LUMINASIA.ID - Siloam Hospitals Group memperkuat langkah strategisnya dalam pemerataan layanan kesehatan berteknologi tinggi di Indonesia dengan menghadirkan operasi lutut berbantuan robotik pertama di Indonesia Timur.
Layanan ini diimplementasikan di RS Siloam Makassar melalui penggunaan sistem robotic-assisted knee surgery VELYS, menandai ekspansi investasi teknologi medis Siloam ke luar kawasan metropolitan utama.
Langkah ini menjadi bagian dari kampanye “Melangkah Bebas dengan Robotik”, yang dirancang untuk memperkuat Siloam Hospitals Makassar sebagai pusat layanan ortopedi unggulan dan rumah sakit rujukan terpercaya di Indonesia Timur.
Hal tersebut dipaparkan dalam acara Open House & Media Conference “Makassar Melangkah Bebas dengan Robotic Pertama di Indonesia Timur” yang digelar di Lobby Executive Siloam Hospitals Makassar, Senin (26/1/2026).
Acara ini menghadirkan empat pembicara, yakni Putri Amelia selaku Head of Business Siloam Hospitals Makassar, dr. Muh. Andry Usman, SpOT(K), PhD, dokter spesialis ortopedi konsultan bidang hip and knee, dr. Henry Tanzil, M.Kes, SpOT(K), FICS, dokter spesialis ortopedi konsultan hip and knee, serta dr. Niken Novitasari, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Makassar.
Melalui adopsi teknologi robotik mutakhir, kampanye ini menegaskan komitmen Siloam Hospitals Makassar dalam menghadirkan layanan ortopedi presisi berstandar internasional, sekaligus menjawab kebutuhan pasar regional yang terus bertumbuh terhadap layanan kesehatan bernilai tambah tinggi.
Di tengah upaya tersebut, manajemen Siloam Hospitals Makassar menegaskan bahwa investasi teknologi ini tidak hanya berorientasi pada inovasi klinis, tetapi juga keberlanjutan sistem layanan kesehatan nasional.
“Hadirnya layanan operasi lutut berbantuan robotik di Siloam Hospitals Makassar merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas akses teknologi medis berkelas dunia secara lebih merata. Kami melihat Indonesia Timur sebagai wilayah dengan potensi kebutuhan layanan ortopedi yang terus bertumbuh, seiring meningkatnya angka harapan hidup dan tuntutan kualitas hidup masyarakat,” ujar dr. Niken Novitasari.
“Melalui kampanye Melangkah Bebas dengan Robotik, kami ingin menegaskan bahwa investasi teknologi ini pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan dampak nyata, yakni membantu pasien kembali aktif, mandiri, dan produktif,” tambahnya.
Dalam pemaparannya pada acara tersebut, dr. Muh. Andry Usman menjelaskan bahwa teknologi VELYS robotic-assisted surgery memungkinkan perencanaan operasi yang lebih presisi dan personal sesuai anatomi pasien.
“Teknologi VELYS membantu kami merencanakan operasi secara lebih akurat. Posisi implan, sudut, dan keseimbangan sendi dapat ditentukan secara presisi berbasis data digital. Jadi misalnya potongannya dua derajat, dia akan buat dua derajat. Dengan robotic, yang tidak perlu dipotong tidak akan dipotong. sangat presisi, mili per mili,” ujar dr. Andry.
Menurutnya, pendekatan tersebut mendukung konsistensi hasil klinis serta membantu pasien memperoleh pemulihan yang lebih terukur.
“Tujuan akhirnya adalah membantu pasien kembali bergerak dengan lebih nyaman, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kualitas hidup mereka setelah operasi,” jelasnya.
Dari perspektif layanan kesehatan, penerapan robotic-assisted surgery juga memperkuat diferensiasi Siloam Hospitals Makassar sebagai rumah sakit rujukan ortopedi di kawasan Indonesia Timur, sekaligus meningkatkan daya saing layanan spesialistik bernilai tambah tinggi.
Osteoartritis lutut merupakan salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas pada usia lanjut. Nyeri kronis dan kekakuan sendi kerap membatasi mobilitas serta kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dengan dukungan teknologi robotik VELYS, operasi penggantian sendi lutut kini dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur dan personal, sehingga mendukung pemulihan yang lebih stabil, keseimbangan sendi yang optimal, serta hasil fungsional jangka panjang yang lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Andry juga memaparkan penanganan terhadap seorang pasien berusia 74 tahunyang menjalani operasi penggantian sendi lutut pada kedua kaki akibat nyeri berat yang telah berlangsung lama.
Ia menjelaskan bahwa tindakan Total Knee Arthroplasty (TKA) berbantuan robotik dilakukan setelah terapi konservatif tidak lagi memberikan hasil optimal.
“Pada kasus pasien usia 74 tahun ini, kami melakukan penggantian sendi lutut di kedua sisi secara simultan dengan bantuan robotik. Prosedur berlangsung sekitar enam jam dan berjalan dengan baik,” kata dr. Andry.
Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang selama pasien memenuhi indikasi medis dan ditangani dengan pendekatan yang tepat.
“Dengan perencanaan yang matang dan dukungan teknologi robotik, pasien lanjut usia tetap memiliki peluang besar untuk mendapatkan hasil operasi yang baik dan kembali beraktivitas secara mandiri,” ujarnya.
Siloam Hospitals Makassar menawarkan paket operasi penggantian sendi lutut dengan teknologi robotik ini, harga Rp185 juta untuk kategori VIP.
Paket tersebut mencakup kamar rawat inap dengan fasilitas free upgrade hingga dua tingkat, kunjungan dokter spesialis selama masa perawatan, biaya administrasi, fisioterapi pascaoperasi selama rawat inap, serta biaya tindakan yang meliputi jasa dokter, anestesi, ruang operasi, implan, obat-obatan, dan alat kesehatan.
Selain itu, paket ini juga dilengkapi dengan layanan antar jemput pasien ke Siloam Hospitals Makassar untuk wilayah Makassar.

