Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Viral

Penjelasan BMKG Viral Awan Busa Hitam Subang, Ternyata Berbahaya dan Mematikan

Minggu, 2 November 2025 21:19
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
viral awan busa hitam Subang ternyata limbah berbahaya


LUMINASIA.ID - Fenomena busa hitam viral di Subang membuat warga geger setelah gumpalan busa misterius melayang di langit Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Awalnya dikira awan gelap, busa tersebut ternyata diduga berasal dari limbah industri yang terbawa angin dan berpotensi membahayakan kesehatan warga serta mencemari lingkungan.

Busa Hitam yang Viral di Media Sosial

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/10/2025). Gumpalan busa berwarna hitam tampak melayang di udara sebelum perlahan turun dan menutupi area persawahan serta sebagian permukiman warga.

Banyak warga merekam momen tersebut dan mengunggahnya ke media sosial hingga menjadi fenomena viral “awan busa hitam Subang”.

Salah satu warga menuturkan bahwa pada awalnya mereka mengira benda itu merupakan awan. Namun, setelah didekati, tercium bau menyengat yang mirip limbah industri.
“Tampak seperti awan gelap, tapi setelah dilihat dari dekat ternyata busa yang baunya mirip kotoran atau limbah,” ujar warga, dikutip dari unggahan akun subang.info, Rabu (29/10/2025).

BMKG: Bukan Fenomena Alam

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwaka, menjelaskan bahwa fenomena busa hitam tersebut bukanlah benda alami yang berada di atmosfer.
“Sepertinya bukan hidrometeor atau objek alami di atmosfer. Lebih merupakan polutan yang tersuspensi ke atas,” katanya kepada Tirto, Jumat (31/10/2025).

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, juga menegaskan bahwa hasil kajian awal menunjukkan fenomena ini tidak termasuk kejadian alam yang disebabkan proses cuaca, awan, atau aktivitas atmosfer lainnya. Menurutnya, gumpalan hitam itu kemungkinan besar berasal dari aktivitas di permukaan bumi, seperti proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas manusia lain yang menyebabkan material ringan terangkat ke udara.

BRIN: Fenomena Foam Cloud Akibat Surfaktan Limbah Industri

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Ardhi Adhary Arbain, menyebut fenomena busa hitam yang viral di Subang mirip dengan foam cloud atau awan busa.
“Sumbernya bisa dari deterjen, material organik, atau limbah lainnya. Bila angin cukup kuat, busa ini bisa terangkat ke udara hingga puluhan atau ratusan meter,” jelas Ardhi.

Ia menambahkan bahwa fenomena serupa juga pernah terjadi di India dan Kolombia, di mana busa limbah industri terangkat ke udara dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi penduduk.

DLH: Berasal dari Pabrik Pengelola Limbah di Karawang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat memastikan bahwa busa hitam yang sempat bertebaran hingga ke permukiman warga di Subang berasal dari pabrik PT Dame Alam Sejahtera yang berlokasi di Kabupaten Karawang.
Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang pengangkutan dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3).

“Berdasarkan hasil penelusuran, busa tersebut berasal dari limbah perusahaan pengangkut, pengumpul, dan pengelola LB3 berskala nasional,” ujar Ai.

Ia menambahkan, busa itu diduga merupakan sisa kejadian kebakaran yang terbawa angin ke arah Subang. Kondisi cuaca kering dalam beberapa hari terakhir juga memperparah penyebarannya.

Ahli: Surfaktan Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan

Pakar Global Health Security dari Griffith University, dr. Dicky Budiman, menilai penting untuk memastikan sumber busa tersebut.
“Kalau benar berasal dari limbah industri yang terbawa udara lalu mengendap di tanah, ini termasuk pencemaran lingkungan lanjutan,” ujarnya.

Menurut Dicky, surfaktan yang tinggi dalam air limbah industri dapat menghasilkan busa yang banyak dan stabil. “Surfaktan bisa menyebabkan iritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, baik melalui kontak langsung maupun inhalasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa busa limbah juga berpotensi mencemari tanah, tanaman, dan sumber air minum lokal, sehingga meningkatkan risiko paparan bahan kimia berbahaya jangka panjang.

“Paparan surfaktan dalam konsentrasi tinggi dan jangka panjang dapat berisiko mengganggu organ penting seperti hati dan ginjal,” ujarnya.
“Fenomena ini harus dipandang sebagai isu kesehatan lingkungan dan keamanan kesehatan global,” tambahnya.

Rekomendasi Penanganan dan Pencegahan

Sebagai langkah cepat, Dicky menyarankan pemerintah untuk mengambil sampel busa, air, tanah, dan udara di wilayah terdampak untuk mengetahui kandungan kimia spesifik seperti surfaktan, logam berat, atau senyawa organik volatil. Ia juga menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat.
“Pemerintah harus segera memberikan literasi publik. Misalnya, hindari menyentuh busa, dan jika terkena, segera bilas dengan air bersih,” kata Dicky.

Ia menegaskan bahwa jika terbukti berasal dari limbah industri, maka sumber pencemaran harus segera dihentikan dan sistem pengelolaan limbah diperbaiki.
“Fenomena busa hitam di langit Subang bukan sekadar pemandangan aneh, melainkan tanda bahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Tags: awan busa hitam Subang viral Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun BMKG

Baca Juga

Beredar di Medsos Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota Makassar, Pemkot Tegaskan Hoax
Beredar di Medsos Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota Makassar, Pemkot Tegaskan Hoax
Apa Arti Kata 67 yang Viral, Dinobatkan sebagai Word of The Year 2025, Tren Gen Alpha dari TikTok
Apa Arti Kata 67 yang Viral, Dinobatkan sebagai Word of The Year 2025, Tren Gen Alpha dari TikTok
BMKG Rilis Hasil Hisab Awal Ramadan 2026 Sulsel, Kriteria Hilal Belum Terpenuhi
BMKG Rilis Hasil Hisab Awal Ramadan 2026 Sulsel, Kriteria Hilal Belum Terpenuhi
Warkop Om Ben Buka Gerai di Mall Panakkukang, Yuk Coba Mie Pangsit Legendaris
Warkop Om Ben Buka Gerai di Mall Panakkukang, Yuk Coba Mie Pangsit Legendaris
Link Video Perempuan 'Cukur Kumis' Banyak Dicari, Ekspresi Aneh Diduga Mengandung Konten Terlarang
Link Video Perempuan 'Cukur Kumis' Banyak Dicari, Ekspresi Aneh Diduga Mengandung Konten Terlarang
Kabar Baik! Prediksi Cuaca Hari Ini Makassar Tidak Hujan, Kecuali di Dua Kecamatan Ini
Kabar Baik! Prediksi Cuaca Hari Ini Makassar Tidak Hujan, Kecuali di Dua Kecamatan Ini

Populer

  • 1
    LENGKAP! Ini Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: EVOS Hadapi NAVI, Team Liquid ID Ditantang RRQ, ONIC Jumpa Alter Ego
  • 2
    Nasib Juri Cerdas Cermat MPR Usai Viral, Kini Nonaktif dan Terancam Sanksi
  • 3
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • 4
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • 5
    VfL Wolfsburg vs FC Bayern Munchen: Menang 4-0, Bayern Juara DFB-Pokal Wanita 2026

Ekonomi

  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
    Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
  • Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
    Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
  • SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu
    SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu

Peristiwa

  • Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
    GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID