LUMINASIA.ID, JAKARTA – Kontroversi mewarnai pelaksanaan festival musik Pestapora 2025. Sebanyak 14 band dan musisi memutuskan mundur dari daftar penampil setelah mengetahui adanya keterlibatan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor pada hari pertama, Jumat (5/9).
Nama terbaru yang menyusul mundur adalah Hindia dan band yang juga digawangi Baskara Putra, .Feast. Keduanya mengumumkan keputusan itu melalui pernyataan resmi di akun Instagram.
“Kami baru mengetahui keterlibatan sponsor PT Freeport Indonesia di malam hari penghujung selesainya acara hari pertama, pun begitu dengan banyak penampil lainnya. Hanya hitungan jam setelah kita bisa punya harapan sedikit di tengah situasi yang memanas, kita kembali dibuat kecewa,” tulis Hindia dan .Feast, Sabtu (6/9).
Baca: OJK Kawal Proses Klaim Asuransi Gedung dan Kendaraan Akibat Demo, termasuk DPRD Sulsel
Mereka menegaskan keputusan mundur diambil untuk menjaga konsistensi sikap. “Mohon maaf untuk seluruh kawan-kawan yang menunggu penampilan kami dan juga mungkin sama-sama merasa terjebak tapi ini yang bisa kami lakukan untuk menjaga hal-hal yang kami bicarakan dan selalu percayai,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, sejumlah band sudah lebih dulu menyatakan batal tampil. Mereka adalah Sukatani, The Jeblogs, Negatifa, Leipzig, Kelelawar Malam, Rebellion Rose, Rekah, Xin Lie (Dian Nov), Ornament, Centra, Swellow, dan Durga.
Beragam cara ditempuh para musisi dalam menyampaikan sikap. The Jeblogs menulis singkat di akun X, “Kami memutuskan untuk undur diri dari Pestapora.” Kelelawar Malam menegaskan solidaritas untuk Papua dengan menyertakan pesan keras terhadap Freeport.
Band punk rock asal Yogyakarta, Rebellion Rose, memilih tetap naik panggung tanpa bernyanyi. Mereka hanya menyampaikan orasi, mengembalikan seluruh honor dan ongkos transportasi, lalu turun untuk bernyanyi akustik bersama penonton sebagai bentuk penghargaan.
Keputusan mundurnya belasan band ini akhirnya mendorong pihak penyelenggara mengakhiri kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Melalui akun Instagram resminya, Pestapora menyatakan bahwa kerja sama dengan Freeport hanya berlaku pada hari pertama dan tidak berlanjut untuk penyelenggaraan hari kedua dan ketiga.
“Per hari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari kedua dan ketiga, kami sudah tidak terikat dan terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia,” tulis pernyataan resmi panitia.
Dengan demikian, total ada 14 band dan musisi yang batal tampil di Pestapora 2025 akibat penolakan terhadap Freeport sebagai sponsor.
Dilansir CNN Indonesia, meski pihak penyelenggara akhirnya mengumumkan penghentian kerja sama dengan Freeport untuk hari kedua dan ketiga, sejumlah band tetap memutuskan mundur. Mereka menilai klarifikasi itu tidak menghapus kekecewaan penonton maupun musisi yang merasa dikejutkan oleh kehadiran Freeport di hari pertama.
Dalam pernyataan resmi, Pestapora menulis: “Per hari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari kedua, 6 September 2025, dan hari ketiga, 7 September 2025, kami sudah tidak terikat dan terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia.”
Keterlibatan Freeport sendiri baru terlihat di hari pertama ketika sebuah pawai dengan banner bertuliskan “Tembaga ikutan berpestapora” hadir di area festival, lengkap dengan marching band perusahaan tambang tersebut.
Daftar lengkap band dan musisi yang mundur:
Daftar 14 band dan musisi yang mundur dari Pestapora 2025:
-
Hindia
-
.Feast
-
Leipzig
-
Negatifa
-
Sukatani
-
Rekah
-
The Jeblogs
-
Swellow
-
Rebellion Rose
-
Kelelawar Malam
-
Durga
-
Ornament
-
Xin Lie (Dian Nov)
-
Centra

