LUMINASIA.ID, MAKASSAR - SMA Stella Gracia Makassar keluar sebagai juara 1 AQUA DBL Dance Competition 2026 pada ajang Honda DBL South Sulawesi 2026 di GOR Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat (25/9/2026).
Gelar juara tersebut diraih Stella Gracia setelah tampil dalam persaingan yang diikuti puluhan tim dance pada rangkaian kompetisi tersebut.
Kemenangan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Stella Gracia karena merupakan kali pertama mereka mengikuti kompetisi dance tersebut.
Dilansir Keker perwakilan tim Stella Gracia, Violin Suciadi, mengatakan gelar juara 1 berada di luar target awal tim yang hanya berharap bisa masuk tiga besar.
“Sebenarnya agak di luar ekspektasi, karena kita cuma harapkan itu juara tiga. Pas diumumkan juara tiga dan juara dua nama kita tidak dipanggil, kita sudah lose hope (kehilangan harapan) sebenarnya,” ungkap Violin seusai penyerahan trofi.
Harapan itu kembali muncul ketika nama Stella Gracia akhirnya disebut sebagai juara 1.
“Pas diumumkan jadi juara satu, kita kaget banget karena kita sebenarnya tidak mengharapkan juara satu, apalagi kita newbie di sini,” tambahnya.
Gelar juara tersebut menjadi hasil dari persiapan yang dilakukan tim Stella Gracia sebelum tampil di panggung.
Mereka berlatih hingga larut malam di sekolah untuk menyempurnakan setiap detail koreografi dan konsep pertunjukan.
Para anggota tim juga tidak hanya fokus pada kemampuan menari, tetapi ikut mempersiapkan berbagai properti panggung yang digunakan dalam penampilan.
Konsep yang dibawakan Stella Gracia turut menjadi bagian penting dari penampilan mereka.
Pertunjukan tersebut mengangkat cerita tentang bangsa asing yang masuk ke Indonesia dan membawa para penari ke sebuah fase ketika mereka berada di titik terendah atau down.
Dari kondisi tersebut, para penari kemudian menggambarkan proses bangkit hingga menemukan momentum kejayaan.
Simbol gugur bunga digunakan untuk memperkuat pesan perjuangan yang disampaikan melalui pertunjukan.
Cerita tersebut kemudian dipadukan dengan gerakan, ekspresi, musik, dan properti sehingga menghasilkan penampilan yang mengantarkan Stella Gracia menjadi juara 1.
Bagi Violin dan seluruh anggota tim, kemenangan tersebut bukan hanya tentang trofi yang mereka bawa pulang, tetapi juga menjadi hasil dari proses panjang yang mereka jalani bersama.
Gelar juara itu dipersembahkan kepada sang pelatih atau coach serta kedua orang tua yang terus memberikan dukungan selama proses persiapan.
Violin mengatakan, sang coach sebelumnya bahkan sempat meragukan peluang tim untuk menembus lima besar.
“Awalnya coach kita orangnya pesimis banget, bahkan sempat bilang kita pasti enggak masuk top 5. Tapi setelah masuk top 5, kita nangis bareng, latihan tiap hari, dan akhirnya bisa top 1,” tuturnya.
Perjalanan Stella Gracia dari tim yang baru pertama kali mengikuti kompetisi hingga berhasil menjadi juara 1 menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan bagi seluruh anggota tim.
“Saya mau kasih apresiasi besar ke coach dan orang tua yang terus meyakinkan saya,” pungkas Violin penuh haru.



