LUMINASIA.ID, Nasional - Libur panjang Lebaran 2026 bukan hanya soal tanggal merah di kalender. Rangkaian hari libur yang saling berdekatan dengan peringatan Hari Suci Nyepi diprediksi bakal memicu pergerakan masyarakat dalam skala besar, mulai dari arus mudik, lonjakan kunjungan wisata, hingga kepadatan di berbagai simpul transportasi.
Dilansir Kompas, Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026 sebagai libur nasional. Di sekelilingnya terdapat cuti bersama yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 serta Senin dan Selasa, 23–24 Maret 2026. Jika ditarik lebih awal, masyarakat bahkan sudah memasuki suasana libur sejak Rabu, 18 Maret 2026 karena adanya cuti bersama Nyepi, yang dilanjutkan dengan Hari Suci Nyepi pada Kamis, 19 Maret 2026.
Artinya, terbuka peluang libur berturut-turut selama sepekan penuh. Situasi ini hampir pasti mendorong tradisi pulang kampung kembali menjadi fenomena tahunan yang masif. Jalan tol, pelabuhan penyeberangan, bandara, dan terminal bus diperkirakan menghadapi peningkatan volume penumpang dibanding hari biasa.
Bagi sektor pariwisata, momentum ini menjadi kabar baik. Destinasi favorit keluarga seperti kota-kota di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga sejumlah kawasan di Sumatera dan Sulawesi berpotensi mengalami kenaikan okupansi hotel serta kunjungan objek wisata. Pelaku usaha biasanya sudah menyiapkan paket liburan, promo transportasi, hingga atraksi khusus untuk memanfaatkan tingginya minat bepergian saat periode Lebaran.
Di sisi lain, libur panjang juga identik dengan kebutuhan perencanaan yang lebih matang. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa puncak arus mudik dan balik bisa terjadi dalam waktu berdekatan, terutama ketika masyarakat memiliki fleksibilitas memilih hari keberangkatan.
Tidak sedikit pula yang memanfaatkan periode ini bukan untuk bepergian jauh, melainkan menikmati waktu berkualitas di rumah bersama keluarga. Tradisi halal bihalal, kunjungan ke kerabat, hingga sekadar beristirahat setelah Ramadan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang.
Dengan kombinasi hari besar keagamaan dan cuti bersama yang berderet, pertengahan Maret 2026 tampaknya akan menjadi salah satu periode paling sibuk sekaligus paling dinanti sepanjang tahun, baik bagi pemudik, wisatawan, maupun para pelaku industri perjalanan. Jika ingin bepergian, bersiap lebih awal bisa menjadi kunci agar liburan tetap nyaman.

