LUMINASIA.ID, JAKARTA - Kabar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bakal mengakuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA ramai di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan pelaku pasar.
Rumor tersebut muncul setelah Haji Isam melalui jaringan bisnisnya dikaitkan dengan rencana mengambil alih kepemilikan di BCA, namun manajemen BCA langsung membantah kabar tersebut dan menegaskan informasi itu tidak benar.
Isu akuisisi tersebut beredar luas di sejumlah platform media sosial. Salah satu unggahan Instagram yang mengaitkan Haji Isam dengan rencana akuisisi BCA bahkan telah mendapat 22.000 likes dan 226 komentar ketika diberitakan Bisnis.com.
Rumor tersebut berkembang di tengah aksi korporasi Haji Isam di sektor pertambangan. Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam sebelumnya menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low untuk mengakuisisi 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Perkembangan tersebut kemudian dikaitkan dengan spekulasi bahwa jaringan bisnis Haji Isam akan melakukan ekspansi ke sektor perbankan, termasuk BCA.
Namun, hingga klarifikasi manajemen disampaikan, tidak ada informasi resmi dari BCA mengenai rencana akuisisi saham perseroan oleh Haji Isam.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan kabar mengenai rencana aksi korporasi tertentu terhadap perseroan yang beredar di media sosial tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap perseroan, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Hera dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Hera meminta nasabah dan masyarakat mengakses informasi mengenai BCA melalui sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel agar tidak terpengaruh informasi yang keliru.
Perseroan juga menegaskan tetap menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, integritas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Di sisi lain, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) masih tercatat sebagai pemegang saham terbesar BCA dengan kepemilikan 67,73 miliar saham atau 54,94 persen.
Sementara itu, masyarakat menguasai 44,64 persen saham BCA yang terdiri atas 2,51 persen saham masyarakat warkat dan 42,13 persen saham masyarakat nonwarkat.
Dengan demikian, kabar Haji Isam bakal mengakuisisi BBCA yang ramai di media sosial tersebut masih sebatas rumor dan telah dibantah secara resmi oleh manajemen BCA.



