LUMINASIA.ID – Shockbreaker menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor Honda karena berfungsi meredam guncangan sekaligus menjaga kenyamanan dan kestabilan saat berkendara.
Seiring pemakaian, kinerja shockbreaker dapat menurun akibat beban berlebih, kondisi jalan yang rusak, hingga kurangnya perawatan, sehingga pengendara perlu mengenali tanda-tanda kerusakan sejak dini.
TIps Honda dikutip dari artikel Daya Motor terdapat sejumlah gejala yang perlu diperhatikan untuk mengetahui kondisi suspensi motor.
Salah satu tandanya adalah shockbreaker terasa terlalu keras sehingga motor sulit meredam hentakan, menimbulkan getaran berlebih, dan berpotensi membuat kendaraan oleng saat bermanuver.
Sebaliknya, shockbreaker yang terlalu empuk juga perlu diwaspadai karena dapat membuat motor terasa limbung ketika melaju dalam kecepatan tinggi dan menyebabkan suspensi menghantam batas maksimal atau bottoming.
Tanda lainnya adalah kebocoran oli pada shockbreaker yang dapat dikenali dari munculnya cairan di sekitar tabung suspensi, yang lama-kelamaan menghitam akibat bercampur debu dan lumpur.
Menurut Daya Motor, kebocoran tersebut dapat disebabkan oleh seal yang rusak, jalur pembuangan yang bermasalah, atau tabung shockbreaker yang retak.
Cara Merawat Shockbreaker Motor Honda
Untuk menjaga kinerja shockbreaker tetap optimal, pemilik motor Honda disarankan membersihkan bagian suspensi secara rutin agar kotoran tidak menumpuk dan merusak seal yang berpotensi memicu kebocoran oli.
Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur karena benturan keras dapat mempercepat kerusakan suspensi.
Selain itu, penggunaan aksesori tidak resmi, seperti adaptor dan peninggi suspensi yang tidak sesuai, sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi shockbreaker dan membahayakan keselamatan berkendara.
Daya Motor juga mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak membawa beban melebihi kapasitas yang ditentukan pabrikan karena dapat membuat shockbreaker bekerja terlalu berat, mempercepat keausan, bahkan berisiko menyebabkan batang suspensi bengkok.
Perawatan oli shockbreaker turut menjadi perhatian. Daya Motor menyarankan penggantian oli shockbreaker setiap 20.000 kilometer atau dua tahun sekali agar performanya tetap terjaga.
Periksa Kondisi Motor di AHASS
Selain melakukan perawatan mandiri, pemilik sepeda motor Honda dianjurkan memeriksakan kondisi suspensi dan komponen kendaraan lainnya secara berkala di bengkel resmi Honda atau Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).
Pemeriksaan oleh mekanik dapat membantu mengetahui kondisi komponen dan menentukan perawatan yang diperlukan agar motor tetap nyaman dan aman digunakan.




