LUMINASIA.ID, JAKARTA – Saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie mencatat penguatan signifikan sepanjang perdagangan 9–13 Februari 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Reli harga disertai lonjakan volume dan frekuensi transaksi, dengan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi motor utama pergerakan.
Berdasarkan data perdagangan BEI, BUMI naik 56 poin atau 23,73% dalam sepekan dan ditutup di level Rp292 per saham.
Dari sisi aktivitas, BUMI membukukan volume transaksi 50,27 miliar saham atau sekitar 22,22% dari total volume perdagangan di BEI selama periode tersebut. Frekuensi transaksinya mencapai 875 ribu kali, menjadikannya saham paling aktif sepanjang pekan.
Baca: Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan
Penguatan juga terjadi pada saham lain di bawah naungan Grup Bakrie. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terapresiasi 110 poin atau 11,34% ke Rp1.080 per saham. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melonjak 148 poin atau 31,36% ke level Rp620 per saham.
Di sektor energi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat kenaikan 420 poin atau 37,67% ke Rp1.535 per saham. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turut menguat 140 poin atau 17,18% ke Rp955 per saham.
Saham holding dan properti Grup Bakrie juga bergerak naik. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bertambah 22 poin atau 27,16% ke Rp103 per saham. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menguat 12 poin atau 33,33% ke Rp48 per saham.
Di sektor perkebunan, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatat kenaikan paling tinggi secara persentase, melonjak 140 poin atau 73,68% ke Rp330 per saham. Adapun PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) naik 11 poin atau 25% ke Rp55 per saham, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menguat 7 poin atau 21,88% ke Rp39 per saham, dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) bertambah 7 poin atau 21,21% ke Rp409 per saham.
Reli saham-saham Grup Bakrie berlangsung sejalan dengan penguatan sektor energi dan bahan baku yang menjadi penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sektor energi tercatat naik 11,94%, tertinggi dibanding sektor lainnya, sementara sektor basic materials menguat 9,66%.
Baca: Harga Saham Konami Turun 0,93 Persen ke 53,50 Euro di Bursa Munich, Market Cap 14,5 Miliar
Kendati demikian, arus dana asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp5,47 triliun di pasar saham domestik selama periode 9–13 Februari 2026. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan saham, termasuk pada saham-saham Grup Bakrie, lebih banyak ditopang oleh partisipasi investor domestik.
Pergerakan saham Grup Bakrie yang mencolok dalam sepekan terakhir menempatkan sejumlah emiten tersebut sebagai pusat perhatian pelaku pasar, terutama di tengah dinamika sektor energi dan komoditas yang masih menjadi sentimen utama pasar saham Indonesia.

