LUMINASIA.ID, MAKASSAR - NIPAH PARK memperkuat penerapan konsep green building sebagai bagian dari upaya menghadirkan kawasan komersial yang lebih sehat, efisien, dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim di Kota Makassar.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi NIPAH PARK sebagai tuan rumah dan pendukung utama Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 Makassar yang diselenggarakan Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Sulawesi Selatan pada Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Build Green, Live Resilient” dan semangat “Bangun Indonesia”, IGBF 2026 Makassar menjadi ruang pertemuan sekitar 200 peserta dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, profesional, pelaku industri, pengelola bangunan hingga masyarakat umum.
Forum tersebut membahas penerapan konsep bangunan hijau sekaligus mendorong sektor bangunan agar mampu merespons perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi NIPAH PARK, penerapan green building menjadi penting karena kawasan komersial tersebut berada di Kota Makassar yang memiliki karakter sebagai kota pesisir tropis dengan tingkat radiasi matahari dan kelembapan yang tinggi.
Kondisi tersebut umumnya dapat meningkatkan kebutuhan energi untuk pendinginan ruangan sehingga penerapan desain dan pengelolaan kawasan yang lebih efisien menjadi bagian penting sejak tahap perancangan.
Sejak awal perancangannya, NIPAH PARK telah menerapkan sejumlah prinsip green building melalui optimalisasi pencahayaan alami, sirkulasi udara terbuka, efisiensi energi dan air, serta penyediaan ruang terbuka hijau yang luas.
ME & Greenship Specialist Kalla Property, Daud Rianto, mengatakan penerapan bangunan hijau di NIPAH PARK tidak hanya diarahkan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan ruang yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Bagi NIPAH PARK, bangunan hijau bukan sekadar mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Lebih dari itu, kami ingin menciptakan ruang publik dan ruang bisnis yang sehat, nyaman, serta adaptif bagi masyarakat Makassar dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujarnya.
Konsep tersebut menjadikan NIPAH PARK tidak hanya berfungsi sebagai kawasan komersial, tetapi juga diarahkan menjadi living lab atau percontohan penerapan prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan kawasan sehari-hari.
Melalui konsep tersebut, prinsip efisiensi energi, efisiensi air, ruang terbuka, serta keselarasan dengan kondisi alam diterapkan sebagai bagian dari aktivitas dan operasional kawasan.
Dalam IGBF 2026 Makassar, NIPAH PARK juga mendukung kampanye “Building Better Homes for a Better Future” yang menekankan bahwa penerapan konsep bangunan hijau tidak hanya berlaku untuk proyek berskala besar, tetapi dapat dimulai dari hunian pribadi sehari-hari.
Pada kegiatan tersebut turut dipublikasikan panduan praktis Living Net Zero dari GBCI yang ditujukan untuk membantu masyarakat, arsitek, dan pengembang memahami langkah menuju hunian yang hemat energi, hemat air, dan rendah karbon.
Green Building Council Indonesia sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan standar bangunan hijau di Indonesia dan merupakan bagian dari World Green Building Council.
GBCI mendorong pembangunan berkelanjutan melalui program sertifikasi serta edukasi melalui GREENSHIP.
Kehadiran GBCI Perwakilan Sulawesi Selatan melalui penyelenggaraan IGBF 2026 di Makassar juga memperkuat jejaring dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, pengelola bangunan, serta masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
NIPAH PARK menyatakan siap menjadi mitra aktif bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam mendorong terbentuknya ekosistem properti yang lebih hijau di Indonesia Timur.
Melalui kolaborasi tersebut, NIPAH PARK mendorong pandangan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berarti membangun lebih banyak, tetapi membangun dengan pendekatan yang lebih baik untuk menciptakan masa depan kota yang lebih tangguh.
NIPAH PARK merupakan kawasan komersial dan ruang publik berkonsep green building dan open-space di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengedepankan efisiensi energi, keselarasan dengan alam, serta kenyamanan pengunjung.
Kawasan tersebut hadir sebagai pusat aktivitas masyarakat yang mengintegrasikan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pengelolaannya.



