LUMINASIA.ID, BOLA - Perdebatan antara Neymar dan Wayne Rooney kembali memanas, namun kali ini Rio Ferdinand memilih mengambil sudut pandang berbeda: bukan soal siapa yang lebih hebat, melainkan bagaimana publik menilai keduanya.
Dilansir Yahoo Sport, Legenda Manchester United itu secara terbuka mengkritik kecenderungan bias Premier League dalam diskusi sepak bola global. Menurutnya, banyak perbandingan yang muncul bukan didasarkan pada analisis objektif, melainkan karena kedekatan emosional penonton dengan liga Inggris.
Ferdinand menegaskan bahwa dirinya adalah salah satu pengagum terbesar Rooney. Namun, ia menilai membandingkan Rooney dengan Neymar tanpa mempertimbangkan konteks global adalah pendekatan yang keliru. Baginya, perdebatan tersebut sering kali tidak adil sejak awal karena sudut pandangnya sudah condong.
Lebih jauh, Ferdinand mengangkat isu yang lebih besar: kurangnya eksposur terhadap sepak bola di luar Inggris. Ia menyebut banyak penggemar tidak cukup menyaksikan permainan di liga lain, sehingga penilaian terhadap pemain seperti Neymar menjadi kurang komprehensif.
Dalam analisanya, Ferdinand juga menyoroti keunikan Neymar di masa puncaknya, terutama saat membela FC Barcelona. Ia menyebut pemain Brasil itu memiliki kemampuan teknis yang bahkan tidak selalu dimiliki oleh dua ikon terbesar era modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Menurut Ferdinand, pada satu fase tertentu dalam kariernya, Neymar bahkan sempat terlihat sebagai penerus dominasi Messi dan Ronaldo di sepak bola dunia. Penilaian ini menempatkan Neymar dalam kategori pemain dengan talenta langka—bukan sekadar soal statistik atau trofi.
Pandangan Ferdinand ini sejalan dengan legenda Brasil Cafu, yang sebelumnya juga menilai Neymar dari sisi kualitas individu, bukan hanya pencapaian.
Dengan demikian, alih-alih memilih pemenang, Ferdinand justru mengajak publik untuk mengubah cara berpikir: melihat pemain secara lebih luas, lintas liga, dan bebas dari bias domestik.

