Luminasia, 24 April 2025 — Yayasan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bekerja sama dengan Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) tengah membuka kesempatan bagi para pemuda berusia 18–22 tahun yang peduli lingkungan untuk menjadi relawan dalam program pengujian sampel mikroplastik di udara.
Kegiatan ini akan dilaksanakan di 20 kota di seluruh Indonesia dan bertujuan untuk mengukur kadar kontaminasi mikroplastik yang tersebar di atmosfer.
"Melalui program ini, kami ingin mengajak anak muda untuk turut berkontribusi aktif dalam riset lingkungan, khususnya mengenai mikroplastik yang kini telah mencemari udara," ujar Alaika Rahmatullah, Peneliti dari Ecoton.
Para relawan tidak hanya akan membantu dalam pengambilan sampel mikroplastik di tiga titik kota mereka, tetapi juga akan mendapatkan pelatihan daring, workshop pengambilan sampel, serta pelatihan kampanye media sosial.
Yang menarik, peserta tidak perlu memiliki pengalaman sebelumnya karena seluruh relawan akan mendapatkan pembekalan menyeluruh. Selain ilmu dan pengalaman, para relawan juga akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Alaika juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah awal untuk mendorong pemerintah menetapkan baku mutu mikroplastik.
“Jika baku mutu ini dapat ditetapkan, maka akan ada dasar hukum untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai, yang merupakan sumber utama kontaminasi mikroplastik. Apalagi berdasarkan penelitian terbaru dari Cornell University, masyarakat Indonesia menjadi salah satu yang paling banyak mengonsumsi mikroplastik, hingga 15 gram per bulan,” jelasnya.
Bagi yang tertarik menjadi bagian dari agen perubahan lingkungan ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: https://bit.ly/MikroplastikVolunteer.
Kampanye ini merupakan bagian dari komitmen Ecoton dalam menyuarakan pentingnya pengurangan plastik sekali pakai serta upaya nyata penyelamatan lingkungan dari ancaman mikroplastik yang tak kasat mata, namun berdampak nyata.

