LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Special screening nonton bareng Lyora Penantian Buah Hati di TSM XXI Makassar, Rabu (23/7/2025) diisi dengan talkshow terkait fertilitas.
Dalam talkshow ini hadir sebagai pembicara sutradara Pritagita Arianegara, dokter spesialis feritilitas dr. Fery Wijaya, Sp. OG (K)FER dari Morula, dan aktris Chintya Lamusu yang juga pernah menjadi pejuang garis dua..
Chintya Lamusu menceritakan perjuangan dan kesedihannya sebagai pejuang garis dua, saat menantikan buah hati selama delapan tahun.
"Saya merasa kisah Meutya (Marsha Timothy) dan Fajrie (Darius Sinathrya) di film ini merefleksikan perjalanan saya. Seperti di film, saya ke.mana-mana untuk berusaha, sebelum IVF. Termasuk ke orang pintar, segala macam cara juga dicoba," ujarnya.
Buah dari perjuangannya, kini Cynthia Lamusu dan suaminya Surya Saputra memiliki putra putri kembar, Ataya Tatjana Aisyah Putri dan Atharva Bimasena Saputra
Keduanya lahir melalui program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) setelah penantian panjang selama 8 tahun pernikahan, pada tahun 2016.
Cynthia Lamusu dan Surya Saputra menikah pada tahun 2008. Mereka mengikuti program bayi tabung (IVF) setelah delapan 8 tahun menikah, dan akhirnya dikaruniai anak kembar pada tahun 2016.
"Untuk semua pejuang garis dua, perlu diingat selalu ada harapan. Saya merasa terwakili. Sama seperti Meutya, saya pernah mengalami masa-masa ditanya ‘kapan hamil’ hingga menangis sendiri di kamar. Film ini menyentuh hati,” kata Chintya.
Dalam kesempatan ini dr Fery memaparlan sekitar 20 persen pasangan yang memeriksakan diri sebenarnya tidak memiliki masalah medis, hanya membutuhkan waktu dan dukungan emosional.
“Kesadaran pemeriksaan bersama pasangan lebih tinggi di kota besar. Di kota kecil, sering kali hanya perempuan yang diperiksa,” jelas dr Fery.
Ia juga mengingatkan para pejuang garis dua untuk tidak menjadikan IVF sebagai pilihan terakhir usaha. Melainkan pilihan awal. "Karena semakin tua, akan semakin sulit berhasil," paparnya.
Lyora Penantian Buah Hati dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Agustus 2025, setelah roadshow di berbagai kota besar seperti Makassar, Jakarta, dan Surabaya.
Film ini menjadi pengingat bagi para pejuang garis dua bahwa perjalanan memiliki anak tidak harus dilalui sendirian, dan selalu ada dukungan dari sisi medis maupun emosional.

