Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Tren Takjil Ramadan 2026: Bukan Sekadar Manis, Kini Sehat, Estetik, dan Siap Jualan

Kamis, 19 Februari 2026 13:37
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi Takjil Ramadhan (chatgpt)

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Memasuki Ramadan 2026, tren takjil di Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya takjil identik dengan makanan manis dan berlemak tinggi, kini masyarakat mulai mengutamakan pilihan yang lebih sehat, estetik, dan bernilai jual. Takjil tak lagi sekadar hidangan berbuka puasa, tetapi juga menjadi peluang bisnis musiman yang menjanjikan, terutama bagi pelaku usaha rumahan dan UMKM kuliner.

Dilansir Media Indonesia, perubahan preferensi konsumen terlihat dari meningkatnya minat terhadap takjil berbasis buah asli, pemanis alami, serta konsep fusion yang memadukan cita rasa tradisional dan modern. Menu seperti mango sago dengan tambahan keju, kolak dengan topping kekinian, hingga minuman buah tanpa pemanis buatan menjadi favorit baru di pasaran. Selain rasa, tampilan visual juga berperan besar karena banyak pembeli mempertimbangkan estetika produk yang dapat dibagikan di media sosial.

Kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat turut memengaruhi tren takjil tahun ini. Konsep clean eating mulai masuk ke pasar arus utama Ramadan, ditandai dengan penggunaan bahan alami seperti madu, kurma, dan stevia sebagai pengganti gula berlebih. Takjil dengan santan juga mulai dimodifikasi menggunakan krimer nabati agar lebih rendah kolesterol dan tahan lama, terutama untuk kebutuhan jualan.

Di sisi bisnis, Ramadan tetap menjadi momentum emas bagi pelaku usaha kuliner skala kecil. Dengan modal relatif terjangkau, berbagai menu takjil dapat dijual dengan margin keuntungan menarik. Minuman creamy berbasis buah, misalnya, dapat diproduksi dengan modal sekitar Rp5.000–Rp7.000 per porsi dan dijual hingga Rp12.000–Rp15.000. Sementara dessert tradisional yang dimodifikasi secara modern bisa dibuat dengan biaya Rp4.000–Rp6.000 dan dijual Rp10.000–Rp13.000 per porsi.

Beberapa menu diprediksi menjadi primadona Ramadan 2026. Es jelly dengan susu evaporasi dan biji selasih yang dikemas dalam botol estetik menjadi salah satu yang viral. Selain itu, kolak sehat tanpa santan dengan campuran pisang, ubi, labu, gula aren, dan krimer nabati juga diminati karena lebih ringan dan ramah kesehatan. Menu seperti ini dinilai mampu menjangkau konsumen yang ingin tetap menikmati takjil tanpa khawatir asupan gula dan lemak berlebih.

Bagi pelaku usaha baru, strategi sederhana dapat meningkatkan peluang penjualan. Menentukan maksimal tiga menu andalan, melakukan survei harga bahan baku di pasar lokal, serta menggunakan kemasan menarik menjadi langkah awal yang penting. Promosi melalui media sosial dengan foto produk berkualitas juga terbukti efektif meningkatkan minat beli, terutama untuk pasar anak muda dan pekerja urban.

Ramadan 2026 menunjukkan bahwa takjil kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Perpaduan rasa lezat, tampilan menarik, dan nilai kesehatan menjadi kunci utama menarik perhatian konsumen. Bagi masyarakat, ini membuka peluang untuk menikmati hidangan berbuka yang lebih variatif. Sementara bagi pelaku usaha, tren ini menjadi kesempatan untuk meraih keuntungan dari inovasi kuliner musiman yang terus berkembang.

Tags: Takjil Ramadhan 2026

Populer

  • 1
    BMKG: Siaga Tsunami di Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng! Bone hingga Palopo Waspada
  • 2
    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Getarannya Terasa hingga Makassar
  • 3
    CEO Kalla Toyota Robby Wijaya Raih Sulsel Industry Marketing Champion 2026 Kategori Otomotif
  • 4
    XLSMART Hadirkan Promo Kemerdekaan, Paket Data Mulai Rp29 Ribu hingga Diskon Internet Rumah 40 Persen
  • 5
    Merdeka Flash Sale 17.45 Bugis Waterpark, Tiket Masuk Mulai Rp17 Ribu

Ekonomi

  • Asmo Sulsel dan Polsek Somba Opu Edukasi Keselamatan Berkendara untuk 65 Pelajar SMA Hasanuddin Gowa
    Asmo Sulsel dan Polsek Somba Opu Edukasi Keselamatan Berkendara untuk 65 Pelajar SMA Hasanuddin Gowa
  • KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
    KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
  • Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia

Peristiwa

  • Semarak HUT RI ke-81, Pelindo Group Makassar Gelar Senam, Fun Games dan Bazar UMKM
    Semarak HUT RI ke-81, Pelindo Group Makassar Gelar Senam, Fun Games dan Bazar UMKM
  • Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
    Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
  • Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
    Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID