LUMINASIA.ID, MAKASSAR - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang membawahi klaster Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), menegaskan komitmennya mempercepat ekspansi bisnis pada 2026 melalui penguatan keunggulan layanan dan operasional di seluruh wilayah kerja.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) SPJM yang digelar selama dua hari pada 12–13 Februari 2026 di Makassar.
Forum strategis ini dihadiri jajaran manajemen pusat, senior manager wilayah, serta direksi anak dan cucu perusahaan, dan dilaksanakan secara hybrid agar dapat diikuti seluruh insan SPJM secara daring.
Komisaris Utama SPJM, Hermanto, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja 2025 yang dinilai solid. Ia menekankan bahwa tahun 2026 akan diwarnai dinamika industri yang semakin kompleks sehingga perusahaan perlu memperkuat fondasi bisnis dan tata kelola.
“Dewan Komisaris sangat mengapresiasi kerja keras seluruh insan SPJM. Namun 2026 akan penuh tantangan. Karena itu kami menegaskan tiga arahan strategis, yakni penguatan dan diversifikasi bisnis MEPS, ekspansi yang selektif, serta optimalisasi service excellence,” ujar Hermanto.
Ia menambahkan, arah strategis tersebut harus berjalan seiring dengan disiplin efisiensi, manajemen risiko yang terukur, serta penguatan kapabilitas sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama SPJM, Arief Prabowo, menyebut Raker menjadi ruang konsolidasi sekaligus forum terbuka untuk menyelaraskan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Evaluasi capaian 2025 dan pemaparan roadmap bisnis menjadi fokus utama pembahasan.
“Rapat Kerja ini merupakan ruang terbuka untuk berdiskusi terkait target pencapaian di tahun 2026. Roadmap SPJM Grup, khususnya di 2026, adalah penguatan bisnis agar mampu memberikan layanan pendukung yang unggul guna mewujudkan target ekspansi ke depan,” kata Arief.
Pada hari kedua, pembahasan difokuskan pada isu-isu strategis serta inisiatif perbaikan berbasis evaluasi kinerja tahun sebelumnya. Para senior leaders membedah tantangan sektor maritim dan kepelabuhanan, termasuk strategi peningkatan efisiensi operasional dan daya saing layanan.
Direktur Operasi Pelindo, Putut Sri Muljanto, yang hadir secara daring, menegaskan posisi strategis SPJM dalam mendukung bisnis inti Pelindo Grup. Ia menilai optimalisasi layanan menjadi kunci penguatan kontribusi SPJM terhadap kinerja korporasi secara keseluruhan.
“SPJM memiliki posisi vital dalam mendukung bisnis utama Pelindo, baik dari sisi marine maupun peralatan dan utilitas. Dengan pengalaman yang ada, SPJM perlu fokus pada keunggulan layanan untuk mendorong pengembangan usaha dan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan,” ujar Putut.
Mengusung tema “Driving Commercial Expansion Through Business & Service Excellence”, Raker 2026 diharapkan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan SPJM melalui layanan yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi. Strategi ini diyakini mampu memperkuat loyalitas pelanggan, meningkatkan reputasi bisnis, serta memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Sebagai subholding Pelindo yang berdiri sejak 1 Oktober 2021 pasca integrasi BUMN kepelabuhanan, SPJM mengelola lima klaster bisnis utama, yakni jasa marine, peralatan pelabuhan, galangan kapal, pengerukan (dredging), serta utilitas kepelabuhanan. Wilayah operasionalnya mencakup seluruh Indonesia, dari Malahayati hingga Merauke.
SPJM juga membawahi delapan anak perusahaan dan dua cucu perusahaan yang memperkuat layanan terintegrasi (integrated one stop service) bagi pengguna jasa, baik domestik maupun internasional. Dengan konsolidasi strategi dan penguatan layanan di 2026, SPJM optimistis dapat memperluas pangsa pasar sekaligus meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

