LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meminta pemerintah memberikan perhatian dan dukungan yang lebih setara kepada perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi negeri (PTN), terutama dalam pembiayaan operasional dan kesejahteraan dosen.
Aspirasi tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, di hadapan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung dalam Seminar Islamic Communication Festival (ICOMFEST) 5, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, itu berlangsung di Theater I-Gift, Lantai 2 Menara Iqra, Kampus Unismuh Makassar.
Burhanuddin menilai, perguruan tinggi swasta turut menjalankan tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga perlu memperoleh dukungan yang memadai dari pemerintah.
“Biaya operasional perguruan tinggi hanya diterima oleh perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi swasta, kami tidak dapat, Pak. Padahal, mencerdaskan anak bangsa bukan cuma perguruan tinggi negeri, tapi juga perguruan tinggi swasta,” ujar Burhanuddin.
Selain pembiayaan operasional, ia menyoroti persoalan tunjangan kinerja dosen tetap yayasan di perguruan tinggi swasta.
Menurut Burhanuddin, dosen yayasan memiliki tanggung jawab akademik dalam mendidik mahasiswa, tetapi dukungan kesejahteraan yang diterima tidak sepenuhnya sama dengan dosen berstatus aparatur sipil negara (ASN).
“Padahal, pegawai negeri sipil dengan dosen yayasan sama-sama tanggung jawabnya untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Ia berharap pemerintah membuka ruang kebijakan yang memungkinkan dosen perguruan tinggi swasta memperoleh tunjangan kinerja sebagaimana yang diterima dosen ASN sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dosen-dosen kami di PTS bisa juga dapat tunjangan kinerja sebagaimana layaknya tunjangan dosen pegawai negeri sipil,” ujarnya.
Tamsil Linrung Dorong Aspirasi Disuarakan ke Parlemen
Menanggapi aspirasi tersebut, Tamsil Linrung menyatakan sependapat bahwa perguruan tinggi swasta memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
Menurut Tamsil, lembaga pendidikan swasta telah membantu negara menyediakan layanan pendidikan melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan tenaga pendidik, dan pengelolaan institusi pendidikan.
“Seharusnya negara memberi apresiasi dan terima kasih kepada lembaga-lembaga swasta yang mengelola pendidikan karena itu mengambil tanggung jawab negara,” kata Tamsil.
Ia mengungkapkan, persoalan tunjangan kinerja dosen sebelumnya juga telah disampaikan kepadanya oleh kalangan dosen. Aspirasi tersebut, menurut dia, telah diteruskan kepada Kementerian Keuangan serta kementerian yang menangani pendayagunaan aparatur negara.
Tamsil menilai, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik perlu terus disuarakan agar memperoleh perhatian dalam pembahasan kebijakan dan anggaran pemerintah.
“Memang ini mungkin harus sering-sering kita suarakan ke parlemen supaya parlemen ini menyuarakan ketika ada rapat dengan pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan parlemen dapat memperkuat penyampaian aspirasi perguruan tinggi swasta dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.
Unismuh Perkuat Regenerasi Dosen
Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin memaparkan upaya Unismuh Makassar dalam mengembangkan sumber daya manusia, khususnya dosen muda dan mahasiswa berprestasi.
Ia menyebutkan, Unismuh memiliki 65 dosen berusia 35 tahun ke bawah yang didorong meningkatkan kualifikasi akademik sebagai bagian dari regenerasi tenaga pengajar.
Selain pengembangan dosen, Unismuh setiap tahun memfasilitasi tiga mahasiswa berprestasi untuk mengakses peluang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sejumlah mahasiswa dan alumni Unismuh juga telah melanjutkan pendidikan ke berbagai negara, antara lain Inggris, Italia, dan Taiwan.
Burhanuddin berharap kehadiran Tamsil Linrung dapat memperluas dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia Unismuh, baik melalui akses beasiswa maupun penguatan kebijakan pendidikan tinggi.
Menurut dia, peningkatan mutu perguruan tinggi perlu ditopang dukungan terhadap tenaga pendidik dan keberlanjutan pembiayaan institusi. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dosen dan operasional PTS dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.




