Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Instalasi di National Mall Angkat Luka Lama Kasus Jeffrey Epstein, Soroti Korban Kekerasan Seksual yang Terlupakan

Selasa, 20 Januari 2026 18:12
Editor: diku
  • Bagikan
Instalasi (alamy)

LUMINASIA, Washington, D.C. — Kemunculan instalasi raksasa di National Mall, Washington, D.C., pada Senin (19/1), kembali membuka luka lama terkait kasus kekerasan seksual yang melibatkan mendiang miliarder Jeffrey Epstein. Di balik kontroversi visual dan polemik politik, aksi ini mengingatkan publik pada inti persoalan yang kerap terpinggirkan: para korban perdagangan dan kekerasan seksual yang hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan keadilan.

Dilansir Yahoo, Jeffrey Epstein, yang meninggal dunia di penjara pada 2019 saat menghadapi dakwaan perdagangan seks anak, dikenal sebagai pusat jaringan eksploitasi seksual yang melibatkan perempuan dan anak di bawah umur. Meski bertahun-tahun berlalu, banyak dokumen terkait kasus ini masih belum dibuka sepenuhnya ke publik, memicu kritik dari kelompok advokasi korban kekerasan seksual.

Kelompok aktivis The Secret Handshake, yang mengklaim bertanggung jawab atas instalasi tersebut, menyatakan bahwa aksi mereka bertujuan menekan pemerintah agar lebih transparan dalam menangani arsip kasus Epstein. Menurut mereka, lambannya pengungkapan dokumen bukan hanya soal politik atau figur publik, tetapi berdampak langsung pada pengakuan penderitaan korban yang selama ini dibungkam oleh kekuasaan dan uang.

Organisasi pendamping korban kekerasan seksual menilai kasus Epstein sebagai simbol kegagalan sistem hukum dalam melindungi korban eksploitasi seksual kelas bawah ketika berhadapan dengan pelaku berpengaruh. “Setiap kali fokus publik bergeser ke skandal politik, kita lupa bahwa ada perempuan dan anak yang hidupnya hancur akibat kekerasan seksual,” ujar seorang aktivis hak korban di Washington.

Instalasi tersebut juga menyediakan ruang partisipasi publik, di mana pengunjung dapat menuliskan pesan solidaritas atau tuntutan keadilan. Banyak pesan yang ditinggalkan menyinggung trauma korban, tuntutan akuntabilitas, serta kritik terhadap budaya impunitas yang memungkinkan predator seksual beroperasi selama bertahun-tahun tanpa hukuman setimpal.

Pengamat hukum menekankan bahwa membuka seluruh arsip Epstein bukan semata-mata soal mengungkap siapa saja yang terlibat, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap penderitaan korban. Transparansi dinilai penting untuk mencegah terulangnya pola eksploitasi serupa di masa depan.

Kasus Epstein terus menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual, terutama yang melibatkan jaringan elit, sering kali tertutup oleh kekuasaan dan pengaruh. Instalasi di National Mall ini, terlepas dari kontroversinya, kembali menempatkan korban di pusat perhatian publik — sebuah hal yang selama ini terlalu sering terabaikan.

Tags: Jeffrey Epstein

Baca Juga

Prince Andrew Ditangkap atas Dugaan Pelanggaran Jabatan, Adik Charles Raja Inggris Terbukti Punya Hubungan dengan Jeffrey Epstein
Prince Andrew Ditangkap atas Dugaan Pelanggaran Jabatan, Adik Charles Raja Inggris Terbukti Punya Hubungan dengan Jeffrey Epstein

Populer

  • 1
    Munafri Sukses Efisiensi Anggaran hingga Rp60 Miliar, Hentikan Pengadaan Randis Baru dan Pangkas Perjalanan Dinas
  • 2
    Saham BCA Anjlok 5,45 Persen pada Sesi I, Tekanan Jual Mendominasi Sejak Pembukaan
  • 3
    Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman: Sulsel 76.772 Ton
  • 4
    Huawei Watch Fit 5 Series: Perang Fitur Kesehatan Kian Sengit di Pasar Smartwatch
  • 5
    Milad ke-42, Athirah Bakal Libatkan 1.000 Peserta pada Puncak Perayaan

Ekonomi

  • IHSG Anjlok 3,06 Persen ke 7.152,85, Tekanan Jual Dominasi Sesi Pagi
    IHSG Anjlok 3,06 Persen ke 7.152,85, Tekanan Jual Dominasi Sesi Pagi
  • Wali Kota Makassar Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah saat WFH
    Wali Kota Makassar Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah saat WFH
  • Saham BCA Anjlok 5,45 Persen pada Sesi I, Tekanan Jual Mendominasi Sejak Pembukaan
    Saham BCA Anjlok 5,45 Persen pada Sesi I, Tekanan Jual Mendominasi Sejak Pembukaan

Peristiwa

  • Sindikat Phishing Global Terbongkar: Ancaman Nyata Keamanan Data dan Finansial Masyarakat
    Sindikat Phishing Global Terbongkar: Ancaman Nyata Keamanan Data dan Finansial Masyarakat
  • Kasus D4vd Soroti Ancaman Eksploitasi Anak di Era Digital, Jaksa Ungkap Temuan Sensitif
    Kasus D4vd Soroti Ancaman Eksploitasi Anak di Era Digital, Jaksa Ungkap Temuan Sensitif
  • Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka: Ujian Integritas Lembaga Keagamaan dan Perlindungan Anak
    Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka: Ujian Integritas Lembaga Keagamaan dan Perlindungan Anak
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID