LUMINASIA.ID, SPORT - Timnas Futsal Indonesia tidak hanya menunjukkan keunggulan skor, tetapi juga memperlihatkan kedalaman skuad saat menghadapi Brunei Darussalam dalam laga pembuka ASEAN Futsal Championship 2026. Di balik keunggulan telak 6-0 pada babak pertama, pertandingan ini juga menghadirkan dinamika penting yang bisa menjadi bahan evaluasi tim ke depan.
Dilansir Kompas, sejak awal laga di GOR Nonthaburi, Thailand, Indonesia langsung mengambil kendali permainan dengan pressing tinggi dan pergerakan cepat. Strategi ini terbukti efektif, menghasilkan gol cepat dari Muhammad Sanjaya yang kemudian berlanjut menjadi hattrick di babak pertama. Dukungan dari lini kedua melalui Andarias Kareth, Iman Anshori, dan Dewa Rizki mempertegas dominasi Garuda.
Namun, di tengah superioritas tersebut, Indonesia harus menghadapi situasi yang kurang ideal setelah kiper utama Muhammad Albagir mengalami cedera dan terpaksa digantikan oleh Angga Ariansyah. Insiden ini menjadi satu-satunya noda dalam performa impresif tim, sekaligus membuka pertanyaan tentang kesiapan kedalaman skuad di posisi krusial.
Pelatih Hector Souto tampak memanfaatkan laga ini tidak hanya untuk mengamankan kemenangan, tetapi juga menguji kombinasi pemain. Rotasi yang dilakukan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fleksibilitas taktik, terutama dalam membangun serangan dari sisi sayap dan situasi bola mati.
Keunggulan besar di babak pertama sejatinya sudah cukup menggambarkan perbedaan kualitas kedua tim. Namun, lebih dari sekadar pesta gol, pertandingan ini menjadi indikator awal kesiapan Indonesia menghadapi lawan yang lebih kuat seperti Malaysia dan Australia di fase berikutnya.
Dengan performa dominan sekaligus catatan cedera pemain kunci, Indonesia kini dihadapkan pada dua hal: menjaga momentum kemenangan dan memastikan kondisi skuad tetap optimal.

