LUMINASIA.ID, NASIONAL - Ramadan 1447 H tinggal menghitung hari. Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama telah merilis jadwal imsakiyah sebagai panduan resmi umat Islam menjalankan sahur hingga berbuka. Lebih dari sekadar deretan angka waktu, imsakiyah sejatinya menjadi penentu ritme hidup masyarakat Muslim selama satu bulan penuh.
Dilansir Detik, di Indonesia, imsak dikenal sebagai penanda sekitar 10 menit sebelum azan Subuh. Tradisi ini lahir dari kehati-hatian agar umat tidak melewati batas makan dan minum ketika waktu puasa dimulai. Karena itu, banyak keluarga menjadikan alarm imsak sebagai penutup santap sahur sekaligus pengingat untuk mulai bersiap menunaikan salat.
Untuk wilayah DKI Jakarta misalnya, pada hari pertama Ramadan, imsak jatuh pada pukul 04.31 WIB dan Subuh pukul 04.41 WIB. Waktu Magrib sebagai penanda berbuka berada di pukul 18.18 WIB. Dari sini terlihat bahwa durasi puasa masyarakat ibu kota berada di kisaran lebih dari 13 jam. Angka ini akan sedikit bergeser dari hari ke hari, dengan kecenderungan waktu berbuka semakin maju beberapa menit menjelang akhir bulan.
Perubahan menit demi menit itu mungkin tampak kecil, tetapi berpengaruh besar pada pengaturan aktivitas. Pekerja menyesuaikan jam istirahat, orang tua mengatur waktu tidur anak, sementara masjid dan musala menyiapkan jadwal imam serta kegiatan buka bersama. Bahkan pelaku usaha kuliner ikut menjadikan imsakiyah sebagai acuan produksi harian.
Selain membantu urusan teknis, jadwal ini juga memberi kesempatan umat mempersiapkan target spiritual. Banyak yang mulai menghitung kapan sebaiknya mengambil cuti untuk iktikaf, menentukan malam khatam Al-Qur’an, atau memilih hari berbagi makanan berbuka.
Kemenag menyediakan jadwal imsakiyah untuk berbagai daerah di Indonesia sehingga masyarakat dapat menyesuaikan dengan lokasi masing-masing. Perbedaan beberapa menit antarwilayah penting diperhatikan agar pelaksanaan ibadah tetap tepat waktu.
Dengan demikian, imsakiyah bukan hanya kalender, melainkan peta perjalanan Ramadan. Dari sahur pertama hingga malam terakhir, umat dibimbing menjaga disiplin waktu, memperbaiki kebiasaan, dan memaksimalkan kesempatan beribadah.

