LUMINASIA.ID - Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi kembali menggelar Gelar Karya, untuk tahun 2025 ini,
Gelar Karya BPPMPV KPTK Tahun 2025 ini dilaksanakan di BPPMPV KPTK Jalan Diklat No. 30, Pacellekang, Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan skala yang lebih besar dan lebih komprehensif.
Acara ini berlangsung selama dua hari, 5–6 Desember 2025, dan memadati Gedung Serbaguna, Aula Paus, serta sejumlah gedung fungsional lainnya di kompleks BPPMPV KPTK.
Kegiatan ini bukan hanya menampilkan inovasi hasil pelatihan guru, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi kuat antara satuan pendidikan vokasi, mitra industri, akademisi, dan pemerintah.
Dengan mengusung tema “Memperkuat Transformasi Digital dan Ketahanan Pangan”, Gelar Karya 2025 yang menegaskan peran pendidikan vokasi dalam merespons kebutuhan era digital dan tantangan pangan global, ini, dibuka Jumat (5/12/2025).
Pada sesi pembukaan, rangkaian acara diawali dengan Pedang Pora dari SMK Pelayaran Katangka. Acara dilanjutkan dengan tari Paduppa oleh SMKN 2 Gowa dan pemutaran video kaleidoskop.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D, yang khusus hadir dalam acara tersebut. Ia didampingi Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, S.A.P., M.Si.
Kepada wartawan Lismanto mengatakan bahwa Gelar Karya merupakan ajang untuk menunjukkan hasil nyata dari program upskilling dan reskilling yang diikuti para guru.
Ia menegaskan bahwa setiap peserta pelatihan diwajibkan memamerkan tindak lanjut pembelajaran melalui karya yang diterapkan di sekolah.
“Ya, ini Gelar Karya BPPMPV KPTK yang sudah kami selenggarakan di balai ini, dan ini tahun yang ketiga. Kami menampilkan lulusan-lulusan upskilling–reskilling guru kejuruan di SMP untuk menampilkan tindak lanjut dari pelatihan itu. Mereka kami minta untuk memamerkan hasilnya, nanti ada stand pameran. Ada 35 stand pameran yang ada di sini,”
Lismanto menjelaskan bahwa Gelar Karya dirancang untuk membuka wawasan generasi muda terhadap peluang masa depan di bidang kelautan, perikanan, dan teknologi. Ia memaparkan bahwa pengunjung berasal dari berbagai jenjang pendidikan.
“Pameran atau Gelar Karya ini akan dikunjungi lebih dari 10.000 siswa-siswi SMP. Ada juga dari PAUD, SD, dan SMP. Kenapa kami hadirkan PAUD? Karena kami ingin mengenalkan anak-anak PAUD terkait dengan literasi bahari, kecintaan terhadap bahari, kecintaan terhadap perikanan.”
Ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki kekuatan di bidang maritim dan harus diperkenalkan sejak dini. Sementara bagi siswa SMP, pameran ini dapat memberi gambaran bidang keahlian sebelum mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Dengan adanya pameran ini, kami berharap mereka tertarik pada inovasi-inovasi apa yang bisa dikembangkan, dunia kerja atau dunia usaha apa yang bisa mereka masuki.”
"Kami juga menyiapkan beberapa venue. Di aula ini ada berbagai kegiatan seperti talkshow dan stand-up comedy. Di pojok kiri ada Literasi Bahari. Di sana berisi berbagai informasi tentang kebaharian. Anak-anak PAUD paling suka karena ada gambar-gambar hidup secara visual digital, mereka bisa lihat ikan dan sebagainya," paparnya.
Bidang TIK tahun ini bukan hanya TIK murni, diarahkan menjadi TIK terapan, yang terintegrasi dengan kebutuhan kelautan dan perikanan.
“Di stand kami di depan ada digitalisasi untuk memantau dasar laut. Ada autonomous electric boat, semacam robot untuk memantau kehidupan biota. Termasuk di bidang perikanan, ada IoT untuk budidaya perikanan dan sebagainya. Semua itu kami tampilkan.”
Inovasi lain terlihat dalam industri game yang dipamerkan di gedung TIK, termasuk karya guru yang telah mengikuti pelatihan industri kreatif bersama PT Gamecom.
“Ternyata banyak sekali yang meminatinya. Maka anak-anak SMK harus diarahkan game seperti apa yang bisa dikembangkan di sekolah, tidak hanya sekadar game yang merusak mental, tetapi game yang membangun.”
Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah fashion show bertema kemaritiman.
“Banyak yang bertanya, bidang kelautan, perikanan, TEIKA kok ada fashion show-nya. Kami ingin fashion show itu menampilkan bahwa bidang perikanan dan kelautan itu bukan hanya soal mencari nafkah, tapi juga bisa menjadi passion. Misalnya, pakaian memancing itu seperti apa yang keren. Kalau anak-anak sudah paham dan tertarik, mereka bisa mencintai bahari.”
Venue literasi bahari juga menjadi magnet bagi anak-anak PAUD karena menampilkan visual digital kehidupan laut yang interaktif.
Sementara di gedung TIK, game zone menjadi salah satu andalan yang paling banyak dikunjungi.
Dalam sambutan pembukaannya Tatang menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki mandat utama mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dengan kompetensi yang spesifik.
“Sesuai dengan undang-undang, pendidikan keduluan bertujuan utama untuk menyiapkan peserta didik agar bisa bekerja dengan kemampuan yang spesifik.”
Ia menilai bahwa potensi sektor kelautan dan perikanan sangat luas dan memiliki peluang besar bagi generasi muda.
Selama penyelenggaraan, pengunjung mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow industri game dan cyber security, talkshow ketahanan pangan bertema “Blue Food, Blue Future”, diskusi bidang pelayaran, serta presentasi dari SMKN 2 Pinrang mengenai aplikasi Button Panic Bully.
Kegiatan hiburan seperti live music, stand-up comedy, kuis, serta pameran inovasi pembelajaran berlangsung sepanjang hari.
Pada malam penutupan, gala dinner diadakan sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dan tamu undangan.
Isi pamerans endiri9 beragam. Ada inovasi pengolahan ikan menjadi makanan siap saji, budidaya ikan hias, hingga teknologi perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, BPPMPV KPTK menyerahkan sertifikat kepada perwakilan stand pameran, penghargaan bagi peserta upskilling–reskilling terbaik, apresiasi kepada lima SMK mitra Gamecom, serta penghargaan lomba penulisan artikel.
Tahun ini tercatat 939 peserta mengikuti program upskilling dan reskilling, terdiri dari guru SMK, kepala sekolah, pengawas, serta instruktur LKP. (*)

