Luminasia, Makassar - Mengundang seluruh antusias Kebijakan Publik, acara Kelas Bijak telah digelar untuk membahas dampak kebijakan tarif yang diterapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump terhadap Indonesia. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi berbagai aspek dalam negeri, mulai dari posisi Indonesia dalam perdagangan dunia hingga sektor-sektor yang terimbas langsung.
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump telah menimbulkan dampak signifikan pada banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu topik utama yang telah dibahas dalam acara ini adalah bagaimana kebijakan tarif tersebut mempengaruhi posisi Indonesia dalam lanskap perdagangan dunia. Para pembicara telah mengulas bagaimana kebijakan ini mempengaruhi hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara lain, khususnya dalam konteks perdagangan bebas dan geopolitik kawasan.
Selain dampaknya terhadap posisi Indonesia di tingkat internasional, Kelas Bijak juga telah membahas pengaruh kebijakan ini terhadap ekspor Indonesia. Para pelaku usaha, terutama dalam sektor-sektor tertentu, merasakan dampak langsung dari kebijakan tarif ini. Pelaku usaha UMKM juga tak luput dari pembahasan, di mana mereka harus menghadapi tantangan baru dalam menghadapi pasar global yang semakin kompetitif.
Tidak hanya itu, acara ini juga telah membahas dampak kebijakan tarif terhadap kelas pekerja. Banyak sektor industri yang terdampak, yang berpotensi memengaruhi tenaga kerja Indonesia. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kebijakan Trump memengaruhi daya saing industri Indonesia di pasar internasional dan kualitas hidup pekerja di dalam negeri.
Para pembicara yang dihadirkan dalam acara ini adalah para ahli dan praktisi yang berkompeten dalam bidangnya. Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif CITA, telah memberikan wawasan mengenai dampak kebijakan ini terhadap ekonomi Indonesia secara lebih luas. Krisna Gupta, Senior Fellow di CIPS, telah menyajikan perspektif mengenai aspek geopolitik dan perdagangan global yang turut dipengaruhi oleh kebijakan tarif tersebut.
Afu Utami, CEO Think Policy, juga telah berbicara dalam acara ini. Ia telah membahas bagaimana kebijakan tarif Trump berdampak langsung pada industri Indonesia. Afu Utami menyampaikan, "Kebijakan Trump memiliki efek terhadap industri kita, misalnya tekstil dan industri lainnya." Pernyataan ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan tarif Trump tidak hanya dirasakan oleh sektor tertentu, tetapi juga oleh seluruh ekosistem industri Indonesia.
Salah satu topik yang tidak kalah penting adalah strategi yang sebaiknya diambil oleh pemerintah Indonesia dalam merespons kebijakan tarif tersebut. Para ahli telah memberikan rekomendasi langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mengurangi dampak negatif dan memaksimalkan peluang yang mungkin muncul akibat kebijakan tersebut. Acara ini bertujuan agar pemuda paham dan pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi global.
Selain itu, Kelas Bijak juga telah membahas bagaimana masyarakat Indonesia sebaiknya merespons kebijakan ini. Sebagai bagian dari negara yang terdampak, masyarakat perlu memahami perubahan yang terjadi dalam perekonomian global dan berperan aktif dalam merespons tantangan baru ini. Diskusi ini telah memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bagaimana mereka dapat beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri.
Acara Kelas Bijak telah berlangsung pada Senin (21/04/2025) pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. Juru bahasa isyarat juga telah tersedia untuk mempermudah aksesibilitas bagi peserta dengan kebutuhan khusus. Diskusi mendalam ini telah membantu memperoleh wawasan penting mengenai dinamika perdagangan internasional yang dapat mempengaruhi masa depan Indonesia di kancah global.

