LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI, atau akrab disapa Deng Ical, menggelar pertemuan santai bersama sejumlah jurnalis di Warkop Vandjoel, Jalan Hertasning, Makassar, Sabtu (4/10/2025) sore.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat ditemani kopi, pisang goreng, dan singkong goreng.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, Sekretaris DPW Muhammad Haekal, serta Ketua DPC PKB Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo. Kehadiran jajaran pengurus memperlihatkan semangat konsolidasi internal partai yang terus menjaga komunikasi dengan kader dan masyarakat, termasuk melalui media.
Mengawali pertemuan, Deng Ical menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers atas dukungan mereka sejak dirinya resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media yang terus membantu, memberikan masukan, serta mengawal kami dalam mengemban amanah di DPR,” ujarnya.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu menilai, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengkritisi dan mengawasi jalannya pemerintahan, serta memperkuat demokrasi.
“Refleksi satu tahun ini bukan hanya melihat apa yang sudah kami lakukan di DPR, tetapi juga momentum untuk mendengarkan masukan agar ke depan kinerja bisa lebih baik dan tepat sasaran,” tambahnya.
Dalam diskusi, Deng Ical memaparkan sejumlah isu penting yang saat ini tengah dibahas di Komisi I DPR RI. Salah satu yang paling krusial adalah revisi Undang-Undang Penyiaran. RUU tersebut kini memasuki tahap akhir pembahasan, dengan fokus pada perluasan pengawasan ke ranah digital.
“Sekarang sedang ditimbang-timbang, apakah kewenangan KPI diperluas hingga ke media sosial atau perlu dibentuk lembaga baru yang khusus menangani siber,” jelasnya.
Menurutnya, mayoritas pandangan di DPR condong untuk memperkuat kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dengan pertimbangan efisiensi dan kesiapan sumber daya yang telah dimiliki KPI.
Selain itu, harmonisasi regulasi digital juga menjadi perhatian. Komisi I tengah berupaya menyelaraskan berbagai aturan, seperti UU ITE, UU Pers, dan UU Perlindungan Data Pribadi, agar dapat diintegrasikan melalui payung omnibus law.
Isu strategis lain yang turut dibahas meliputi perkembangan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), serta pertahanan negara.
“Komisi I ini cukup luas cakupannya, mulai dari pertahanan, intelijen, komunikasi dan informatika, hingga pers. Jadi memang banyak hal yang membutuhkan perhatian bersama,” kata Deng Ical.
Pertemuan dengan jurnalis ini, lanjut Deng Ical, merupakan bentuk komitmen PKB dalam menjaga silaturahmi dan membuka ruang dialog. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui media sangat penting untuk diperjuangkan di Senayan.
“Ini bagian dari refleksi kami. Pertemuan dengan media menjadi ruang untuk mendengar langsung masukan, agar bisa kami kawal di DPR,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menilai pertemuan seperti ini perlu terus diperkuat. Menurutnya, hubungan antara partai, legislatif, dan insan pers yang solid akan memperkuat demokrasi dan memperluas jangkauan komunikasi politik.
Pertemuan yang berlangsung hingga menjelang magrib tersebut ditutup dengan harapan agar komunikasi antara wakil rakyat, partai, dan media semakin erat. Deng Ical menegaskan dirinya akan terus membuka ruang dialog, baik secara formal maupun informal, untuk memastikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan dapat terakomodasi di DPR RI.

