Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi

Senin, 28 September 2026 00:32
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Politeknik Sorowako terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri. Hal itu disampaikan dalam kunjungan media ke kampus Politeknik Sorowako, Selasa (28/7/2026).

LUMINASIA.ID - Di sudut Jalan Soemantri Brojonegoro, Sorowako, deru mesin bubut dan dengung alat presisi bersahutan setiap hari.

Suara itu datang dari ruang-ruang praktik Politeknik Sorowako atau Poliwako, tempat mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung berhadapan dengan mesin dan peralatan yang akan mereka temui di dunia kerja.

Ada mesin CNC, ruang pneumatik dan otomasi, ruang pengelasan, laboratorium CAD, simulator CNC hingga peralatan kalibrasi yang digunakan mahasiswa untuk mengasah keterampilan.

Dari fasilitas tersebut, mahasiswa juga mengerjakan berbagai proyek, mulai dari oil drainer, mesin pencacah kompos jerami, alat penyiang padi, prototipe CNC lima sumbu, pintu geser otomatis, pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan angin hingga mobil listrik.

Perubahan kebutuhan industri membuat pendidikan vokasi di Sorowako ikut bergerak. Politeknik Sorowako tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam perkembangan industri dan hilirisasi di Luwu Timur.

Kebutuhan itu terlihat dari fasilitas dan pola pembelajaran yang diterapkan. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi berhadapan langsung dengan mesin, melakukan pengelasan, mengoperasikan CNC, belajar desain hingga mengerjakan berbagai proyek.

Pengalaman tersebut menjadi bekal agar mereka memiliki kemampuan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk ketika industri terus berkembang dan proses hilirisasi membutuhkan tenaga terampil.

Bagi kampus vokasi seperti Poliwako, praktik semacam itu menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa bekerja dengan teknologi.

Apalagi kebutuhan tenaga terampil terus berkembang seiring pertumbuhan industri dan proses hilirisasi yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan teknis dan kemampuan beradaptasi.


Tim pengajar memperlihatkan aneka mesin yang digunakan mahasiswa Politeknik Sorowako saat praktik. PT Vale menjadi salah satu penopang terbesar kampus vokasi ini, utamanya dalam menyediakan peralatan praktik.


Saat Luminasia.id berkunjung ke kampus tersebut pada Selasa (28/7/2026), aktivitas praktik terlihat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian mahasiswa.

Dukungan terhadap pendidikan vokasi di Sorowako juga tidak lepas dari peran PT Vale Indonesia Tbk melalui Yayasan Pendidikan Sorowako.

Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, Firman Fauzi, mengatakan sekitar 95 persen pendanaan pendidikan di Poliwako masih mendapat dukungan dari PT Vale.

“Support dari Vale sendiri melalui yayasan. Yang pertama, tentu saja, dari pendanaan, sekitar 95 persen,” ujar Firman saat ditemui Luminasia.id dalam kunjungan media, akhir Juli 2026 lalu.

Dukungan tersebut bukan hanya berupa pendanaan kegiatan pendidikan.

Lahan dan bangunan yang digunakan kampus juga merupakan aset PT Vale yang dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, termasuk dukungan listrik dan air.

“Kemudian juga mungkin yang tidak terhitung, itu adalah misalnya lahan ini, gedung ini, ini milik dari Vale, silakan dipakai, digunakan, termasuk juga listrik dan air, itu juga disupport dari Vale. Jadi kita memang istilahnya Vale tidak menghitung bahkan untuk listrik,” kata Firman.

Begitu pula dengan peralatan praktik.

Menurut Firman, hampir seluruh peralatan yang digunakan mahasiswa untuk praktik pengelasan dibeli menggunakan dana dukungan tersebut.

“Anak praktek ngelas itu hampir, saya katakan hampir seratus persen itu dibelinya pakai dana sana,” katanya.

Direktur Poliwako Harjuma, S.S.T., M.T., mengatakan pendidikan vokasi memang harus memberi ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk belajar melalui praktik langsung.

“Pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengajarkan bagaimana sebuah mesin bekerja secara teoritis. Mahasiswa perlu merasakan sendiri bagaimana mengoperasikan alat, memahami prosedur, mengukur hasil, mengenali kesalahan dan menyelesaikan pekerjaan secara langsung,” lanjutnya.

Saat ini Poliwako memiliki 408 mahasiswa aktif yang tersebar di tiga program studi, yakni Perawatan dan Perbaikan Mesin D3, Rekayasa Perancangan Mekanik D4 serta Teknologi Rekayasa Pengolahan dan Pabrikasi D4.

Tiga program studi tersebut juga memperlihatkan arah pendidikan Poliwako yang semakin dekat dengan kebutuhan industri. Kemampuan perawatan mesin, perancangan mekanik hingga pengolahan dan pabrikasi menjadi keterampilan yang dibutuhkan ketika proses industri bergerak dari sekadar menghasilkan bahan mentah menuju pengolahan yang memberikan nilai tambah.

Karena itu, hilirisasi tidak hanya berbicara tentang proses di dalam industri, tetapi juga tentang siapa yang akan menjalankan dan mengembangkan teknologi di dalamnya. Di titik inilah pendidikan vokasi mengambil peran dengan menyiapkan tenaga muda yang memiliki keterampilan teknis sekaligus memahami kebutuhan industri.

Jumlah mahasiswa sengaja dibatasi agar kegiatan praktik dapat berjalan optimal sesuai dengan kapasitas fasilitas yang tersedia.

“Itu yang menjadi alasan mengapa jumlah mahasiswa kami batasi. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik yang optimal sesuai dengan fasilitas yang tersedia,” ujar Harjuma.

Perjalanan Panjang

Perjalanan Poliwako bermula pada 1991 ketika institusi ini masih bernama Inco Sumitomo Technical Training Center.

Saat itu, pendidikan yang diberikan berlangsung selama dua tahun dan ditujukan terutama untuk masyarakat di sekitar wilayah pemberdayaan PT Vale.

“Memang ini, Bu, ya, dari semenjak didirikannya institusi ini, itu memang ditujukan itu lebih untuk pemberdayaan masyarakat lokal tadinya,” ujar Firman.

“Makanya disebut di situ hanya training center, awalnya hanya training center,” lanjutnya.

Pada masa awal, kesempatan pendidikan juga memang lebih banyak diberikan kepada anak-anak Sorowako dan daerah sekitarnya.

“Waktu itu memang dibatasi hanya anak-anak dari Sorowako dan sekitarnya. Jadi partnya pemberdayaan,” kata Firman.

Pada 1993, lembaga tersebut berkembang menjadi Akademi Teknik Sorowako dengan satu program studi, yakni Perawatan dan Perbaikan Mesin D3.

Perubahan berikutnya terjadi pada 20 Mei 2025 ketika institusi tersebut resmi menjadi Politeknik Sorowako.

Transformasi itu sekaligus memperluas bidang pendidikan yang ditawarkan dengan tiga program studi seperti yang berjalan saat ini.

Meski sudah membuka akses yang lebih luas, karakter lokal tetap terlihat dari komposisi mahasiswa.

Sekitar 67 persen mahasiswa Poliwako berasal dari Luwu Timur, sementara sisanya berasal dari Luwu Utara, Palopo, Toraja, Makassar dan sejumlah daerah lainnya, termasuk dari luar pulau.

Mahasiswa dan Dunia Kerja

Masuk ke Poliwako juga bukan sekadar soal lulus seleksi administrasi.

Calon mahasiswa harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari tes teori, tes fisik, wawancara hingga tes kesehatan.

“Setelah proses registrasi dan verifikasi, calon mahasiswa mengikuti tes teori, tes fisik, wawancara dan tes kesehatan. Tes fisik diberikan karena aktivitas belajar di kampus memang membutuhkan daya tahan,” paparnya.

Kegiatan perkuliahan berlangsung Senin hingga Jumat, mulai pukul 07.00 hingga 15.00.

Ketika memasuki pekan praktik, mahasiswa bahkan dapat menghabiskan waktu hingga delapan jam sehari di depan mesin.

Ada waktu istirahat selama 15 menit dan makan siang yang menjadi bagian dari pola kegiatan mahasiswa di kampus.

Sebelum masuk lebih jauh ke kegiatan akademik, mahasiswa juga mengikuti rangkaian pengenalan dan pembentukan karakter melalui PKMB, pengembangan karakter, LDK hingga matrikulasi selama dua pekan.

Pendidikan di Poliwako juga tidak berhenti di lingkungan kampus.

Mahasiswa program D3 mendapatkan kesempatan menjalani satu semester kerja industri.

“Karena itu, hubungan dengan industri menjadi bagian penting dari pendidikan di Politeknik Sorowako. Untuk mahasiswa program D3, terdapat satu semester kerja industri. Dalam satu angkatan yang jumlahnya lebih dari 100 mahasiswa, mereka dibagi ke berbagai industri mitra,” paparnya.

Pola tersebut membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan langsung ritme kerja industri sebelum menyelesaikan pendidikan.

Pengalaman tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana keterampilan yang dipelajari di kampus digunakan dalam pekerjaan dan proses industri.

Sebagian besar dosen Poliwako juga merupakan alumni kampus tersebut.

Sebagian lainnya melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi, seperti ITB, UI, UGM dan Unhas.

Bentuk Dukungan

Dilansir dari web resminya, selain pendanaan dan penyediaan mesin, sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang terhadap SDM Indonesia, PT Vale menjalankan beberapa dukungan strategis untuk Poliwako.

Salah satunya melalui peningkatan kurikulum dan pelatihan berbasis industri.

Kurikulum diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan operasi pertambangan, hilirisasi nikel, teknologi, keselamatan kerja dan konsep pertambangan yang lebih ramah lingkungan.

Arah tersebut membuat pembelajaran di Poliwako tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan mesin. Mahasiswa juga belajar merawat peralatan, melakukan perancangan, pengolahan dan pabrikasi, serta memahami prosedur kerja yang digunakan di industri.

Keterampilan itu menjadi semakin penting seiring berkembangnya industri dan kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung proses hilirisasi.

Dengan pendekatan tersebut, Poliwako tidak hanya menyiapkan lulusan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga membangun keterampilan yang memungkinkan mereka mengambil bagian dalam rantai industri yang berkembang di daerahnya.

Dukungan lainnya diberikan melalui Vocational Short-Term Training atau VST.

Program ini dijalankan PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Poliwako melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk memberikan pelatihan vokasi jangka pendek kepada pemuda lokal.

PT Vale juga memfasilitasi magang dan link-and-match antara mahasiswa dengan dunia industri.

Melalui kegiatan praktik di lingkungan operasi PT Vale, mahasiswa dapat mengenal teknologi, proses pemeliharaan serta standar operasional dalam kegiatan industri.

Selain itu, terdapat pula dukungan terhadap ekosistem riset, terutama untuk bidang energi dan reklamasi, termasuk penelitian mengenai energi terbarukan, metalurgi, reklamasi dan konservasi.

Bagi mahasiswa, dukungan fasilitas tersebut terasa langsung dalam proses pembelajaran.

Fitri Oktaviani, salah seorang mahasiswa, mengatakan keberadaan laboratorium produksi CNC membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan teknis dan manufaktur.

“Ada dukungan daripada PT Vale untuk kampus ini di mana PT Vale juga betul-betul menyokong dan juga betul-betul mendukung fasilitas-fasilitas yang ada,” tutur Fitri.

Meski mendapat dukungan besar dari PT Vale, lulusan Poliwako tidak otomatis menjadi karyawan perusahaan tersebut.

Firman mengatakan tidak ada perlakuan khusus dalam proses penerimaan tenaga kerja.

“Kalau dari sisi peraturan, tidak, tidak ada keistimewaan,” ujar Firman.

Lulusan tetap harus mengikuti proses rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain kemampuan teknis, aspek keselamatan kerja, karakter dan kepatuhan terhadap SOP juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa.

Tahun sebelumnya, tingkat penyerapan lulusan melalui campus hiring mencapai 85 persen.

Secara keseluruhan, sekitar 80,5 persen lulusan Poliwako tercatat bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Berkembang Bersama Pemerintah

Pengembangan pendidikan vokasi di Luwu Timur juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mendukung pengembangan Poliwako sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.

Hal itu tidak terlepas dari kenyataan bahwa lebih dari 10.000 anak muda Luwu Timur saat ini menempuh pendidikan di luar daerah.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan pendidikan terpadu seluas sekitar 200 hektare.

Kawasan tersebut direncanakan tidak hanya menjadi lokasi kampus, tetapi juga mencakup boarding school, sentra UMKM hingga fasilitas rehabilitasi.

“Kami telah mendapatkan respons positif dari Kementerian Kehutanan untuk menjadikan sekitar 200 hektare kawasan sebagai area pendidikan terpadu. Di lokasi ini akan dibangun kampus, boarding school, sentra UMKM, hingga fasilitas rehabilitasi. Ini komitmen kami membangun SDM Luwu Timur secara berkelanjutan,” ujar Irwan.

Bagi PT Vale, pengembangan Poliwako juga perlu berjalan bersama dengan pertumbuhan industri di Luwu Timur.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan perubahan status menjadi politeknik membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Transformasi menjadi Politeknik Sorowako harus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Bukan hanya dengan PT Vale, tetapi juga dengan berbagai industri yang akan bertumbuh di Luwu Timur. Kita membutuhkan talenta yang mampu bersaing melalui keterampilan, teknologi, dan pola pikir inovatif,” ujar Bernardus.

Pilar Pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu pilar dalam program sosial PT Vale.

Dukungan diberikan mulai dari pendidikan anak usia dini melalui penyediaan fasilitas PAUD, transportasi sekolah hingga Program Sekolah Unggulan YPS Naungan PT Vale yang menggunakan standar internasional.

Bersama Yayasan Pendidikan Sorowako, dukungan juga mencakup peningkatan kapasitas guru, penerapan pembelajaran berbasis higher order thinking skills atau HOTS serta pengembangan kurikulum lokal di Loeha Raya.

Program beasiswa turut diberikan kepada masyarakat, termasuk beasiswa pendidikan S2 dan S3 bagi masyarakat Luwu Timur serta program anak asuh.

Di tingkat pendidikan vokasi, dukungan dilanjutkan melalui pelatihan, program magang, praktik kerja dan Co-Ops.

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak berhenti pada satu jenjang pendidikan.

Kebutuhan industri yang terus berkembang, termasuk proses hilirisasi, membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan lapangan.

Dukungan terhadap pendidikan juga menjadi bagian dari komitmen Grup MIND ID dalam pengembangan sumber daya manusia.

Pada 2025, program sosial pendidikan Grup MIND ID mencakup 5.322 penerima beasiswa, dukungan pembelajaran bagi 13.388 siswa, pelatihan bagi 408 guru, pelatihan vokasi dan keterampilan bagi 1.944 orang serta peningkatan 389 fasilitas pendidikan.

Bagi Poliwako, perjalanan dari sebuah training center hingga menjadi politeknik menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Di ruang-ruang praktik, mahasiswa tidak hanya belajar menjalankan mesin, tetapi juga belajar membaca ukuran, memahami prosedur, menemukan kesalahan dan mencari cara untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dari proses itulah keterampilan dibentuk.

Ketika industri bergerak menuju proses pengolahan yang semakin kompleks, keberadaan tenaga terampil dari daerah menjadi bagian penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan industri di wilayahnya.

Melalui pendidikan vokasi, keterampilan tersebut mulai dibangun sejak dari ruang kelas dan ruang praktik. Mahasiswa dipersiapkan untuk memahami teknologi, bekerja sesuai standar keselamatan dan beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah, termasuk perkembangan hilirisasi di daerah.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia unggul yang dipersiapkan untuk mendukung pembangunan peradaban masa depan Indonesia.

Tags: Politeknik Sorowako PT Vale luwu timur

Baca Juga

PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
PT Vale Bangun Tempat Berlindung Kebakaran Pertama di Bungku Timur, Percepat Respons Kebakaran
PT Vale Bangun Tempat Berlindung Kebakaran Pertama di Bungku Timur, Percepat Respons Kebakaran
Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
Menopang Pendidikan Vokasi di Tanah Sorowako
Menopang Pendidikan Vokasi di Tanah Sorowako
PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman
PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman

Populer

  • 1
    LENGKAP! Jalannya Pertandingan Zion Vs Rajawali, Antar Zion Jadi Threepeat DBL South Sulawesi
  • 2
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • 3
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • 4
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 5
    OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital

Ekonomi

  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
    Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
  • Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal
    Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal

Peristiwa

  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID