LUMINASIA.ID, MAKASSAR – PSM Makassar diharapkan mampu meraih poin saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027, dengan menjaga konsistensi permainan dan memperkuat pertahanan.
Harapan tersebut disampaikan penggemar PSM Makassar, Bukhairul Iman, yang menilai laga tandang ini menjadi ujian bagi Juku Eja untuk menunjukkan kedisiplinan dan kemampuan bersaing menghadapi tekanan tuan rumah.
“PSM harus menunjukkan karakter sebagai tim yang memiliki tradisi panjang dalam sepak bola Indonesia. Bermain di kandang lawan tentu tidak mudah, tetapi kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian mengambil inisiatif dapat menjadi modal untuk meraih hasil positif,” ujar Bukhairul Iman, Senin (26/10/2026).
Menurut Bukhairul, PSM perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, terutama saat menghadapi tekanan dan mengantisipasi serangan lawan. Kesalahan dalam menjaga organisasi permainan berpotensi memberi keuntungan bagi Bhayangkara FC.
PSM Diminta Waspadai Serangan Balik
Bukhairul menilai lini pertahanan PSM harus tampil disiplin untuk mengantisipasi serangan balik Bhayangkara FC. Selain menjaga pertahanan, para pemain juga perlu memanfaatkan peluang secara efektif agar setiap kesempatan bisa menghasilkan ancaman bagi lawan.
“Pertandingan seperti ini sering kali ditentukan oleh detail kecil. PSM tidak boleh kehilangan konsentrasi, terutama dalam mengantisipasi serangan balik. Para pemain juga harus mampu memanfaatkan peluang karena kesempatan mencetak gol belum tentu datang berkali-kali,” katanya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi hal penting dalam pertandingan tandang. PSM diharapkan tidak terburu-buru membangun serangan hingga mengabaikan pertahanan, tetapi tetap berani mengambil inisiatif ketika memiliki peluang.
Komunikasi antarlini juga perlu dijaga agar para pemain mampu membaca perubahan situasi pertandingan, mempertahankan penguasaan bola, dan menutup ruang yang dapat dimanfaatkan pemain Bhayangkara FC.
Bukhairul mengatakan dukungan suporter tetap penting bagi PSM, termasuk ketika tim menghadapi pertandingan sulit di luar kandang. Menurut dia, kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap Juku Eja perlu berjalan seiring dengan dukungan yang konstruktif.
“Menjadi pendukung PSM bukan berarti hanya hadir ketika tim menang. Dukungan justru semakin diperlukan ketika tim menghadapi pertandingan sulit. Kami ingin melihat para pemain berjuang maksimal dan menunjukkan kebanggaan mengenakan seragam PSM Makassar,” tuturnya.
Ia juga berharap tim mampu menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki penampilan sepanjang musim. Hasil akhir tetap penting, tetapi perkembangan permainan dan kemampuan memperbaiki kekurangan juga perlu menjadi perhatian.
“Kemenangan tentu menjadi harapan semua suporter. Namun, yang tidak kalah penting adalah melihat PSM berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Tim yang kuat bukan hanya mampu menang, melainkan juga belajar dari setiap pertandingan,” ujarnya.
Bagi Bukhairul, PSM bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Karena itu, semangat juang dan kesungguhan pemain di lapangan menjadi hal yang diharapkan suporter dalam setiap pertandingan.
Bukhairul berharap para pemain PSM mampu menjaga kepercayaan diri, menjalankan strategi dengan disiplin, dan beradaptasi dengan permainan tuan rumah. Ia berharap Juku Eja tidak kehilangan fokus ketika berada dalam tekanan serta mampu memanfaatkan peluang untuk mendapatkan hasil positif.
“Bagi kami, PSM adalah bagian dari kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Harapannya sederhana, para pemain tampil sepenuh hati, menjaga semangat kebersamaan, dan membawa pulang hasil terbaik. Ewako PSM,” kata Bukhairul.
Laga melawan Bhayangkara FC menjadi kesempatan bagi PSM Makassar untuk menunjukkan konsistensi permainan dalam persaingan BRI Super League 2026/2027. Dukungan suporter diharapkan menjadi motivasi bagi tim untuk berjuang maksimal dan meraih poin dari pertandingan tandang tersebut.




