Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Dari Tambang ke Filantropi Seni: Langkah Strategis Dato Low Tuck Kwong di Balik Lelang Kuda Api SBY

Kamis, 19 Februari 2026 14:43
Editor: diku
  • Bagikan
Low Tuck Kwong (Kompas Money)

LUMINASIA.ID, NASIONAL - Nama Low Tuck Kwong kembali menguat di ruang publik setelah ia memenangkan lelang lukisan “Kuat Laksana Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan harga Rp 6,5 miliar dalam perayaan Imlek 2026 di Djakarta Theater, Jakarta. Namun, di balik angka fantastis itu, ada narasi lain yang menarik: bagaimana seorang taipan batu bara memposisikan diri dalam lanskap ekonomi, sosial, dan simbolik Indonesia hari ini.

Lebih dari Sekadar Kolektor

Dilansir Kompas, lelang tersebut bukan sekadar transaksi seni. Dalam konteks sosial-politik, kehadiran Low Tuck Kwong di panggung lelang karya SBY memperlihatkan bagaimana elite bisnis Indonesia memainkan peran dalam ruang-ruang simbolik—mulai dari filantropi, jejaring politik, hingga diplomasi budaya.

Low bukan sosok baru dalam dunia bisnis. Ia adalah pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu eksportir batu bara terbesar di Indonesia. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008, Bayan Resources menjadi tulang punggung kekayaannya. Forbes mencatat kekayaannya pada akhir 2025 mencapai sekitar US$23,7 miliar, menempatkannya di posisi kedua orang terkaya di Indonesia.

Namun, langkahnya memenangkan lukisan bernilai miliaran rupiah membuka sisi lain: partisipasi dalam ekosistem seni dan kegiatan sosial yang kerap menjadi ruang pertemuan antara pengusaha, politisi, dan publik.

Transformasi Energi dan Reputasi

Menariknya, Low Tuck Kwong tidak hanya bergerak di sektor batu bara. Ia juga mengendalikan Metis Energy berbasis di Singapura, yang bergerak di bidang energi terbarukan. Diversifikasi ini sering dibaca sebagai strategi jangka panjang di tengah transisi energi global.

Dalam konteks tersebut, aksi di ruang seni dan filantropi bisa dilihat sebagai bagian dari repositioning—membangun citra bukan hanya sebagai raja batu bara, tetapi juga sebagai figur yang terlibat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

Lelang lukisan “Kuda Api” yang awalnya dibuka Rp 200 juta dan melonjak hingga Rp 6,5 miliar menunjukkan bagaimana simbol kepemimpinan dan kekuatan—tema utama karya SBY—resonansinya tidak hanya artistik, tetapi juga politis dan ekonomis.

Jejak Panjang dari Singapura ke Indonesia

Lahir di Singapura pada 17 April 1948, Low memulai karier dari bisnis konstruksi keluarga sebelum pindah ke Indonesia pada awal 1970-an. Pada akhir 1990-an, ia membeli tambang pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal, yang menjadi fondasi berdirinya Bayan Resources.

Perjalanannya mencerminkan tipikal konglomerat Asia Tenggara generasi lama: memulai dari sektor riil, memperluas jejaring, lalu mengonsolidasikan posisi melalui pasar modal.

Simbol Kuasa dan Momentum Imlek

Peristiwa lelang yang berlangsung dalam perayaan Imlek Partai Demokrat menambah lapisan makna. Imlek identik dengan simbol keberuntungan dan pembaruan. Sementara “Kuda Api” merepresentasikan kekuatan dan daya juang.

Ketika Low menutup lelang dengan tawaran Rp 6,5 miliar, publik tidak hanya melihat angka, tetapi juga pesan: pengaruh ekonomi masih menjadi aktor kunci dalam panggung kebudayaan dan politik Indonesia.

Di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan transisi energi, langkah-langkah simbolik seperti ini sering kali berbicara lebih lantang daripada laporan keuangan.

Tags: Low Tuck Kwong Lukisan SBY

Populer

  • 1
    UPDATE! Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,6 Juta
  • 2
    Diskon Listrik 50 Persen dari PLN Berlaku hingga 10 Maret 2026, Ini Cara Dapat Diskon
  • 3
    Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano Dikabarkan Meninggal Dunia
  • 4
    Malam Nuzulul Qur’an 2026 Dimulai 6 Maret Usai Maghrib, Ini Makna dan Amalan yang Dianjurkan
  • 5
    JNE Content Competition 2026 Resmi Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah dan Holy Land

Ekonomi

  • Gandeng Sal Priadi IM3 Sosiaslisasikan Kecanggihan Satspam+, Lindungi Pelanggan dari Penipuan Termasuk via WhatsApp
    Gandeng Sal Priadi IM3 Sosiaslisasikan Kecanggihan Satspam+, Lindungi Pelanggan dari Penipuan Termasuk via WhatsApp
  • Pasokan BBM dan LPG Dijamin Aman Selama Ramadan hingga Idul Fitri
    Pasokan BBM dan LPG Dijamin Aman Selama Ramadan hingga Idul Fitri
  • Diskon Listrik 50 Persen dari PLN Berlaku hingga 10 Maret 2026, Ini Cara Dapat Diskon
    Diskon Listrik 50 Persen dari PLN Berlaku hingga 10 Maret 2026, Ini Cara Dapat Diskon

Peristiwa

  • New Veloz Hybrid EV Resmi Mengaspal di Makassar, Kalla Toyota Catat 500 Pemesanan
    New Veloz Hybrid EV Resmi Mengaspal di Makassar, Kalla Toyota Catat 500 Pemesanan
  • Jadi Pembicara Diskusi di UNM, Taruna Ikrar Ungkap Peran Neurosains dalam Membentuk Kepemimpinan Masa Depan
    Jadi Pembicara Diskusi di UNM, Taruna Ikrar Ungkap Peran Neurosains dalam Membentuk Kepemimpinan Masa Depan
  • JMSI Sulsel Resmikan Kantor di Jl AP Pettarani Makassar, Dirangkaikan Buka Puasa dan Berbagi Takjil
    JMSI Sulsel Resmikan Kantor di Jl AP Pettarani Makassar, Dirangkaikan Buka Puasa dan Berbagi Takjil
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID