Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Gelar Karya BPPMPV KPTK 2025 Tampilkan Inovasi Guru dari Olahan Ikan hingga Game, Dipadati 10.000 Pengunjung

Jumat, 5 Desember 2025 12:12
Editor: Aksara Dewi
  • Bagikan
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D, didampingi Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, S.A.P., M.Si.,


LUMINASIA.ID - Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi kembali menggelar Gelar Karya, untuk tahun 2025 ini,

Gelar Karya BPPMPV KPTK Tahun 2025 ini dilaksanakan di BPPMPV KPTK Jalan Diklat No. 30, Pacellekang, Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,  dengan skala yang lebih besar dan lebih komprehensif.

Acara ini berlangsung selama dua hari, 5–6 Desember 2025, dan memadati Gedung Serbaguna, Aula Paus, serta sejumlah gedung fungsional lainnya di kompleks BPPMPV KPTK.

Kegiatan ini bukan hanya menampilkan inovasi hasil pelatihan guru, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi kuat antara satuan pendidikan vokasi, mitra industri, akademisi, dan pemerintah.

Dengan mengusung tema “Memperkuat Transformasi Digital dan Ketahanan Pangan”, Gelar Karya 2025 yang menegaskan peran pendidikan vokasi dalam merespons kebutuhan era digital dan tantangan pangan global, ini, dibuka Jumat (5/12/2025).

Pada sesi pembukaan, rangkaian acara diawali dengan Pedang Pora dari SMK Pelayaran Katangka. Acara dilanjutkan dengan tari Paduppa oleh SMKN 2 Gowa dan pemutaran video kaleidoskop.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D, yang khusus hadir dalam acara tersebut. Ia didampingi Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, S.A.P., M.Si.

Kepada wartawan Lismanto mengatakan bahwa Gelar Karya merupakan ajang untuk menunjukkan hasil nyata dari program upskilling dan reskilling yang diikuti para guru.

Ia menegaskan bahwa setiap peserta pelatihan diwajibkan memamerkan tindak lanjut pembelajaran melalui karya yang diterapkan di sekolah.

“Ya, ini Gelar Karya BPPMPV KPTK yang sudah kami selenggarakan di balai ini, dan ini tahun yang ketiga. Kami menampilkan lulusan-lulusan upskilling–reskilling guru kejuruan di SMP untuk menampilkan tindak lanjut dari pelatihan itu. Mereka kami minta untuk memamerkan hasilnya, nanti ada stand pameran. Ada 35 stand pameran yang ada di sini,”

Lismanto menjelaskan bahwa Gelar Karya dirancang untuk membuka wawasan generasi muda terhadap peluang masa depan di bidang kelautan, perikanan, dan teknologi. Ia memaparkan bahwa pengunjung berasal dari berbagai jenjang pendidikan.

“Pameran atau Gelar Karya ini akan dikunjungi lebih dari 10.000 siswa-siswi SMP. Ada juga dari PAUD, SD, dan SMP. Kenapa kami hadirkan PAUD? Karena kami ingin mengenalkan anak-anak PAUD terkait dengan literasi bahari, kecintaan terhadap bahari, kecintaan terhadap perikanan.”

Ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki kekuatan di bidang maritim dan harus diperkenalkan sejak dini. Sementara bagi siswa SMP, pameran ini dapat memberi gambaran bidang keahlian sebelum mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Dengan adanya pameran ini, kami berharap mereka tertarik pada inovasi-inovasi apa yang bisa dikembangkan, dunia kerja atau dunia usaha apa yang bisa mereka masuki.”

"Kami juga menyiapkan beberapa venue. Di aula ini ada berbagai kegiatan seperti talkshow dan stand-up comedy. Di pojok kiri ada Literasi Bahari. Di sana berisi berbagai informasi tentang kebaharian. Anak-anak PAUD paling suka karena ada gambar-gambar hidup secara visual digital, mereka bisa lihat ikan dan sebagainya," paparnya.

Bidang TIK tahun ini bukan hanya TIK murni, diarahkan menjadi TIK terapan, yang terintegrasi dengan kebutuhan kelautan dan perikanan.

“Di stand kami di depan ada digitalisasi untuk memantau dasar laut. Ada autonomous electric boat, semacam robot untuk memantau kehidupan biota. Termasuk di bidang perikanan, ada IoT untuk budidaya perikanan dan sebagainya. Semua itu kami tampilkan.”

Inovasi lain terlihat dalam industri game yang dipamerkan di gedung TIK, termasuk karya guru yang telah mengikuti pelatihan industri kreatif bersama PT Gamecom.

“Ternyata banyak sekali yang meminatinya. Maka anak-anak SMK harus diarahkan game seperti apa yang bisa dikembangkan di sekolah, tidak hanya sekadar game yang merusak mental, tetapi game yang membangun.”

Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah fashion show bertema kemaritiman.

“Banyak yang bertanya, bidang kelautan, perikanan, TEIKA kok ada fashion show-nya. Kami ingin fashion show itu menampilkan bahwa bidang perikanan dan kelautan itu bukan hanya soal mencari nafkah, tapi juga bisa menjadi passion. Misalnya, pakaian memancing itu seperti apa yang keren. Kalau anak-anak sudah paham dan tertarik, mereka bisa mencintai bahari.”

Venue literasi bahari juga menjadi magnet bagi anak-anak PAUD karena menampilkan visual digital kehidupan laut yang interaktif.

Sementara di gedung TIK, game zone menjadi salah satu andalan yang paling banyak dikunjungi.

Dalam sambutan pembukaannya Tatang menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki mandat utama mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dengan kompetensi yang spesifik.

“Sesuai dengan undang-undang, pendidikan keduluan bertujuan utama untuk menyiapkan peserta didik agar bisa bekerja dengan kemampuan yang spesifik.”

Ia menilai bahwa potensi sektor kelautan dan perikanan sangat luas dan memiliki peluang besar bagi generasi muda.

Dipaparkan Tatang, Tentu hal yang paling penting dalam pendidikan kehutanan adalah kebekerjaan, yakni bagaimana adik-adik setelah selesai pembelajaran bisa menyiapkan diri masuk ke dunia kerja.

"Sekalipun saya yakin banyak di antara adik-adik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagian lainnya mungkin sudah punya bayangan: kalau tahu bagaimana cara mengelola usaha ini, atau usaha di bidang perikanan dan pengolahan, maka bisa membangun usaha. Jadi ada yang bekerja, ada yang melanjutkan pendidikan, dan ada yang membangun usaha," lanjutnya.

Dalam konteks kerja sebagai arah yang dominan, maka yang paling penting adalah bagaimana SMK, balai, dan dunia usaha serta dunia industri bisa berkolaborasi. Sehingga adik-adik memiliki kesempatan yang panjang untuk praktik kerja lapangan. Dari praktik kerja lapangan ini, adik-adik sekalian akan memiliki mindset, sikap, dan attitude tentang bagaimana nanti bekerja.

"Ini bagian dari proses bagaimana upskilling dan reskilling dilakukan untuk para guru . Kemudian juga bagaimana praktik-praktik kolaborasi dengan dunia industri, dan hasil-hasilnya ditampilkan saat ini untuk menunjukkan bahwa ada perkembangan dan ada penyesuaian—artinya peningkatan keterampilan dan reskilling atau penyesuaian keterampilan," ujarnya saat melihat langsung hasil karya guru.

Diharapkan nanti hal ini akan diimplementasikan di sekolah, tidak hanya di sekolah asal guru-guru tersebut, tetapi juga berimbas ke sekolah-sekolah lainnya. Dengan pembelajaran yang lebih baik, maka kualitas lulusan juga akan lebih siap untuk magang, untuk PKL di dunia industri dan dunia pekerjaan.

Selama penyelenggaraan, pengunjung mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow industri game dan cyber security, talkshow ketahanan pangan bertema “Blue Food, Blue Future”, diskusi bidang pelayaran, serta presentasi dari SMKN 2 Pinrang mengenai aplikasi Button Panic Bully.

Kegiatan hiburan seperti live music, stand-up comedy, kuis, serta pameran inovasi pembelajaran berlangsung sepanjang hari.

Pada malam penutupan, gala dinner diadakan sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dan tamu undangan.

Isi pamerans endiri9 beragam. Ada inovasi pengolahan ikan menjadi makanan siap saji, budidaya ikan hias, hingga teknologi perikanan.

Dalam kesempatan tersebut, BPPMPV KPTK menyerahkan sertifikat kepada perwakilan stand pameran, penghargaan bagi peserta upskilling–reskilling terbaik, apresiasi kepada lima SMK mitra Gamecom, serta penghargaan lomba penulisan artikel.

Tahun ini tercatat 939 peserta mengikuti program upskilling dan reskilling, terdiri dari guru SMK, kepala sekolah, pengawas, serta instruktur LKP. (*)

Tags: BPPMPV KPTK Gelar Karya BPPMPV KPTK 2025 BBPVP

Baca Juga

Sinergi dengan BBPVP, Pemkot Makassar Siap Sambur Menaker
Sinergi dengan BBPVP, Pemkot Makassar Siap Sambur Menaker

Populer

  • 1
    Harga Emas Hari Ini: Antam Rp2,9 Juta per Gram
  • 2
    Harga Emas Hari Ini Naik, 1 Gram Antam Tembus Rp2,94 Juta
  • 3
    Harga Emas Hari Ini, Antam Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • 4
    Libur Lebaran 2026 Jadi 7 Hari, Nyepi dan Cuti Bersama Picu Lonjakan Mudik
  • 5
    Hasil Super Bowl: Seattle Seahawks Kalahkan New England Patriots 29-13 di Levi’s Stadium

Ekonomi

  • Menteri Amran Sulaiman, Rosan Roeslani, dan Bahlil Lahadalia Bakal Hadiri Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 di Makassar
    Menteri Amran Sulaiman, Rosan Roeslani, dan Bahlil Lahadalia Bakal Hadiri Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 di Makassar
  • Tiga Indeks Futures AS Naik, Wall Street Bersiap Dibuka di Zona Hijau
    Tiga Indeks Futures AS Naik, Wall Street Bersiap Dibuka di Zona Hijau
  • Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp7.000, 1 Gram Kini Rp2,947 Juta
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp7.000, 1 Gram Kini Rp2,947 Juta

Peristiwa

  • Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Soroti Krisis Armada Sampah dan Drainase Rawan Genangan
    Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Soroti Krisis Armada Sampah dan Drainase Rawan Genangan
  • Jadwal Pencairan THR PNS, TNI, Polri dan Pensiunan 2026, Diperkirakan Cair Pertengahan Maret
    Jadwal Pencairan THR PNS, TNI, Polri dan Pensiunan 2026, Diperkirakan Cair Pertengahan Maret
  • Libur Awal Ramadan 2026 Berdekatan Imlek, Siswa Berpeluang Long Weekend
    Libur Awal Ramadan 2026 Berdekatan Imlek, Siswa Berpeluang Long Weekend
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID