Luminasia, Luwu Utara, 19 Oktober 2025 — Dalam rangka menyambut peringatan Tasyakur 100 Tahun Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), JAI Luwu Utara menggelar kegiatan penanaman pohon di lingkungan Shalat Centre, Desa Baloli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas satu abad pengabdian Jemaat Ahmadiyah di Indonesia serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu sore tersebut dihadiri enam peserta, antara lain Mubda Sulsel 3 selaku Ketua Pelaksana, Mln. Basyiruddin Suhartono; Ketua Cabang Luwu Utara, Amiruddin; Mublok Palopo, Rahdian Ahmad; pengurus Lajnah Luwu Utara, Siti Hanifah dan Hasna; serta seorang perwakilan Nasirat, Syifa.
Meskipun cuaca cukup terik, semangat para peserta tidak surut untuk menanam bibit pohon di sekitar area Rumis Baebunta. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA dengan sambutan dari Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Semoga pohon-pohon yang kita tanam dapat hidup sehingga siapapun tanpa memandang latar belakang dapat menikmati buahnya. Pohon-pohon yang kita tanam semoga dapat tumbuh sebagai peneduh. Semoga dengan tertanamnya pohon-pohon ini menjadikan hati setiap orang teduh dan nyaman. Sehingga kehadiran Jemaat Muslim Ahmadiyah yang senantiasa mengupayakan keteduhan dapat diterima oleh hati setiap orang,” ujar Basyiruddin Suhartono.
Setelah sambutan dan doa bersama, peserta melanjutkan kegiatan dengan menanam pohon di sekitar halaman Shalat Centre. Usai seluruh bibit pohon tertanam, kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan menikmati hidangan sederhana.
Peserta Nasirat, Syifa, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Menanam pohon itu seru dan bikin hati tenang. Kita jadi sadar kalau hal kecil kayak tanam satu pohon aja bisa berdampak besar buat lingkungan. Rasanya bangga bisa ikut bantu bumi menjadi lebih hijau. Ayo kita jaga dan rawat pohon yang udah ditanam. Karena pohon itu butuh waktu lama buat tumbuh, tapi manfaatnya bisa dirasakan semua orang.”
Sementara itu, Mubaligh Palopo, Rahdian Ahmad, berharap kegiatan ini membawa berkah dan manfaat luas. “Semoga apa yang kita niatkan khususnya apa yang sudah diperintahkan oleh pusat senantiasa membawa keberkahan yang tidak terbatas, termasuk bibit yang kita tanam akan memberi manfaat untuk banyak orang dan sebagai satu sarana menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman.”
Zaim Anshorullah Luwu Utara juga menekankan pentingnya kegiatan penghijauan bagi keberlangsungan bumi. “Dalam rangka gerakan menanam pohon serentak, sebagai anggota JAI merasakan kesejukan hati dan kebanggaan tersendiri karena ada kesempatan ikut menghijaukan bumi. Dengan menanam pohon berarti kita ikut memelihara bumi dari ancaman pemanasan global, menjaga ketersediaan oksigen untuk keberlangsungan hidup di bumi, serta menjadi tempat tinggal bagi beragam spesies.”
Melalui kegiatan ini, JAI Luwu Utara menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam sebagai wujud rasa syukur atas 100 tahun kiprah Jemaat Ahmadiyah di Indonesia. Gerakan penghijauan ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya memberi manfaat bagi sesama makhluk dan menjaga bumi sebagai bentuk amal jariyah yang berkelanjutan.

