LUMINASIA.ID, NASIONAL - Ancaman influenza A subklade K atau yang populer disebut “super flu” di Bandung menjadi sorotan serius setelah sepuluh pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dinyatakan positif dan satu di antaranya meninggal dunia. Kasus ini menunjukkan bahwa virus tersebut menyerang lintas usia, mulai dari bayi hingga lansia, serta dapat berujung fatal pada kelompok rentan.
Dilansir Tempo.Co, Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging and Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, Yovita Hartantri, mengungkapkan bahwa pasien yang meninggal merupakan lansia dengan berbagai penyakit penyerta dan sempat dirawat intensif di ICU. “Apakah ini secara langsung disebabkan oleh virus tersebut, kami tidak bisa memastikan karena pasien memiliki banyak komorbid,” kata Yovita. Ia menegaskan, “Pada usia lanjut dengan penyakit penyerta, terutama jika perawatan berlangsung lama, potensi menjadi berat sampai berujung kematian memang ada.”
Dari total sepuluh pasien yang terkonfirmasi, dua di antaranya adalah bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun. Mayoritas pasien berada pada rentang usia produktif 20–60 tahun, sementara dua lainnya berusia di atas 60 tahun. Seluruh pasien dirawat di RSHS Bandung pada periode September hingga November 2025, dan dua di antaranya sempat berada dalam kondisi kritis.
Temuan ini berasal dari hasil sekuensing yang diterima RSHS pada Januari 2026, setelah sampel pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut dikirim ke laboratorium pusat di Jakarta. Yovita menjelaskan bahwa peningkatan kasus influenza A terdeteksi sejak Agustus 2025, mencapai puncak pada Oktober, sebelum menurun pada November. “Hasil sekuensing baru kami terima Januari ini,” ujarnya.
Direktur Medis dan Keperawatan RSHS Bandung, Iwan Abdul Rachman, mengingatkan bahwa meski istilah “super flu” bukan istilah medis resmi, dampak klinisnya tidak bisa dianggap ringan. “Istilah super flu memang tidak dikenal dalam dunia medis, itu sebutan masyarakat untuk flu dengan gejala berat dan cepat menular,” katanya. Ia menambahkan, “Tidak perlu panik, tetapi masyarakat harus waspada.”
Iwan menegaskan bahwa influenza termasuk penyakit yang menular melalui droplet, sehingga risiko penularan di lingkungan padat sangat tinggi. “Pencegahan sangat penting: rajin cuci tangan, pakai masker bila bergejala, dan jangan menularkan ke orang lain,” ujarnya.
Dengan satu korban meninggal, dua bayi terinfeksi, dan sejumlah pasien dewasa sempat kritis, pihak RSHS menilai kasus ini sebagai peringatan serius bagi masyarakat. Warga diminta segera memeriksakan diri bila mengalami demam, batuk, pilek, atau sesak napas, terutama bagi lansia, anak kecil, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

