LUMINASIA.ID, Surabaya – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) mendukung kelancaran kedatangan alat bongkar muat modern yang didatangkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelabuhan di Indonesia. Hingga Juli 2026, peralatan yang telah tiba meliputi enam unit Quay Container Crane (QCC) dan 18 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang akan ditempatkan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Prima Multi Terminal (PMT) Belawan.
Di Terminal Petikemas Surabaya, Pelindo menambah empat unit QCC dan 14 unit RTG. Sementara di PMT Belawan didatangkan dua unit QCC dan empat unit RTG. Kehadiran peralatan modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan, mempercepat proses bongkar muat peti kemas, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Pelindo Marine berperan penting dalam proses distribusi alat berat melalui jalur laut. Perusahaan memastikan seluruh proses penundaan dan penyandaran kapal pengangkut berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan operasional hingga tahap pemindahan dan penempatan alat.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, menjelaskan bahwa keberhasilan penyandaran alat di Belawan maupun Surabaya didukung oleh kesiapan armada kapal tunda dan sumber daya manusia yang kompeten.
"Selain didukung armada yang andal, kami juga memastikan kompetensi personel untuk menjamin kelancaran operasional serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan tepat waktu," ujar Elvin.
Dalam proses tersebut, Pelindo Marine mengerahkan Kapal Tunda Hang Tuah II dan Hang Tuah III berkekuatan 2.000 HP untuk mendukung operasi di Belawan, sementara di Pelabuhan Tanjung Perak digunakan Kapal Tunda Jayanegara 305 dengan tenaga 3.000 HP.
Peningkatan fasilitas pelabuhan juga mendapat apresiasi dari pelaku industri pelayaran. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesia National Shipowners' Association (INSA), Carmelita Hartoto, menilai pembaruan infrastruktur dan peralatan menjadi faktor penting dalam mengantisipasi pertumbuhan arus barang nasional.
Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar sistem operasi pelabuhan terus berkembang sehingga distribusi logistik nasional menjadi lebih efisien dan kompetitif.
Di Belawan, Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menyebut penambahan QCC dan RTG sebagai langkah strategis untuk menghadapi peningkatan volume peti kemas. Dengan dukungan peralatan baru, produktivitas terminal diharapkan meningkat sekaligus mempercepat pelayanan kapal dan kargo.
Sementara itu, Direktur Teknik PT Terminal Petikemas Surabaya, Topo Sapto Nugroho, mengatakan pihaknya juga melakukan optimalisasi aset melalui relokasi dua unit QCC dari TPS ke Terminal Petikemas Berlian. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pengadaan alat baru guna memperkuat kesiapan terminal menghadapi pertumbuhan arus peti kemas.
Ke depan, Pelindo Group bersama Pelindo Marine akan melanjutkan kedatangan bertahap sebanyak 39 unit alat bongkar muat baru di sejumlah pelabuhan utama Indonesia. Penambahan peralatan ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas layanan terminal peti kemas, memperkuat efisiensi logistik nasional, serta meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat regional maupun global.



