LUMINASIA.ID - Tepuk raket berpadu sorak peserta memenuhi Gedung Olahraga Unismuh Makassar, Minggu (23/11/2025) saat Muhammadiyah Badminton Cup 1 resmi dibuka.
Gelaran perdana ini menandai keseriusan Muhammadiyah Sulawesi Selatan membangun ekosistem olahraga yang tertata dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat wilayah.
Acara yang diprakarsai Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PWM Sulsel ini diikuti peserta dari berbagai daerah dan amal usaha Muhammadiyah. Meski baru pertama digelar, antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang arena.
Menguatkan Identitas Kader
Ketua LSBO PWM Sulsel, Dr Andi Baetal Muqaddas, menegaskan pentingnya disiplin organisasi yang diterapkan pada penyelenggaraan tahun ini. Seluruh peserta diwajibkan memiliki Nomor Baku Muhammadiyah (NBM).
“NBM bukan sekadar nomor. Ini identitas kader. Ada yang sudah 30 tahun bermuhammadiyah tapi belum punya NBM. Mulai tahun ini, kami ingin menegaskan kembali pentingnya identitas itu,” ujarnya.
Ia juga menyebut rendahnya minat kader pada kegiatan seni pada tahun sebelumnya, berbeda dengan tingginya minat pada kegiatan olahraga.
“Waktu lomba foto dan workshop video, pesertanya hanya sedikit. Tapi begitu olahraga, luar biasa banyak. Ini memberi sinyal bahwa olahraga punya daya tarik besar di Muhammadiyah,” katanya.
Ke depan, LSBO merencanakan perluasan cakupan peserta serta membuka kesempatan bagi masyarakat umum agar kegiatan olahraga dapat menjadi sarana dakwah yang inklusif.
Bagian dari Rangkaian Milad
Ketua Panitia Milad 113 Muhammadiyah Sulsel, Prof Gagaring Pagalung, menyampaikan bahwa Badminton Cup 1 merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak milad yang akan digelar di Kota Palopo pada 6 Desember 2025.
“Ini event kedua setelah Pembukaan Diksar KOKAM yang telah dibuka kemarin. Ke depan akan ada rangkaian lebih besar sampai pusat kegiatan di Palopo,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tema nasional Milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, sejalan dengan semangat olahraga sebagai medium kesehatan, disiplin, dan kebersamaan.
Pesan Rektor Unismuh Makassar
Sebagai tuan rumah, Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, menekankan bahwa olahraga tidak hanya menguatkan fisik, tetapi juga membangun karakter mahasiswa dan civitas akademika.
“Kegiatan olahraga seperti ini adalah bagian dari upaya memajukan kehidupan kebangsaan. Sportivitas, kerja sama, dan kejujuran tumbuh dari lapangan dan semuanya mendukung semangat Milad ‘Memajukan Kesejahteraan Bangsa’,” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya etika bertanding. “Gunakan strategi untuk menang, tetapi jangan mencederai. Jangan sampai ada yang pulang dengan hati terluka. Kita ingin gembira bersama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Unismuh kini memiliki Program Studi Pendidikan Pelatih Keolahragaan yang siap mendukung pembinaan olahraga Muhammadiyah di Sulsel.
“Dengan hadirnya Prodi PKO, kampus ini siap mendukung lahirnya atlet dan pelatih yang berkarakter Muhammadiyah,” ujarnya.
Dukungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sekretaris Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah, Dr Fajar Junaidi, menegaskan komitmen lembaganya memperkuat pembinaan olahraga di seluruh amal usaha.
“Kami sudah menyiapkan panduan pendirian kelas khusus olahraga bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ini penting untuk mencetak atlet sedari awal,” ujarnya.
LPO mencatat saat ini terdapat 16 sekolah Muhammadiyah yang telah membuka kelas olahraga, serta 30 perguruan tinggi dengan program studi keolahragaan. Lembaga itu juga mencatat enam klub Muhammadiyah yang bermain di Liga 4, termasuk satu sekolah kejuruan yang menembus kompetisi nasional.
Selain itu, LPO menjajaki kolaborasi dengan PT Liga Indonesia melalui program I-League Goes to Campus. Unismuh Makassar dijadwalkan menjadi tuan rumah pada awal Desember.
“Sebelumnya di UMS Solo dan SMA Muhammadiyah 5 Yogya. Di Makassar nanti, kami berharap bisa melibatkan pemain PSM,” kata Fajar.
Tradisi Olahraga yang Mulai Tumbuh
Ketua PWM Sulsel, Prof Ambo Asse, menggarisbawahi bahwa olahraga merupakan ruang pembentukan karakter. Ia menekankan sportivitas dan etika bertanding kepada para peserta.
“Silakan beradu kemampuan. Gunakan strategi terbaik untuk menang, tapi jangan mencederai. Jangan menyikut,” ujarnya.
Ia melihat bahwa minat warga Muhammadiyah terhadap olahraga semakin tumbuh. Dengan banyaknya kampus Muhammadiyah di Sulsel yang membuka program studi olahraga, kegiatan seperti Badminton Cup dinilai dapat menjadi basis pembinaan yang lebih sistematis.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan bola bulutangkis oleh Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse, Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, Sekretaris LPO PP Muhammadiyah Dr Fajar Junaidi, Ketua Panitia Milad Prof Gagaring Pagalung, dan Wakil Ketua PWM Sulsel Dr Pantja Nurwahidin.

