MAKASSAR, LUMINASIA.ID – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, menegaskan reputasi internasional perguruan tinggi harus dibangun melalui peningkatan mutu akademik, produktivitas penelitian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Rakhim dalam Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Kampus Unismuh Makassar, Selasa (20/10/2026). Sebanyak 1.598 lulusan mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026.
Menurut Rakhim, reputasi perguruan tinggi tidak cukup ditentukan oleh pengakuan lembaga pemeringkat internasional. Kepercayaan terhadap kualitas pendidikan, karya ilmiah, dan tata kelola kelembagaan juga menjadi fondasi penting untuk membangun reputasi tersebut.
Ia menekankan perluasan jejaring internasional harus sejalan dengan kemampuan universitas menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan menjawab persoalan masyarakat.
Unismuh, kata dia, ingin tumbuh sebagai perguruan tinggi yang memiliki akar keislaman kuat sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Arah pengembangan ini diwujudkan melalui konsep I-GIFt, yakni Integrated, Green, Islamic, and Futuristic.
Perluas Kerja Sama Internasional
Hingga Oktober 2026, Unismuh mencatat 90 kerja sama internasional yang menjangkau 41 negara. Kemitraan tersebut dikembangkan melalui penelitian bersama, pertukaran akademik, mobilitas mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat.
Internasionalisasi juga ditandai dengan kehadiran mahasiswa asing. Hingga September 2026, sebanyak 49 mahasiswa internasional mengikuti pendidikan penuh waktu untuk memperoleh gelar akademik, sedangkan 165 mahasiswa internasional mengikuti program paruh waktu melalui Makassar Academic and Cultural Heritage (MACCA).
Pada Oktober 2026, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh mengikuti Sakura Science Program di Kanazawa Institute of Technology, Jepang. Tim Unismuh juga melaksanakan pengabdian internasional di Chiba bersama mitra perguruan tinggi dan komunitas diaspora Indonesia.
Pengembangan jejaring tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi menghasilkan kegiatan akademik yang produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Unismuh memperoleh pendanaan sekitar Rp11,6 miliar untuk 234 kegiatan hingga Oktober 2026. Sebanyak 55 kegiatan di antaranya merupakan kolaborasi internasional dengan pendanaan sekitar Rp1,75 miliar.
Produktivitas publikasi ilmiah juga menunjukkan perkembangan. Jumlah dokumen Unismuh yang terindeks Scopus meningkat dari 48 dokumen pada 2022 menjadi 193 dokumen pada 2025. Hingga awal Oktober 2026, tercatat 151 dokumen pada tahun berjalan.
Dari sisi mutu akademik, Unismuh memiliki 76 program studi, dengan 34 di antaranya telah memperoleh akreditasi Unggul. Secara kelembagaan, universitas ini juga menyandang Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 2024.
Dalam QS Asia University Rankings 2026, Unismuh berada pada kelompok peringkat 1.201–1.300. Sementara dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026, Unismuh menempati kelompok 801–1.000 dunia, meningkat dari kelompok 1.001–1.500 pada tahun sebelumnya.
Rektor Tekankan Manfaat bagi Masyarakat
Rakhim mengingatkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari peringkat, jumlah publikasi, atau banyaknya lulusan. Hal yang lebih penting ialah kemampuan universitas menghasilkan ilmu pengetahuan dan lulusan yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam wisuda yang diikuti lulusan dari delapan fakultas dan program pascasarjana.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 402 orang. Berikutnya, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) meluluskan 274 orang, Fakultas Teknik 227 orang, dan Program Pascasarjana 211 orang.
Fakultas Agama Islam meluluskan 158 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 148 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 128 orang, serta Fakultas Pertanian 50 orang. Secara keseluruhan, para lulusan mencatat rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,73.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Mitra
Wisuda Ke-89 juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Pemerintah Kabupaten Sinjai, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya.
Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai mencakup pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan sumber daya alam.
Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, menilai kolaborasi dengan Unismuh dapat membantu menghubungkan keahlian akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam mengembangkan potensi pertanian, perikanan, agroindustri, pariwisata, dan UMKM.
“Melalui MoU ini, kita dapat mengintegrasikan keahlian akademik Unismuh dengan kebutuhan riil daerah, sehingga tercipta program yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ratnawati berharap kerja sama tersebut menghasilkan riset terapan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh petani, nelayan, dan pelaku UMKM di Sinjai.
Rangkaian Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar berlanjut pada Rabu (21/10/2026), dengan agenda penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor Unismuh Makassar dan Bupati Maros, Dr AS Chaidir Syam.
Bagi Unismuh, penguatan mutu akademik, penelitian, dan kerja sama internasional merupakan bagian dari upaya membangun reputasi global. Capaian tersebut diharapkan berjalan seiring dengan lahirnya lulusan berkualitas dan hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




