LUMINASIA.ID, Jakarta – Aparat gabungan Polri dan TNI masih melakukan pengamanan di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, hingga Senin (27/7) pagi, sehari setelah bentrokan antarkelompok yang menewaskan seorang pemuda.
Sejumlah kendaraan kepolisian, mulai dari bus, truk, hingga kendaraan taktis, masih ditempatkan di sepanjang Jalan Tambak untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Personel Korps Brimob dengan perlengkapan lengkap terlihat berjaga di sejumlah titik strategis, sementara dua unit ambulans disiagakan di dekat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.
Selain itu, sekitar 25 personel Brimob bermotor juga ditempatkan di sekitar Masjid Jami' Matraman. Personel TNI Angkatan Darat turut melakukan patroli guna memastikan situasi tetap aman.
Meski pengamanan diperketat, aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal. Pedagang kaki lima tetap beroperasi seperti biasa, sedangkan arus kendaraan di Jalan Matraman Raya mulai meningkat seiring dimulainya aktivitas kerja pada pagi hari.
Seorang warga setempat, Jamal (34), mengatakan aparat telah berjaga sejak Minggu malam setelah keluarga dan rekan korban kembali mendatangi kawasan tersebut. Menurutnya, mereka hanya berkumpul sebelum kemudian menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun kehadiran aparat tetap dipertahankan untuk mencegah potensi bentrokan susulan.
Insiden bentrokan terjadi pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB antara sekelompok pemuda yang menempati lahan kosong di Jalan Tambak I dengan warga sekitar. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab bentrokan dan memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat. Aparat juga terus melakukan pengamanan di lokasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.


