LUMINASIA.ID, SPORT - Stephen Curry selama ini identik dengan tembakan tiga angka dan reputasi sebagai salah satu penembak terbaik sepanjang sejarah NBA. Namun di tengah musim ke-17 yang menuntut konsistensi fisik dan mental, bintang Golden State Warriors itu menilai kekuatan terbesarnya justru datang dari rumah.
Dalam sejumlah kesempatan terbaru, Curry menekankan bahwa stabilitas keluarga memberinya ruang untuk tetap menikmati permainan. Ia menyebut dukungan sang istri, Ayesha, membuatnya mampu menempatkan karier secara proporsional, terutama saat tekanan kompetisi, ekspektasi publik, dan jadwal padat datang bersamaan.
Bagi Curry, memiliki hubungan yang sehat berarti ia bisa “hadir sepenuhnya” ketika berada di lapangan. Ketika urusan rumah berjalan baik, pikirannya lebih ringan, fokus meningkat, dan ia dapat bermain dengan rasa gembira yang sama seperti saat masih kecil jatuh cinta pada basket. Perasaan itu yang menurutnya jarang bisa dibeli oleh pencapaian statistik.
Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran atlet profesional, Curry masih menjadi tumpuan Warriors. Ia tetap produktif sebagai mesin poin tim dan kembali mendapat panggilan All-Star, meski kali ini harus menepi karena masalah lutut. Situasi tersebut tidak mengurangi pandangannya bahwa umur panjang kariernya sangat berkaitan dengan keseimbangan hidup yang ia jaga bersama keluarga.
Ayesha pun memegang peran penting dalam menciptakan ruang tersebut. Di tengah kesibukan masing-masing, keduanya berusaha mempertahankan momen kebersamaan, bahkan dari agenda sederhana. Upaya kecil itu menjadi jangkar yang mengingatkan mereka pada alasan membangun kehidupan bersama sejak awal.
Kombinasi antara karier gemilang dan rumah tangga yang solid membuat Curry merasa menjadi pemenang di dua dunia. Trofi dan rekor mungkin akan tercatat dalam buku sejarah, tetapi fondasi keluarga, menurutnya, adalah hal yang membuat semua perjalanan panjang itu layak dijalani.

