Luminasia, Makassar, 26 Mei 2025 — Yayasan Oase Intim menggelar perayaan 20 tahun pelayanannya dalam mengembangkan teologi kontekstual dan pelayanan lokal, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Acara ini berlangsung di Hotel M-Regency Makassar dan dihadiri oleh mitra gereja, organisasi masyarakat sipil, serta para pendukung dari berbagai wilayah, baik secara luring maupun daring.
Perayaan ini menjadi momen refleksi dan konsolidasi bersama para mitra, sekaligus ruang evaluasi terhadap perjalanan dua dekade pelayanan Oase Intim. Para peserta hadir dengan semangat kolaborasi untuk memperkuat kerja-kerja transformasi sosial dan teologis yang kontekstual di tengah masyarakat Indonesia Timur.
Acara dimulai pukul 16.00 WITA dengan doa, sambutan, dan nyanyian pujian. Sesi pembukaan ini menjadi ruang apresiasi terhadap semua pihak yang telah mendukung perjalanan Oase Intim selama ini.
Selanjutnya, Beril Huliselan, peneliti eksternal, memaparkan resume hasil evaluasi pelayanan 20 tahun Oase Intim. Ia menyampaikan bahwa, “Oase Intim telah banyak memiliki dampak yang positif dalam bidang-bidang seperti gender namun masih perlu perbaikan di beberapa bidang lainnya. Kami menggunakan pendekatan Most Significant Change.”
Setelah itu, John Campbell Nelson, pengurus sekaligus fasilitator utama Yayasan Oase Intim, menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi gereja-gereja di berbagai belahan dunia. “Utamanya tantangan secara ekologis, dalam isu-isu seperti gender, dan isu-isu sosial lainnya,” ungkapnya dalam sesi diskusi.
Salah satu penanya, Dian Aditya Ning Lestari (Diku) dari Aliansi Perdamaian, mengangkat pertanyaan penting tentang bagaimana kondisi sosial politik global memengaruhi advokasi gereja dalam menciptakan perubahan positif. Pertanyaan ini memicu respons mendalam dari kedua narasumber.
John menanggapi bahwa perubahan sosial memang tidak mudah, tetapi harus dilakukan secara perlahan dan terus menerus, baik di dalam tubuh gereja maupun di masyarakat luas. Beril menambahkan bahwa tantangan ini adalah bagian dari misi besar Oase Intim yang harus terus dikembangkan.
Perayaan ini ditutup dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun ke-20 Oase Intim, sebagai simbol syukur atas perjalanan panjang yang telah ditempuh. Sesi foto bersama dan makan malam bersama semakin mempererat kebersamaan di antara para peserta.
Seluruh undangan yang hadir berasal dari berbagai organisasi mitra seperti Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Aliansi Perdamaian, LAPAR, Jalin Harmoni, Komunitas Sehati, dan sejumlah lembaga lainnya. Perayaan ini menjadi peneguhan komitmen bersama dalam memperkuat kerja lintas iman dan lintas sektor demi perdamaian dan keadilan sosial.

