LUMINASIA.ID, BOLA - Laga putaran keempat Piala FA antara Birmingham City dan Leeds United pada Minggu (15/2/2026) tak hanya menghadirkan persaingan dua tim Championship, tetapi juga pertarungan simbolik beraroma Amerika di balik layar kepemilikan klub. Pertemuan ini mempertemukan Birmingham yang sebagian dimiliki legenda NFL Tom Brady dengan Leeds United yang berada di bawah kendali 49ers Enterprises, perusahaan investasi milik waralaba NFL San Francisco 49ers.
Dilansir Yahoo, pertandingan yang digelar di St. Andrew’s tersebut menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk memperpanjang perjalanan di kompetisi sepak bola tertua di dunia. Namun di luar ambisi lolos ke babak kelima, sorotan mengarah pada keterkaitan unik antara Brady dan 49ers. Brady diketahui tumbuh sebagai penggemar 49ers sebelum kemudian menjadi ikon New England Patriots, sehingga laga ini menghadirkan nuansa emosional tersendiri dalam rivalitas lintas olahraga Amerika yang kini merambah sepak bola Inggris.
Birmingham City datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat delapan laga tanpa kekalahan. Tim asuhan Chris Davies itu juga tengah bersaing ketat dalam perebutan tiket promosi ke Premier League, duduk di papan tengah Championship dengan selisih tipis dari zona promosi. Kesuksesan di Piala FA akan menjadi dorongan moral sekaligus finansial bagi klub yang tengah berupaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Sementara itu, Leeds United juga berada dalam momentum positif usai bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menahan imbang Chelsea 2-2 pada laga tengah pekan. Meski fokus utama mereka tetap pada upaya menghindari ancaman degradasi dari Premier League, pelatih Daniel Farke diyakini tidak akan menyia-nyiakan peluang melangkah lebih jauh di Piala FA, kompetisi yang kerap menghadirkan kejutan dan prestise tersendiri.
Pertemuan dua klub dengan dukungan investasi Amerika ini mencerminkan tren meningkatnya kepemilikan asing, khususnya dari Amerika Serikat, dalam sepak bola Inggris. Bagi Birmingham maupun Leeds, laga ini bukan sekadar duel memperebutkan tiket babak kelima, melainkan juga panggung bagi pengaruh global yang semakin mewarnai sepak bola modern.

