Luminasia, Makassar, 17 Mei 2025 – Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) DPD Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) di Universitas Ciputra Makassar. Mengusung tema “Tegakkan Keadilan” yang diambil dari kitab Amos 5:15, konferensi ini menjadi momentum refleksi dan aksi nyata para intelektual Kristen dalam membangun peran strategis di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Adrie Massie, M.Th. Dalam renungannya, ia mengajak peserta untuk kembali menanamkan nilai keadilan sebagai fondasi dalam berorganisasi dan melayani, sekaligus meneguhkan komitmen iman dalam kehidupan publik.
Setelah ibadah, agenda dilanjutkan dengan pembacaan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT), serta pemaparan Visi dan Misi PIKI. Pembacaan ini menjadi landasan arah gerakan organisasi yang senantiasa relevan dalam menjawab dinamika sosial dan tantangan kebangsaan.
Ketua Panitia Konferda yang juga anggota PIKI, Albert Palangda, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kerja panitia. Ia memaparkan proses persiapan acara serta harapan agar Konferda ini mampu menjadi ruang konsolidasi dan penguatan peran PIKI di Sulawesi Selatan.
Konferda PIKI Sulsel turut dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya dari Bidang Kesejahteraan Ekonomi Rakyat. Kehadiran ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap sinergi bersama elemen masyarakat sipil berbasis nilai dan keilmuan.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menyatakan harapan agar PIKI dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “Semoga PIKI dapat berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjalankan program kerjanya dengan aksi nyata,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan arah pemikiran yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PIKI, Dr. Audy Wuisang. Ia menegaskan bahwa Indonesia tengah membutuhkan gerakan intelektual berbasis nilai gereja untuk menjawab berbagai tantangan nasional.
“Saatnya wujudkan perubahan dari berbagai problematika bangsa Indonesia. Maka dari itu, mari kita wujudkan melalui PIKI sebagai gerakan intelektual gereja, dari reformasi bangsa hingga hari ini,” ujar Dr. Wuisang dalam pidatonya.
Selain dihadiri oleh tokoh gereja dan akademisi, Konferda ini juga melibatkan Dr. Since Erna Lamban, SP, MP., serta sejumlah undangan dari berbagai unsur masyarakat. Konferda diharapkan menjadi titik awal sinergi baru antara iman, ilmu, dan pengabdian untuk kemajuan bangsa.

