LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Air radiator atau coolant pada motor Honda menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga suhu mesin kendaraan tetap stabil, tetapi perawatannya masih kerap luput dari perhatian pengendara.
Dilansir motorkuX cairan tersebut berfungsi menyerap panas dari mesin agar tidak mengalami overheat sehingga performa kendaraan tetap optimal, terutama ketika motor atau mobil digunakan untuk menempuh perjalanan jauh.
Masih banyak pengendara yang belum mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti air radiator maupun bagaimana cara melakukannya dengan aman.
Padahal, penggantian air radiator secara tepat waktu dapat membantu memperpanjang usia mesin dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Tips Honda, ada sejumlah kondisi yang dapat menjadi tanda bahwa air radiator sudah perlu diganti.
Salah satunya setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 8.000 hingga 24.000 kilometer.
Jarak tempuh menjadi salah satu indikator umum untuk menentukan waktu penggantian air radiator, meski kebutuhan setiap kendaraan dapat berbeda tergantung tipe dan intensitas penggunaannya.
Kendaraan yang digunakan setiap hari dan sering melewati kemacetan juga dapat membuat air radiator lebih cepat kotor sehingga penggantiannya mungkin perlu dilakukan lebih awal.
Perubahan warna air radiator juga dapat menjadi tanda bahwa cairan tersebut sudah perlu diperhatikan.
Air radiator umumnya memiliki warna cerah seperti hijau, merah, atau biru, tetapi ketika berubah menjadi keruh, kecokelatan, atau kehitaman, kondisi tersebut menunjukkan adanya kontaminasi kotoran atau karat.
Cairan yang sudah mengalami perubahan tersebut dinilai tidak lagi mampu mendinginkan mesin secara optimal sehingga perlu segera diganti.
Tanda lainnya adalah ketika mesin kendaraan lebih cepat panas dari biasanya.
Mesin yang cepat panas dapat menjadi indikasi air radiator tidak lagi bekerja dengan baik karena salah satu fungsi utama coolant adalah menjaga suhu mesin tetap stabil.
Pengendara juga disarankan memperhatikan kondisi air radiator setelah kendaraan terendam banjir.
Air banjir dapat mencemari sistem pendingin dan menurunkan kualitas coolant, sementara lumpur atau kotoran yang masuk dapat menyebabkan karat maupun menyumbat jalur air.
Karena itu, kendaraan yang baru saja melewati banjir disarankan untuk dikuras dan air radiatornya diganti.
Penggantian juga perlu diperhatikan setelah kendaraan digunakan untuk touring atau sering melewati medan ekstrem.
Jalanan menanjak, jalur ekstrem, maupun perjalanan jauh membuat mesin bekerja lebih keras sehingga kualitas air radiator dapat menurun.
Setelah melakukan touring atau melewati rute berat, air radiator sebaiknya dikuras dan diisi ulang untuk membantu mencegah overheat serta penumpukan kerak.
Penggantian air radiator sebenarnya dapat dilakukan sendiri dengan menyiapkan peralatan yang sesuai dan memastikan proses dilakukan di tempat yang aman.
Langkah pertama adalah memastikan mesin motor atau mobil sudah dalam kondisi dingin untuk mencegah semburan uap atau cairan panas yang dapat membahayakan.
Setelah itu, parkirkan kendaraan di lokasi yang aman dan siapkan wadah untuk menampung air radiator lama, kunci yang sesuai, serta air radiator baru.
Tutup radiator dan baut pembuangan kemudian dapat dibuka untuk mengeluarkan cairan lama ke dalam wadah penampung.
Jika baut pembuangan sulit diakses, selang radiator dapat dilepas untuk mengeluarkan cairan tersebut.
Setelah cairan lama keluar, selang radiator dan bagian radiator dapat dibersihkan menggunakan sikat dan air bersih untuk memastikan tidak ada kerak yang menempel.
Baut pembuangan kemudian dipasang kembali setelah cairan lama terkuras.
Selanjutnya, isi radiator dengan cairan baru dan nyalakan mesin selama beberapa menit untuk mengeluarkan gelembung udara.
Jika volume cairan berkurang setelah proses tersebut, lakukan pengisian ulang dan jangan lupa mengisi tabung cadangan apabila kendaraan memilikinya.
Tahap terakhir adalah memastikan tidak terdapat kebocoran sebelum seluruh bagian yang sebelumnya dibuka ditutup kembali.
MotorkuX juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk memilih air radiator atau coolant yang berkualitas ketika melakukan penggantian.




