Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Wabah Nipah di India Jadi Alarm Global: Virus Mematikan dengan Tingkat Kematian Tinggi Kembali Muncul

Selasa, 27 Januari 2026 11:05
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi virus (via CNN.com)

LUMINASIA, KOLKATA — Munculnya kembali wabah virus Nipah di negara bagian West Bengal, India, menjadi peringatan serius bagi komunitas kesehatan global. Meski jumlah kasus terkonfirmasi masih terbatas, karakteristik virus yang mematikan dan belum memiliki obat maupun vaksin membuat otoritas kesehatan meningkatkan kewaspadaan secara maksimal.

Dilansir Newsweek, hingga akhir Januari 2026, lima orang dilaporkan terinfeksi Nipah virus, sementara hampir 100 lainnya harus menjalani karantina ketat. Yang menjadi perhatian khusus, sebagian kasus awal justru terjadi di lingkungan fasilitas kesehatan, melibatkan tenaga medis yang tengah merawat pasien—sebuah sinyal bahaya terkait potensi penularan di rumah sakit.

Para pasien kini dirawat di rumah sakit khusus penyakit menular di wilayah timur Kolkata, dengan protokol isolasi yang diperketat guna mencegah penyebaran lanjutan.

Virus Lama, Ancaman Nyata

Nipah virus bukanlah patogen baru. Virus zoonotik ini pertama kali teridentifikasi pada akhir 1990-an dan dikenal memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meski penularannya relatif terbatas dibandingkan virus pernapasan lain seperti COVID-19, dampaknya jauh lebih mematikan.

Virus ini secara alami hidup pada kelelawar pemakan buah dan dapat menular ke manusia melalui hewan perantara seperti babi, makanan atau minuman yang terkontaminasi, hingga kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Gejala Cepat, Dampak Fatal

Infeksi Nipah biasanya diawali dengan gejala yang tampak ringan seperti demam, batuk, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Namun dalam hitungan hari, kondisi pasien dapat memburuk drastis. Sebagian penderita mengalami ensefalitis atau peradangan otak yang menyebabkan kejang, penurunan kesadaran, hingga koma dalam waktu singkat.

Tidak adanya pengobatan spesifik membuat perawatan hanya bersifat suportif, seperti menjaga hidrasi dan menangani gejala. Sejumlah terapi eksperimental masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum tersedia secara luas.

Kesiapsiagaan Jadi Kunci

Pakar kesehatan menilai wabah ini sebagai pengingat bahwa ancaman penyakit zoonotik masih sangat nyata, terutama di wilayah dengan interaksi dekat antara manusia dan satwa liar. India sendiri telah beberapa kali menghadapi wabah Nipah sebelumnya, terutama di wilayah timur dan selatan negara tersebut.

Meski belum ada laporan kasus di Amerika Serikat atau Eropa, otoritas kesehatan internasional terus memantau situasi. Pembatasan kontak dengan hewan pembawa virus, peningkatan kebersihan, serta deteksi dini menjadi langkah utama pencegahan.

“Wabah Nipah tidak hanya soal jumlah kasus, tapi soal potensi dampak jika sistem kesehatan lengah,” ujar seorang epidemiolog yang terlibat dalam pemantauan regional.

Pelajaran dari Wabah

Kasus ini menegaskan kembali pentingnya kesiapsiagaan global terhadap penyakit menular berbahaya—terutama yang berasal dari hewan. Dengan perubahan iklim dan perluasan aktivitas manusia ke habitat satwa liar, risiko wabah serupa diperkirakan akan terus meningkat.

Bagi dunia, wabah Nipah di India bukan sekadar berita regional, melainkan sinyal bahwa ancaman pandemi berikutnya bisa datang dari virus yang sudah lama dikenal, namun belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Tags: Nipah Virus

Populer

  • 1
    LENGKAP! Ini Klarifikasi Karaeng Wawang Selebgram Makassar Terkait Fashion Show LGBT di Pesta Ulang Tahun
  • 2
    Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla Sumbang Rp200 Juta, untuk Penyelesaian Gedung Alumni Lima Lantai
  • 3
    Daftar Motor Honda dengan Bagasi Luas, Kapasitas Mulai 11 hingga 30 Liter
  • 4
    Honda dan Onitsuka Tiger Pamerkan Motor Sport Konsep Berkelir Tiger Yellow
  • 5
    Yuk Ikut Seminar Muslimpreneur Bareng Imam Shamsi Ali, Bakal Bahas Harta dan Kesuksesan dalam Islam

Ekonomi

  • Kalla Toyota Tebar Promo Toyota End Year Sale, DP Bisa Dibayar 2 Kali
    Kalla Toyota Tebar Promo Toyota End Year Sale, DP Bisa Dibayar 2 Kali
  • IOH Gandeng Kunto Aji Luncurkan IM3 Istimewa di Makassar, Kuota Besar Rollover, Nonton Gratis, hingga Akses Digital
    IOH Gandeng Kunto Aji Luncurkan IM3 Istimewa di Makassar, Kuota Besar Rollover, Nonton Gratis, hingga Akses Digital
  • DPN Kunjungi Pelindo Jasa Maritim, Bahas Penguatan Sektor Kemaritiman
    DPN Kunjungi Pelindo Jasa Maritim, Bahas Penguatan Sektor Kemaritiman

Peristiwa

  • Diskusi dengan Ketua KPU Pusat, JMSI Sulsel Ingatkan Revisi UU Penyiaran Jangan Hambat Produksi Karya Jurnalistik
    Diskusi dengan Ketua KPU Pusat, JMSI Sulsel Ingatkan Revisi UU Penyiaran Jangan Hambat Produksi Karya Jurnalistik
  • Rocky Gerung Dilantik Prabowo, Ini Tugas dan Kewajiban Watimpres RI
    Rocky Gerung Dilantik Prabowo, Ini Tugas dan Kewajiban Watimpres RI
  • Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
    Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID