LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Wisuda Ke-89 pada Selasa dan Rabu, 20–21 Oktober 2026, dengan total 1.598 lulusan yang dijadwalkan mengikuti prosesi di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
Diumumkan dalam wisuda hari pertama Selasa (20/10/2026) diumumkan Bahrur Rahman Hasba dari Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), meraih predikat lulusan terbaik tingkat universitas.
Bahrur mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 dengan skor prestasi 95,58 dan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun.
Nama wisudawan berprestasi tersebut dibacakan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum.
Berdasarkan data wisudawan berprestasi tingkat universitas, terdapat delapan nama dari berbagai fakultas dan program studi, termasuk lulusan program magister.
Perjuangan Bahrur Meraih Gelar Sarjana
Di balik pencapaiannya sebagai lulusan terbaik tingkat universitas, Bahrur memiliki kisah perjuangan untuk melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Dalam sambutannya sebagai perwakilan wisudawan dan wisudawati, Bahrur mengungkapkan rasa syukur karena memperoleh beasiswa prestasi BMN sebesar 75 persen untuk berkuliah di Unismuh Makassar.
“Bagi saya beasiswa ini merupakan kesempatan terbesar bagi diri saya pribadi untuk melanjutkan mimpi saya untuk bersekolah kembali,” ungkapnya.
Bahrur mengaku sejak duduk di bangku sekolah dasar telah memikirkan cara mendapatkan beasiswa agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa membebani keluarganya.
Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, ia berusaha mencari penghasilan tambahan dengan membantu teman-temannya mengerjakan tugas, makalah, jurnal, dan pekerjaan akademik lainnya.
Uang yang diperolehnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar biaya laboratorium selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Fisika.
“Saya sadar kakak saya tidak mendapatkan beasiswa apa pun. Oleh karena itu saya tidak boleh memberatkan keluarga saya,” tuturnya.
Perjuangan tersebut tidak membuat Bahrur berhenti bermimpi.
Ia menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu, dirinya pernah menuliskan keinginan sederhana dalam buku harian, yakni bisa naik pesawat, bepergian ke luar daerah, hingga menginjakkan kaki di luar negeri.
Keinginan yang semula hanya menjadi impian itu akhirnya terwujud melalui berbagai kesempatan mengikuti lomba tingkat nasional dan internasional selama berkuliah di Unismuh Makassar.
“Alhamdulillah saya bisa naik pesawat, bisa keluar daerah dan ke luar negeri berkat bantuan Universitas Muhammadiyah Makassar,” katanya.
Bahrur juga menjadikan Surah Al-Insyirah ayat 5–6 sebagai pengingat untuk tetap kuat menghadapi kesulitan.
Ia mengutip ayat yang berbunyi fa inna ma’al usri yusra, inna ma’al usri yusra, yang berarti sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa ujian yang dihadapi manusia tidak sebanding dengan banyaknya nikmat yang diberikan Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Bahrur mempersembahkan gelar sarjana yang diraihnya kepada kedua orang tuanya.
Ia menyebut kedua orang tuanya merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang tidak pernah merasakan bangku perkuliahan, tetapi berhasil mengantarkan ketiga anak mereka menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Untuk ayah dan ibu tercinta, gelar ini bukan semata-mata milik saya, tetapi saya persembahkan gelar ini kepada Bapak Ibu saya,” ujarnya.
Bahrur turut menyampaikan terima kasih kepada kakaknya, Rektor Unismuh Makassar, seluruh pihak universitas, serta teman-teman organisasi yang telah memberikan dukungan selama empat tahun masa studinya.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar nilai akademik dan keberhasilan, tetapi juga menjaga sikap, empati, dan integritas dalam memperlakukan orang lain.
“Nilai seseorang itu memang penting, tetapi menjadi manusia yang memiliki attitude yang baik, tidak menjatuhkan orang lain, memiliki empati dan integritas itu adalah segalanya,” tegasnya.
Ia menilai kecerdasan dan keberhasilan akan lebih bermakna ketika seseorang tetap mampu menghargai serta memanusiakan orang lain.
Daftar Wisudawan Berprestasi
Wahyuddin Yahya dari Program Pascasarjana S2 Manajemen meraih IPK 4,00 dengan skor prestasi 95,98. Ia berasal dari Kabupaten Takalar dan menyelesaikan studi selama dua tahun.
Bahrur Rahman Hasba dari Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, meraih IPK 3,91 dengan skor prestasi 95,58. Ia berasal dari Kabupaten Gowa dan menyelesaikan studi selama empat tahun. Bahrur juga tercatat sebagai lulusan terbaik tingkat universitas.
Ikbal dari Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), meraih IPK 3,97 dengan skor prestasi 93,74. Ia berasal dari Kabupaten Bantaeng dan menyelesaikan studi selama empat tahun.
Ramdayani dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam (FAI), meraih IPK 3,98 dengan skor prestasi 92,77. Ia berasal dari Mamuju dan menyelesaikan studi selama tiga tahun sepuluh bulan.
Sri Wahyuni dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), meraih IPK 3,75 dengan skor prestasi 92,08. Ia berasal dari Kabupaten Bulukumba dan menyelesaikan studi selama empat tahun sepuluh bulan.
Putri Awaliyah Aldina dari Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), meraih IPK 3,80 dengan skor prestasi 92,01. Ia berasal dari Kabupaten Bone dan menyelesaikan studi selama tiga tahun sepuluh bulan.
Elsa dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian (Faperta), meraih IPK 3,95 dengan skor prestasi 89,60. Ia berasal dari Kabupaten Enrekang dan menyelesaikan studi selama tiga tahun sepuluh bulan.
Nurul Laily dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, meraih IPK 3,96 dengan skor prestasi 88,96. Ia berasal dari Kabupaten Takalar dan menyelesaikan studi selama tiga tahun sembilan bulan.




