LUMINASIA.ID, BOLA - Pelatih anyar AS Roma, Gian Piero Gasperini, mulai menunjukkan sentuhan berbeda dalam membangun ulang karakter tim ibu kota. Di tengah perubahan kebijakan internal, termasuk pencopotan ban kapten, Gasperini justru menonjolkan sosok Lorenzo Pellegrini sebagai pemimpin baru di ruang ganti—bukan lewat simbol, tetapi lewat pengaruh nyata.
Dilansir Yahoo! Sports, alih-alih sekadar mengandalkan struktur formal, Gasperini tampak mendorong kepemimpinan berbasis sikap dan kontribusi di lapangan. Pellegrini, yang kini semakin sering mendapat menit bermain akibat badai cedera di lini serang, menjawab kepercayaan itu dengan performa dan peran vokal dalam sesi latihan.
Menariknya, pendekatan ini juga terlihat dari bagaimana Pellegrini berani mengkritik pemain muda yang dinilai kurang menunjukkan etos kerja. Sikap tersebut justru mendapat apresiasi dari Gasperini, yang dikenal menyukai pemain dengan karakter kuat dan disiplin tinggi.
Di sisi lain, situasi kontrak Pellegrini masih menjadi tanda tanya. Manajemen klub disebut ingin menyesuaikan nilai kontraknya, sementara sejumlah klub besar Serie A terus memantau perkembangan sang gelandang serang. Namun, fokus Pellegrini disebut tetap pada Roma, bahkan lebih dari siapa pun di skuad saat ini.
Kebijakan Gasperini yang menghapus status kapten sebagai tolok ukur utama kepemimpinan bisa menjadi titik balik bagi Roma. Dalam sistem ini, pemain seperti Pellegrini justru mendapatkan panggung lebih besar untuk membuktikan diri sebagai pemimpin sejati—tanpa perlu bergantung pada ban di lengan.
Dengan dukungan pemain inti seperti Gianluca Mancini dan Bryan Cristante yang juga direncanakan memperpanjang kontrak, Roma perlahan membangun fondasi baru. Gasperini tampaknya tak hanya merombak taktik, tetapi juga mendefinisikan ulang arti kepemimpinan di dalam tim.

