LUMINASIA.ID, JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, meraih satu Platinum Award dan dua Gold Awards pada ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 melalui tiga program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas program Vale Indonesia yang mendorong peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, dan penciptaan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Platinum Award ICA 2026 diraih melalui program Pengembangan Peternakan Ayam Kampung Terpadu “Woliko”, sedangkan dua Gold Awards ISDA 2026 diperoleh melalui program Vocational Short-term Training (VST) dan Kampung Singkong Desa Nuha.
Baca: PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
Hasil tersebut tercantum dalam surat resmi Corporate Forum for CSR Development (CFCD) berdasarkan hasil pleno penilaian ICA, ISDA, dan BERBAKTI 2026.
Penghargaan diterima Head of External Relations Sorowako and Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, pada BERBAKTI, ICA & ISDA Award Ceremony 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
“Vale Indonesia sangat bersyukur atas diterimanya penghargaan-penghargaan ini. Ketiga penghargaan ini merupakan wujud apresiasi terhadap upaya Perusahaan dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu membangun kapasitas dan menciptakan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” kata Yusri.
“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat mengembangkan kapasitas, membuka peluang baru, dan membangun kemandirian. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap program semakin relevan dengan kebutuhan serta potensi masyarakat,” ujarnya.
Yusri menambahkan, keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.
“Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses pemberdayaan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan berbagai mitra agar potensi lokal dapat berkembang menjadi kapasitas dan peluang ekonomi yang manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Yusri.
Program Peternakan Terpadu
Platinum Award ICA 2026 diraih Vale Indonesia melalui program Pengembangan Peternakan Ayam Kampung Terpadu “Woliko” yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan ayam kampung secara terpadu.
Program Woliko mendorong penguatan kapasitas kelompok dalam mengelola peternakan sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi yang saling terhubung.
Pendampingan dalam program tersebut mencakup pengelolaan peternakan, pengembangan pakan dan bahan pendukung, hingga pemanfaatan hasil samping peternakan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Melalui pendekatan tersebut, peternakan dikembangkan sebagai ekosistem usaha yang membuka peluang ekonomi, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih produktif.
Baca: Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
Pelatihan Vokasi untuk Tenaga Kerja Lokal
Gold Award ISDA 2026 diraih melalui program Vocational Short-term Training (VST) yang dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal.
Program tersebut mempertemukan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja melalui pelatihan vokasi pada bidang-bidang yang relevan dengan perkembangan industri.
Pelaksanaan VST melibatkan kolaborasi antara Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan institusi pendidikan vokasi.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan teknis dan kesiapan kerja sekaligus memperluas peluang untuk berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi dan industri di wilayahnya.
Kampung Singkong Desa Nuha
Gold Award ISDA 2026 lainnya diraih Vale Indonesia melalui program Kampung Singkong Desa Nuha yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan komoditas singkong.
Program ini mendorong masyarakat tidak hanya menjual singkong sebagai komoditas primer, tetapi juga mengembangkan berbagai produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Pendampingan mencakup penguatan kapasitas produksi, pengembangan usaha, administrasi, serta pengelolaan keuangan kelompok.
Dengan demikian, potensi lokal diarahkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang dapat memperluas peluang usaha sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Ketiga program tersebut mencerminkan pendekatan Vale Indonesia dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), dengan menempatkan peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan keterampilan, dan pemanfaatan potensi wilayah sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian masyarakat.
Pencapaian tahun ini melanjutkan rekam jejak Vale Indonesia dalam ajang ICA dan ISDA.
Pada ISDA 2024, Vale Indonesia memperoleh dua Gold Awards dan tiga Silver Awards melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.
Pada ICA–ISDA 2025, Vale Indonesia kembali memperoleh Platinum dan Gold Awards melalui program Matano Iniaku, serta Silver Award melalui program Closed-Loop Livestock System: Peternakan Sapi.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya Vale Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
ICA dan ISDA
ICA dan ISDA merupakan penghargaan yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan, program, dan inisiatif yang berkontribusi pada pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Pada 2026, penganugerahan ICA dan ISDA diselenggarakan bersama BERBAKTI Award.
Acara penganugerahan tersebut dihadiri Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo Januardhi Effyandono, Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Sigit Reliantoro, Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Perlindungan Anak Zahrotun Nihayah, serta Ketua Umum Corporate Forum for CSR Development (CFCD) Thendri Supriatna, bersama para pemimpin perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya.




