Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Opini

Korea Utara Bangun 200 Kota Baru, Pengusaha di Indonesia Diminta Ikut Terliba

Selasa, 28 Oktober 2025 12:12
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Direktur Geopolitik GREAT Institute sekaligus Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), Dr. Teguh Santosa

Pelaku Usaha ASEAN Didorong Terlibat dalam Pembangunan Korea Utara Demi Stabilitas Kawasan

KUALA LUMPUR, 26 Oktober 2025 — Langkah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membuka peluang kerja sama antara ASEAN dan Korea Utara dinilai sebagai momentum penting bagi stabilitas kawasan Asia Timur.

Direktur Geopolitik GREAT Institute sekaligus Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), Dr. Teguh Santosa, mengatakan pendekatan ASEAN terhadap Pyongyang perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun keseimbangan geopolitik dan memperluas kerja sama ekonomi di kawasan.

“Engagement ini penting karena menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional kepada ASEAN sebagai organisasi kawasan yang paling stabil. Ini saatnya kita menarik Korea Utara agar bisa memperoleh manfaat dari ASEAN, dan sebaliknya ASEAN juga mendapat manfaat dari mereka,” ujar Teguh di sela kegiatan KTT ke-47 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC).

Menurut Teguh, Korea Utara kini tengah fokus melakukan pembangunan besar-besaran melalui program 20 x 10 Regional Development, yaitu rencana membangun 200 kota baru dalam waktu 10 tahun.

Program ambisius itu, katanya, membuka peluang besar bagi pelaku usaha ASEAN, termasuk Indonesia, untuk turut serta.

“Pembangunan itu membutuhkan banyak dukungan dan sumber daya. Pelaku bisnis ASEAN bisa dilibatkan di sana. Secara politik, keterlibatan ekonomi semacam ini juga dapat memberi pengaruh besar terhadap perilaku politik Korea Utara,” ujarnya.

Teguh menjelaskan, kerja sama ekonomi dapat menjadi instrumen efektif dalam mengurangi ketegangan politik dan mendorong perubahan perilaku secara damai.

“Aktivitas ekonomi membuat perbedaan politik bisa diselesaikan dengan cara yang lebih pasifis. Ini jauh lebih baik dibandingkan konfrontasi militer,” tegasnya.

Ia menilai, hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan bersifat fluktuatif. Dalam sejarahnya, hubungan keduanya sempat membaik ketika Korea Selatan dipimpin presiden dari kubu yang lebih bersahabat, seperti Kim Dae-jung, Roh Moo-hyun, dan Moon Jae-in.

“Artinya, selalu ada peluang untuk memperbaiki hubungan. Tugas kita di kawasan adalah merevisi prasangka terhadap Korea Utara. Dengan melibatkan mereka dalam pembangunan, kita dapat mengontrol agresivitas sekaligus menciptakan stabilitas,” katanya.

Teguh menekankan bahwa memperlakukan Pyongyang secara berbeda justru bisa memperburuk situasi. Ia mendorong agar ASEAN membuka kembali ruang partisipasi Korea Utara dalam forum-forum kawasan, seperti ASEAN Regional Forum (ARF), bahkan mempertimbangkan menjadikannya mitra strategis baru sehingga menjadi ASEAN+4.

“Mengalienasi Korea Utara justru berisiko memperburuk keadaan. Tetapi jika kita libatkan mereka di saat membutuhkan dukungan, mereka akan memiliki ketergantungan positif terhadap kawasan ini. Itu cara yang cerdas untuk mengontrol perilaku negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teguh menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai jembatan diplomasi antara Korea Utara dan negara-negara ASEAN. Hubungan baik antara Indonesia dan Pyongyang yang telah terjalin lama menjadi modal penting untuk membuka kembali komunikasi kawasan.

“Korea Utara memiliki hubungan baik dengan Indonesia, Vietnam, Laos, dan Singapura. Bahkan, hubungan Pyongyang dan Kuala Lumpur pernah sangat baik sebelum insiden tahun 2017 di KLIA,” jelasnya.

Meski sempat terganggu, Teguh optimistis hubungan Korea Utara dengan negara-negara ASEAN dapat dipulihkan.

“Kalau kita ingin membangun Asia Tenggara dan Asia Timur yang damai serta sejahtera, pelibatan Korea Utara sangat penting. Tujuannya bukan untuk menambah anggota ASEAN, melainkan memperluas kerja sama kawasan demi stabilitas dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Tags: korea utara Indonesia GREAT Institute

Baca Juga

Nahkodai DMI Gowa, Talenrang Targetkan Tata Kelola Masjid Lebih Profesional
Nahkodai DMI Gowa, Talenrang Targetkan Tata Kelola Masjid Lebih Profesional
Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
Tukar Uang Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar Online via pintar.bi.go.id Mulai 13 Februari
Tukar Uang Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar Online via pintar.bi.go.id Mulai 13 Februari
Jumat Bersih Serentak, Pemkab Gowa Libatkan TNI-Polri Hingga RT/RW
Jumat Bersih Serentak, Pemkab Gowa Libatkan TNI-Polri Hingga RT/RW
Hadiri Harlah JMSI ke-6, Wamen HAM Tekankan Pers Bukan Sekadar Penyampai Informasi
Hadiri Harlah JMSI ke-6, Wamen HAM Tekankan Pers Bukan Sekadar Penyampai Informasi
Ini Jalannya Pertandingan Futsal Indonesia vs Iran, Kalah Dramatis Usai Adu Penalti
Ini Jalannya Pertandingan Futsal Indonesia vs Iran, Kalah Dramatis Usai Adu Penalti

Populer

  • 1
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 2
    Birmingham City vs Leeds United: Duel Klub Milik Investor Amerika di FA Cup 2026, Sentuhan Tom Brady vs 49ers Enterprises
  • 3
    Oviedo Andalkan Kandang untuk Bertahan, Bilbao Uji Konsistensi di Tengah Tren Kebobolan
  • 4
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 5
    Udinese vs Sassuolo 1-2: Lauriente dan Pinamonti Bawa Sassuolo Comeback di Bluenergy Stadium

Ekonomi

  • GMTD Konsisten Lakukan Donor Darah, Sukses Kumpul 95 Kantong
    GMTD Konsisten Lakukan Donor Darah, Sukses Kumpul 95 Kantong
  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID