Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Pelantikan Pejabat Eselon II Pemprov Jakarta Disoal, karena 20 Kader PDIP Duduki Jabatan

Selasa, 12 Agustus 2025 15:39
Editor: Maharani
  • Bagikan
pelantikan pejabat

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melantik 59 pejabat eselon II dil ingkungan Pemprov DKI Jakarta, Rabu (7/5/2025) lalu, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 6419/B-BM.02.01/SD/K/2025 tanggal 27 April 2025, Nomor 6680/B-BM.02.01/SD/K/2025 tanggal 2 Mei 2025, dan Nomor 04092/R-AK.02.03/SD/K/2025 tentang Rekomendasi Pengisian dan Mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pelantikan juga merujuk pada Surat Ketua DPRD DKI Jakarta Nomor 365/KG.04, Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.3.3-2195 Tahun 2025, serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 385 Tahun 2025 tanggal 7 Mei 2025 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pegawai Negeri Sipil.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa pengisian jabatan bertujuan memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Evaluasi dan seleksi dilakukan dengan melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Pejabat terpilih disebut merupakan hasil seleksi berbasis integritas, kompetensi, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika birokrasi dan kebutuhan masyarakat. Perombakan ini menjadi bagian dari konsolidasi internal reformasi birokrasi, sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada warga Jakarta.

Namun, di balik proses tersebut, muncul dugaan kecurangan.

Dipaparkan dalam rilis yang diterima luminasia.id, Selasa (12/8/2025) salah satu ASN di Kedeputian Gubernur DKI Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi, berinisial SW, mengungkapkan adanya indikasi skandal yang melibatkan salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan berinisial IM dan Sekda DKI Jakarta berinisial MM.

Menurut SW, keduanya diduga berkolaborasi meloloskan sekitar 20 orang dari 59 pejabat yang dilantik, yang disebut merupakan orang dekat atau kader partai tertentu.

“Ada sekitar 20 orang yang dilantik itu orangnya kader PDIP yang sekarang menjadi pimpinan di DPRD DKI berinisial IM. Dia berkolaborasi dengan Sekda DKI Jakarta berinisial MM agar bisa meloloskan mereka tanpa sepengetahuan Gubernur. Sayang sekali Bapak Gubernur Pramono Anung tidak menyadari hal itu,” kata SW kepada wartawan, Senin (11/8/2025).

SW mengaku mendapat informasi tersebut dari empat kader PDIP yang juga anggota DPRD DKI berinisial IDM, PN, PS, dan MS. Disebutkan, tindakan IM dilakukan atas arahan kekasihnya berinisial DDY dan tangan kanannya yang berinisial HMT.

IM, kata SW, ditugaskan DDY untuk berkolaborasi dengan Sekda MM agar dapat menempatkan pejabat eselon II strategis. Tujuannya, mengatur proyek-proyek dengan bantuan HMT yang bertindak sebagai operator.

IM juga disebut kerap memanggil kepala dinas, direktur utama BUMD DKI, hingga kontraktor ke ruang kerjanya untuk mengatur proyek. Operatornya, HMT, kerap terlihat bersama staf Gubernur berinisial UDN dan WSN mendatangi ruang Sekda MM.

Lebih jauh, SW mengklaim bahwa IM bersama DDY juga berkolaborasi dengan salah satu pimpinan KPK periode saat ini untuk menekan Sekda MM, para kepala dinas, dan dirut BUMD agar menuruti semua permintaan.

“IM dengan backup dari pimpinan KPK periode sekarang sering memanggil dan memaksa kepala dinas, direktur utama BUMD DKI Jakarta, dan kontraktor ke ruangannya untuk mengatur proyek, bersama dengan operator pacarnya yang berinisial DDY yaitu HMT dan UDN serta WSN selaku staf Gubernur DKI Jakarta,” ujarnya.

SW pun mengingatkan agar Gubernur DKI Jakarta berhati-hati dalam pelantikan pejabat eselon III dan IV mendatang. Ia menilai kelompok tersebut akan kembali berupaya meloloskan orang-orangnya, terutama pada posisi camat, lurah, dan dinas teknis.

“Mereka sudah pasang kuda-kuda untuk menaruh orang-orangnya di jajaran pejabat eselon 3 dan eselon 4 yang rencananya akan dilantik berikutnya. Pak Gubernur Pramono harus hati-hati agar tidak kecolongan lagi,” tegas SW.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pimpinan DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan berinisial IM maupun Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali.

Tags: seleksi cpns 2025

Baca Juga

Siap Seleksi CPNS 2025: Ini Cara Buat Akun SSCASN di sscasn.bkn.go.id dan Syarat Umum, untuk Pendaftaran CPNS
Siap Seleksi CPNS 2025: Ini Cara Buat Akun SSCASN di sscasn.bkn.go.id dan Syarat Umum, untuk Pendaftaran CPNS
Seleksi CPNS 2025 Sudah Dimulai, SSCASN BKN Sudah Aktif Ini Cara Daftar, Kejaksaan RI Sudah Buka!
Seleksi CPNS 2025 Sudah Dimulai, SSCASN BKN Sudah Aktif Ini Cara Daftar, Kejaksaan RI Sudah Buka!

Populer

  • 1
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 2
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 3
    Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta
  • 4
    Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan
  • 5
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Ekonomi

  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID