LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Dua pemain yang tengah berlaga di Honda DBL South Sulawesi 2026 ternyata memiliki pengalaman sebagai anggota Paskibraka Kota Makassar 2025.
Mereka adalah Al Azhar Ramadhan Zaenal, pemain basket putra SMAN 9 Makassar, dan Renata Brigitta Saveristy Yuwono, penggawa tim putri SMA Rajawali Makassar.
Keduanya sama-sama harus membagi waktu antara aktivitas sebagai atlet basket dan tugas Paskibraka yang menuntut kedisiplinan serta latihan fisik.
Bagi Azhar, basket lebih dulu menjadi bagian dari kesehariannya sejak SMP. Ia mengenal basket melalui ajakan sang kakak, Aydil, yang merupakan mantan juara DBL 3X3 South Sulawesi, serta teman-teman sekolahnya.
Azhar mengaku sebelumnya merupakan siswa yang cukup pasif dan tidak tertarik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maupun organisasi.
“Dulu pas SMP aku bener-bener anak nolep, masuk ekskul atau organisasi aja malas banget rasanya. Untung ada temanku namanya Abiy yang rajin banget ajak main basket sepulang sekolah,” kenang Azhar.
Keinginannya mengikuti Paskibraka muncul setelah melihat kakak kelasnya kembali dari pendidikan dan pelatihan. Penampilan dengan Pakaian Dinas Upacara (PDU) putih, kendit hijau, peci Garuda dan sepatu pantofel membuat Azhar tertarik.
“Waktu itu saya lihat kakak kelas penyambutan kembali setelah pusdiklat. Pakaian PDU putih, kendit hijau, peci Garuda, sepatu pantofel, apa enggak menyala banget tuh dia? Saya benar-benar terpukau,” kenang Azhar.
Ia kemudian mengikuti rangkaian seleksi yang terdiri atas tes administrasi, TWK, TIU, kesehatan, parade, PBB hingga wawancara. Azhar berhasil lolos dengan menempati peringkat kelima se-Kota Makassar.
Sementara itu, Renata mengenal basket sejak kelas 2 SD berkat sang ayah yang juga merupakan mantan pemain basket saat SMP dan SMA. Ia baru mulai serius bermain dan mengikuti pertandingan ketika duduk di kelas 8 SMP.
Renata kemudian mengenal Paskibraka melalui tawaran guru sekaligus pelatih basketnya, Andi Bayu Pratama.
Meski awalnya tidak terlalu memikirkan hasil seleksi dan mengaku tidak pernah mencari tahu tentang Paskibraka Kota Makassar, Renata berhasil menempati peringkat kedua dalam seleksi tersebut.
“Seleksinya sangat ketat dan teliti. Puji Tuhan ternyata lolos tingkat kota dan dapat peringkat kedua, lalu lanjut latihan intensif sekitar satu bulan,” tutur Renata.
Menjalani dua aktivitas yang sama-sama membutuhkan kedisiplinan membuat keduanya harus mampu membagi waktu, terutama ketika latihan Paskibraka beririsan dengan persiapan DBL South Sulawesi.
Renata mengatakan latihan Paskibraka berlangsung sangat ketat sejak Juli hingga Agustus. Ia memilih fokus menyelesaikan tugas Paskibraka terlebih dahulu sebelum kembali menjalani latihan DBL.
“Paskibraka itu latihannya sangat ketat dari Juli sampai Agustus. Waktu itu saya fokus Paskibraka dulu sampai pengibaran dan penurunan selesai, baru setelah itu langsung tancap gas lanjut latihan DBL,” ungkap Renata.
Renata kini menargetkan melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara itu, jadwal latihan basket SMAN 9 Makassar dan tugas Paskibraka yang dijalani Azhar relatif jarang berbenturan. Jika ada tugas Paskibraka pada akhir pekan, ia membicarakannya dengan tim untuk mencari solusi.
“Alhamdulillah jadwalnya jarang bentrok. Prinsip saya, kalau di basket saya akan usahakan yang terbaik, karena apa yang ditakar tidak akan tertukar. Rezeki tinggal kita jemput,” tegas Azhar.
Azhar memiliki target untuk masuk DBL Camp dan melanjutkan studi di Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin atau IPDN.
Kini, pengalaman keduanya sebagai Paskibraka menjadi bagian dari perjalanan mereka saat kembali tampil di DBL Makassar.



