Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Opini

Mubes DPP: Mengais Sisa Bara, atau Sekadar Memutar Kaset Lama?

Senin, 29 Desember 2025 16:54
Editor: diku
  • Bagikan
Sumber: Penulis

Oleh: Muhammad Arisandi

Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) DPP Hipma Gowa, dering panggilan WhatsApp menjadi lebih rutin dari biasanya. Pertanyaan template basa-basi hampir sama, meski tuan dari si pemilik suara berbeda-beda. Tujuannya sama: mempertanyakan posisi dan kemungkinan dukungan untuk “mengawal adik-adik” yang akan bertarung pada Mubes yang akan berlangsung.

Layaknya sebuah dagangan, “si adik-adik” ini dipromosikan, dipasarkan, dan disodorkan dengan segala spesifikasinya. Setiap kali hal demikian berulang, aku kembali bertanya: jika peserta Mubes atau calon pemimpin itu harus didistribusikan oleh kakandanya yang berperan sebagai “sales”, disebut apakah mereka? Benda berpikir, atau alat multifungsi?

Dari keresahan itu aku meramu tulisan ini, bukan karena kecewa, tetapi sebagai suara yang berkabung atas matinya kreativitas akal dan ide yang kian tumpul akibat pola warisan dari leluhur yang masih menjadikan sekumpulan manusia sebagai ladang identitas kekuatan mobilisasi massa.

Bukan proses mobilisasi politik yang diwakilkan yang kuresahkan, melainkan pola lama dari orang-orang yang sedari dulu memainkan perannya seolah-olah pemilik otoritas atau gerbang suci menuju kepemimpinan DPP Hipma Gowa yang sering kali justru menjadi masalahnya. Menjadikan diri sebagai simbol elitis sekaligus menjadikan organisasi sebagai identitas kekuatannya dalam ruang kekuasaan yang lebih luas. Hal demikian bukan hanya mengerdilkan organisasi, tetapi memperalat setiap elemen organisasi untuk mempertahankan entitas kekuatannya.

Ego kekuasaan secara natural memang selalu mempertahankan dirinya, tetapi dalam konteks organisasi, individu seharusnya tak lebih besar dari organisasinya, sehingga organisasi tetap menjaga wibawanya sebagai ruang untuk berhimpun, sebagai laboratorium intelektual pelajar dan mahasiswa.

Sebagai orang yang bertumbuh di Hipma Gowa dan menjadikan organisasi sebagai ruang untuk memenuhi hasrat intelektual, aku selalu membayangkan bahwa kelak insan yang lahir dan terlibat dalam tiap proses organisasi adalah orang-orang yang dengan berani menjabarkan sendiri idenya tentang bagaimana menyelaraskan organisasi dengan zamannya, membawa isi kepalanya yang penuh dengan misi revolusioner untuk organisasi tanpa harus meminjam mulut leluhur.

Sumber Masalah dari Pola yang Berulang

Salah satu penyebab rusaknya Hipma Gowa sebagai organisasi ialah ketidaktegasan Anggaran Dasar pada Bab Kepengurusan Pasal 20 yang tak menjelaskan masa kelangsungan satu periode berlaku untuk tiap pengurus koordinatorat dan komisariat (korkom). Hal itu didukung oleh kosongnya mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar sebagai langkah yang mungkin dilakukan oleh pengurus DPP dalam memakzulkan kepemimpinan yang pasif di tiap korkom.

Celah ini menjadi ruang ternak bagi setiap individu yang berupaya mempertahankan pengaruhnya di tiap korkom yang notabene sebagai peserta Mubes. Dampaknya, proses musyawarah yang seharusnya menjadi forum tertinggi organisasi dan ruang tuntutan justru diorkestrasi menjadi forum titipan tuan-tuan.

Wacana perubahan akhirnya hanya menjadi jargon dan pemanis poster-poster calon peserta Mubes. Ruang rapat yang dipenuhi istilah rumit hadir sebatas onani demagog untuk melahirkan keputusan yang miskin visi dan misi.

Harapan pada Mubes

Prosesi Mubes yang akan datang masih diantarai tenggang waktu yang cukup panjang, sehingga nyala harapan untuk Hipma Gowa masih mungkin diasah. Tulisan ini menjadi undangan terbuka untuk berefleksi bersama, utamanya bagi kader yang masih memenuhi syarat sebagai peserta Mubes.

Perubahan jarang lahir dalam ruang nyaman dekapan leluhur. Perubahan lebih sering hadir dalam pilihan tidak populer yang disertai kemampuan untuk mendeteksi masalah dan menyelaraskan diri dengan kebutuhan zaman. Hipma Gowa tidak kekurangan kader yang cerdas, hanya krisis nyali untuk memperlihatkan kemampuan. Hipma Gowa masih punya begitu banyak forum sebagai indikasi organisasi masih hidup dan berproses. Yang kita butuhkan hanyalah kekuatan untuk menolak intervensi yang merendahkan kualitas insan Hipma Gowa dalam menentukan arahnya sendiri.

