Tiga Poin di Moto3 Austria, Bidik Balapan Berikutnya
**LUMINASIA.ID, JAKARTA** — Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, tetap membawa pulang tiga poin dari Moto3 Austria 2026 setelah perjuangannya untuk finis di posisi empat besar terhenti akibat hukuman *long lap penalty*.
Dalam balapan yang berlangsung Minggu (20/9/2026), Veda sempat melaju ke barisan depan setelah mengawali lomba dari posisi tengah. Kepercayaan dirinya terhadap motor membuat pembalap 17 tahun itu mampu bersaing hingga mendekati posisi empat besar.
Baca: Veda Ega Pratama Tuntaskan Persaingan Moto3 San Marino, Finis Posisi ke-18
Namun, upayanya untuk menyalip David Munoz berujung kontak. *Race Director* Moto3 Austria 2026 kemudian memutuskan Veda bersalah dan menjatuhkan *long lap penalty*.
Hukuman tersebut membuat posisi Veda merosot jauh hingga urutan ke-13. Padahal, sebelumnya pembalap asal Wonosari itu sempat berada di posisi empat besar.
"Saya senang dengan hasil hari ini. Tentu saya kecewa karena saya tidak memenangkan balapan yang saya perjuangkan, tapi finis di posisi ke-13 dan mendapat poin tetaplah positif," kata Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Senin (21/9).
Veda mengakui dirinya kembali mendapatkan kepercayaan diri terhadap tunggangannya. Kondisi tersebut membantunya bergerak dari barisan tengah menuju kelompok depan sejak awal balapan.
"Saya memperjuangkan finis di posisi empat besar karena kepercayaan diri terhadap sepeda motor dan diri saya sangat baik. Sayangnya, ada sentuhan dengan pembalap lain dan mencoba menyalipnya, tapi saya menghormati keputusan direktur balapan sehingga saya menerima penalti long lap," ujarnya.
Meski kehilangan peluang finis di posisi empat besar, Veda tetap melihat tiga poin yang diraihnya sebagai hasil positif.
Baca: Honda Team Asia Evaluasi Hasil Balapan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji
Pembalap kelahiran 23 November 2005 itu kini mulai mengalihkan fokus ke seri berikutnya. Ia menyebut sudah memiliki pengalaman balapan di Motegi, Sepang, dan Mandalika.
"Tiga poin adalah hal baik dan kami menatap balapan selanjutnya di belahan benua lain. Saya sudah berpengalaman di Motegi, Sepang, dan Mandalika sehingga saya benar-benar antusias untuk balapan-balapan tersebut," katanya.