Kader Hipma Gowa harus bangun dari nina bobo senioritas, bukan untuk mendurhakai para pendahulu, melainkan untuk memperlihatkan dirinya sebagai insan akademis yang kaya ide dan mampu menentukan nasibnya. Mengutip Antonio Gramsci, yang mengatakan kekuasaan bekerja bukan hanya dengan paksaan, tetapi juga dengan persetujuan. Bertahan dalam dikte orang lama adalah sebuah hegemoni, dan itu harus usai demi langkah taktis yang nyata jika organisasi masih ingin dilihat sebagai ruang bertumbuh. Pilihan ini bukan untuk menyingkirkan peran orang lama, tetapi memberi batas wajar pada kekuasaannya.

Kader Hipma Gowa harus menyatakan dirinya bahwa mereka bukan sekumpulan pelajar dari apa yang disebut oleh Paulo Freire sebagai korban banking education, di mana individunya hanya patuh, menyerap, dan mengulang. Kader harus berani bertanya untuk apa setiap tindakannya. Ruang Mubes seharusnya menjadi ruang aspirasi bagi tiap kader dan memanifestasikan dirinya sebagai insan yang memiliki conscientização (kesadaran kritis).

Pada akhir tulisan ini, aku ingin menukil Soe Hok Gie dalam tulisannya yang bertajuk Refleksi tentang Idealisme, Keberanian Moral, dan Kritik terhadap Kekuasaan dalam buku Catatan Seorang Demonstran: idealisme akan mati bila ia hanya menjadi slogan; keberanian moral lebih penting daripada kemenangan organisasi yang didikte oleh penguasa.

Tags: kabupaten gowa

Baca Juga

Wakil Bupati Gowa Hadir Beri Motivasi ke Peserta Diklat Paskibraka 2026 Tingkat Kabupaten
Wakil Bupati Gowa Hadir Beri Motivasi ke Peserta Diklat Paskibraka 2026 Tingkat Kabupaten
Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan, Wabup Gowa Serahkan Laporan Realisasi APBD 2025 di Rapat Paripurna DPRD
Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan, Wabup Gowa Serahkan Laporan Realisasi APBD 2025 di Rapat Paripurna DPRD
TP PKK Gowa Raih Penghargaan dari Menkes RI dan Ketum TP PKK Pusat
TP PKK Gowa Raih Penghargaan dari Menkes RI dan Ketum TP PKK Pusat
Mendagri Tito Karnavian Kenakan Wastra Sutra Gowa Saat Tutup Rangkaian Acara 46 Tahun Dekranas
Mendagri Tito Karnavian Kenakan Wastra Sutra Gowa Saat Tutup Rangkaian Acara 46 Tahun Dekranas
Andi Tenri Indah Dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa
Andi Tenri Indah Dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa
Hadiri HUT Kiwal Garuda Hitam, Wabup Gowa Tekankan Pentignya Pelestarian Budaya dan Adat
Hadiri HUT Kiwal Garuda Hitam, Wabup Gowa Tekankan Pentignya Pelestarian Budaya dan Adat

Populer

  • 1
    Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
  • 2
    Lepas 92 Peserta Jamnas XII, Bupati Gowa Minta Jaga Nama Baik Daerah di Tingkat Nasional
  • 3
    Ini Juara Kompetisi Safety Riding Nasional AHM, Asmo Sulsel Dapat 1 Juara
  • 4
    Cegah Kerugian Daerah, Wakil Bupati Gowa Ingatkan Pimpinan OPD dan ASN Mengenai Pentingnya Fungsi Pengawasan
  • 5
    Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda

Ekonomi

  • OJK Luncurkan ETF Emas di HUT Ke-49 Pasar Modal, Perkuat Pilihan Investasi dan Pendalaman Pasar
    OJK Luncurkan ETF Emas di HUT Ke-49 Pasar Modal, Perkuat Pilihan Investasi dan Pendalaman Pasar
  • Astra Motor Sulsel Tawarkan Motor Sport, Harga Mulai Rp20 Jutaan DP Rp2 jutaan
    Astra Motor Sulsel Tawarkan Motor Sport, Harga Mulai Rp20 Jutaan DP Rp2 jutaan
  • Resmi Diumumkan! Segini Tarif Listrik PLN, Berlaku hingga September 2026 di Seluruh Indonesia
    Resmi Diumumkan! Segini Tarif Listrik PLN, Berlaku hingga September 2026 di Seluruh Indonesia

Peristiwa

  • Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu Perempuan, Diduga Terkait Perilaku Tak Pantas
    Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu Perempuan, Diduga Terkait Perilaku Tak Pantas
  • Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei, Bahas Apa?
    Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei, Bahas Apa?
  • Peresmian Gedung Balaputradewa Tandai Komitmen Nalanda Tingkatkan Mutu Pendidikan
    Peresmian Gedung Balaputradewa Tandai Komitmen Nalanda Tingkatkan Mutu Pendidikan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID